2010: Persib U-21 vs Maladewa 1-3

Persib Bandung U-21 harus mengakui keunggulan timnas Maladewa 1-3 dalam pertandingan persahabatan internasional di Stadion Siliwangi, Bandung (Sabtu, 9 Oktober 2010). Terakhir, Persib U-21 sebagai juara Liga Super Indonesia (LSI) U-21 tahun 2009-2010 bertanding dalam pertandingan persahabatan internasional ketika menang telak 6-1 atas Belitier (Singapura) di Lapangan UPI Bandung (Sabtu, 2 Oktober 2010).

Bagi Persib —meskipun dalam konteks tim senior— bertanding melawan tim sekelas timnas, sesungguhnya bukan hanya kali ini. Dalam catatan NMR, empat kali pertandingan terakhir ialah vs Korea Selatan [juara Piala Anniversary 1981 bersama Bulgaria) 0-0 (26 Agustus 1981), Italia U-21 3-1 (27 Juni 1977), Yugoslavia U-23 0-5 (5 Februari 1977), dan vs Uni Soviet U-23 0-1 (16 Desember 1976).

NMR sangat mengapresiasi jika tim-tim (baca: bukan tim “elite”) dipertandingkan melawan tim-tim dari luar negeri. Kalau perlu, juara-juara divisi I, divisi II, divisi III, dan junior (U-18 dan U-15) dikirim ke luar negeri atau minimal bertanding melawan tim-tim luar negeri. Hal itu tentu saja untuk memberikan semangat dan penghargaan kepada tim-tim divisi bawah untuk berjuang hingga putaran final (nasional). Pengalaman pun telah membuktikan.

PSMS Medan U-19 misalnya yang ketika menjadi juara Kompetisi U-19 (kini U-18) Piala Suratin 1980 dikirim ke Piala ASEAN Junior U-20 tahun 1980 di Malaysia. Lalu, PSIS Semarang U-23 sebagai juara Kompetisi PSSI U-23 tahun 1981 (baca: Invitasi Perserikatan U-23) dikirim ke King’s Cup 1981 di Thailand. Kalau perlu seperti Mandala (Jayapura) —klub intern anggota Persipura Jayapura sebagai juara Kejurnas Antarklub Amatir Perserikatan 1984— yang diikutsertakan dalam pertandingan segitiga bersama Queen’s Park Rangers (Inggris) dan Feyenoord (Belanda) di Stadion Utama, Senayan, Jakarta pada 1984. Sejarah pun mencatat, Adolf Kabo (Perseman Manokwari) dan Leo Kapisa (Persipura Jayapura) pernah “bertemu” dengan Johan Cruijf (Feyenoord). Boleh jadi, kenangan-kenangan seperti ini diceritakan kepada generasi sekarang sebagai pertandingan timnas Indonesia melawan Feyenoord. Padahal, itu “hanya” tim setingkat Mandala. Ya…, bagaimana lagi….

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: