[Jika sebelumnya beberapa tema yang dibahas oleh blog ini biasanya merupakan tanggapan atas beberapa kata kunci yang diarahkan ke alamat blog NovanMediaResearch, maka kali ini tema yang dibahas merupakan tanggapan NMR atas pertanyaan di kolom “Komentar” (Anggota PSSI per Maret 1937). Alasannya, tanggapan tersebut memerlukan tulisan yang cukup panjang sehingga mau tidak mau harus diangkat ke halaman blog ini. Tujuannya, selain agar lebih jelas, masyarakat pencinta sepak bola Indonesia juga dapat saling berdiskusi. Selamat menikmati.]
Ketika anda terbiasa dengan nama “PSIM” (Mataram/Yogyakarta), tiba-tiba dikejutkan dengan nama baru “Persim” (Mataram/Yogyakarta) yang ditulis dalam blog ini. Apakah kedua nama ini sama? NMR tentu tidak asal tulis nama-nama itu, tetapi hanya mengungkapkannya berdasarkan informasi yang ada. Inilah kronologi perubahan nama itu.
Maret 1937:
Tertulis Persim yang beralamat di Kepatihanweg No. 4 Djokja. Lebih tepatnya tertulis Persim-Hertog-Kepatihanweg No. 4 Djokja. Kepatihanweg merupakan Jalan Kepatihan, sedangkan Hertog merupakan nama orang. Persim pun tercatat sebagai salah satu peserta Kompetisi Perserikatan 1937. Putaran final kompetisi ini digelar Mei 1937.
Agustus 1937:
Masih tertulis Persim. Persim pun tercatat sebagai salah satu peserta Kompetisi Perserikatan (1937)/1938.
Oktober 1937:
“Pertemoean antara kedoea badan itoe terdjadi pada tanggal 2/3 November ‘37 diroemahnja Ketoea Moeda PSSI, saudara Dr. Erwin Soeratman di Soerakarta Hadiningrat. Poetoesan-poetoesan sebagai berikoet: (1) Kembalinja PSIM ke PSSI ditjatat moelai tanggal 21 October ‘37 dan dibebaskan pembajaran entrée. (2) Pembajaran wang ioeran moelai Januari 1938. (3) PSIM soeka menerima stedentournooi PSSI, tetapi djika boleh toeroet mereboet kampioenschap sebab mengingat risico teroetama hal keoeangan. PSSI sanggoep berdaja-oepaja dengan djalan referandum kepada anggauta-anggautanja. (4) PSSI memberi kemerdekaan kepada semoea boeat mengoeroes keperloean lokaal (lokaal beleid) asal tidak meroegikan oemoem dan merosotkan deradjat PSSI.
Catatan dan Pertanyaan NMR:
*) Kedua badan itu maksudnya PSIM-PSSI.
*) Tanggal 2/3 November 1937 mungkin salah tulis karena informasi ini terjadi pada bulan Oktober 1937.
*) Adanya tulisan: “…Kembalinya PSIM ke PSSI”, apakah PSIM berbeda dengan Persim atau setidak-tidaknya ada masalah internal di antara mereka?
*) Selain itu, juga tertulis PSIM yang beralamat di Langenastran.
November 1937:
Tertulis Persim-PSIM-Djokja.
Februari 1938:
Tertulis PSIM-Soemantara-Langenastran Djokja.
terima kasih atas penjelasannya
mungkin apabila psim pernah mengalami perpecahan manajemen menjadi persim-psim,kasusnya mirip seperti persebaya-persebaya 1927 dan psb ylp-psb musta,atau mungkin masih banyak kasus serupa yg terjadi pd klub2 di indonesia
mungkin ini bisa membantu gan
antara PSIM & PERSIM sebagai alat perjuangan bangsa
http://historiografi.co.tv/jejak-psim-dalam-arsip-pakualaman.html