GAK Graz: Klub dari Austria atau Australia?

Beberapa waktu yang lalu (2013), saya melihat buku “Sepakbola Indonesia, Alat Perjuangan Bangsa, Dari Soeratin hingga Nurdin Halid (1930-2010). Di dalam buku tersebut, antara lain ditulis: “…G.A.K. Graz Australia…”.

Pertanyaannya: Apakah GAK Graz itu klub dari Australia ataukah Austria? [Catatan: Meskipun di dalam buku tersebut memuat data-data dari blog NovanMediaResearch, saya sendiri baru mengetahui keberadaan buku tersebut. (Jika tak melihat, tentu saya tidak mengetahui keberadaannya). Sayang, tiada nama NMR di sana. Hiks....]

OK, terlepas dari itu, mari kita meninjau pertandingan GAK Graz (Austria) di Indonesia. So, jawabannya ialah Austria, dan bukan Australia.

Sebelum menjalankan tour-nya ke Indonesia, GAK Graz sempat berkunjung dan bermain di Pakistan, India, dan Vietnam. Hasilnya, empat kali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah dengan selisih gol 21-11.

Setelah itu, barulah GAK Graz bertanding di Indonesia. Inilah hasil pertandingannya:

Di Jakarta:

18-07-1954:GAK Graz vs Persija 1-3

19-07-1954:GAK Graz vs PSSI Muda 4-2

22-07-1954:GAK Graz vs PSSI 5-0

Di Surabaya:

25-07-1954:GAK Graz vs Persibaya 3-1

Di Medan:

27-07-1954:GAK Graz vs PSMS 0-3

30-07-1954: GAK Graz vs Tim Angkatan Bersenjata (Medan) 5-1

Mencermati data hasil pertandingan itu, tampak timnas Indonesia kalah telak 0-5 dari GAK Graz. Apa yang terjadi? Ternyata, PSSI menurunkan tim percobaannya (baca: bukan tim inti “PSSI Tour Hongkong).

Pada masa ini, formasi pemain timnas Indonesia terdiri dari Van der Vin (penjaga gawang), Chaeruddin Siregar, Chris Ong, Van den Berg (pengganti Sidhi yang tak datang), Ramlan (bukan Sian Liong), Tan Liong Houw, Witarsa, San Liong, Ramli (bukan Ramang karena tak datang), Djamiat, dan Herman Pattipilohy. [Jusuf Siregar tidak mau dipasang karena ada desas-desus bahwa ia bermain selama 7 menit ketika memperkuat PSSI Muda.]

Catatan:

***) Timnas Indonesia lazim disebut tim PSSI.

***) Kelak, mulai 1959, Persibaya menjadi Persebaya.

***) Tim Angkatan Bersenjata (Medan) bermaterikan para pemain polisi dan tentara di Medan.

About these ads

One response

  1. Setujukah Anda dengan kepemimpinan La Nyalla? Jika Anda pengamat bola sejati, apa tanggapan Anda terhadap kasus persebaya cronous milik baginda nirwan dermawan bakrie?

    Ane sebagai warga Surabaya merasa muak dan berharap persebaya abal-abal alias persikubar (persatuan sepakbolaku bubar) tersebut segera musnah dr muka bumi.

    Di endonesa, sepak bola hanya alat kampanye…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: