Perserikatan 1987-1988

Kompetisi Perserikatan 1987-1988 => Divisi Utama

(1 November 1987 s.d. 27 Maret 1988)

Wilayah Barat

Putaran I

Minggu, 1 November 1987:

PSDS vs PSMS 1-1

Selasa, 3 November 1987:

Persija vs PS Bengkulu 4-1

Sabtu, 7 November 1987:

Persitara vs Persib 1-5

Minggu, 8 November 1987:

PSMS vs PS Bengkulu 1-0

Kamis, 12 November 1987:

PSDS vs PS Bengkulu 3-0

Minggu, 15 November 1987:

PSMS vs Persitara 3-1

Persib vs Persija 0-1

Kamis, 19 November 1987:

PSDS vs Persitara 1-0

Minggu, 22 November 1987:

PS Bengkulu vs Persib 2-3

Sabtu, 28 November 1987:

PSDS vs Persija 0-0

Minggu, 29 November 1987:

PS Bengkulu vs Persitara 0-1

Rabu, 2 Desember 1987:

PSMS vs Persija 0-1

Sabtu, 5 Desember 1987:

PSDS vs Persib 0-2

Rabu, 9 Desember 1987:

PSMS vs Persib 2-1

Persija (Jakarta Pusat) 4 3 1 0 6-1 7

PSMS (Medan) 5 3 1 1 7-4 7

Persib (Bandung) 5 3 0 2 11-6 6

PSDS (Deli Serdang) 5 2 2 1 5-3 6

Persitara (Jakarta Utara) 4 1 0 3 3-9 2

PS Bengkulu (Bengkulu) 5 0 0 5 3-12 0

Persija (Jakarta Pusat) 5 3 2 0 7-2 8

PSMS (Medan) 5 3 1 1 7-4 7

Persib (Bandung) 5 3 0 2 11-6 6

PSDS (Deli Serdang) 5 2 2 1 5-3 6

Persitara (Jakarta Utara) 5 1 1 3 4-10 3

PS Bengkulu (Bengkulu) 5 0 0 5 3-12 0

Perkiraan:

***) Persitara vs Persija 1-1

Putaran II

Minggu, 10 Januari 1988:

Persib vs Persitara 3-0

Minggu, 17 Januari 1988:

PS Bengkulu vs Persija 2-2

Minggu, 24 Januari 1988:

PSMS vs PSDS 0-0

Persija vs Persitara 6-1

Persib vs PS Bengkulu 3-1

Sabtu, 30 Januari 1988:

Persitara vs PS Bengkulu 0-0

Minggu, 31 Januari 1988:

Persija vs Persib 3-3

Senin, 8 Februari 1988:

PS Bengkulu vs PSMS 1-1

Persitara vs PSDS 1-2

Minggu, 14 Februari 1988:

Persitara vs PSMS 2-2

Selasa, 16 Februari 1988:

Persib vs PSDS 2-0

Minggu, 21 Februari 1988:

PS Bengkulu vs PSDS 3-0

Persib vs PSMS 1-2

Persib (Bandung) 10 6 1 3 23-12 13

Persija (Jakarta Pusat) 8 4 4 0 18-8 12

PSMS (Medan) 9 4 4 1 12-8 12

PSDS (Deli Serdang) 9 3 3 3 7-9 9

PS Bengkulu (Bengkulu) 10 1 3 6 10-18 5

Persitara (Jakarta Utara) 10 1 3 6 8-23 5

Persija (Jakarta Pusat) 10 5 5 0 22-9 15

Persib (Bandung) 10 6 1 3 23-12 13

PSMS (Medan) 10 4 5 1 12-8 13

PSDS (Deli Serdang) 10 3 3 4 8-13 9

PS Bengkulu (Bengkulu) 10 1 3 6 10-18 5

Persitara (Jakarta Utara) 10 1 3 6 8-23 5

Perkiraan:

***) Persija vs PSMS 0-0

***) Persija vs PSDS 4-1

Wilayah Timur

Putaran I

Minggu, 1 November 1987:

PSIS vs Persebaya 0-1

PSM vs Persiba 1-0

Persipura vs Perseman 1-1

Kamis, 5 November 1987:

Perseman vs Persiba 1-1

Minggu, 8 November 1987:

PSM vs Persebaya 1-0

Senin, 9 November 1987:

Persipura vs Persiba 1-1

Jumat, 13 November 1987:

Perseman vs Persebaya 1-2

Selasa, 17 November 1987:

PSM vs PSIS 2-1

Persipura vs Persebaya 0-2

Minggu, 22 November 1987:

Persipura vs PSIS 2-2

Kamis, 26 November 1987:

Perseman vs PSIS 1-1

Minggu, 29 November 1987:

Persiba vs Persebaya 2-1

Minggu, 6 Desember 1987:

Persiba vs PSIS 2-0

Perseman vs PSM 3-1

Kamis, 10 Desember 1987:

Persipura vs PSM 3-0

Persebaya (Surabaya) 5 3 0 2 6-4 6

Persiba (Balikpapan) 5 2 2 1 6-4 6

PSM (Ujungpandang) 5 3 0 2 5-7 6

Persipura (Jayapura) 5 1 3 1 7-6 5

Perseman (Manokwari) 5 1 3 1 7-6 5

PSIS (Semarang) 5 0 2 3 4-8 2

Putaran II

Senin, 14 Desember 1987:

Perseman vs Persipura 0-1

Minggu, 10 Januari 1988:

Persebaya vs PSIS 3-1

Persiba vs PSM 3-0

Jumat, 15 Januari 1988:

PSIS vs PSM 1-0

Rabu, 20 Januari 1988:

Persebaya vs PSM 1-0

Minggu, 24 Januari 1988:

PSIS vs Persiba 0-0

***) ditunda karena hujan. Babak II (45 menit lagi) pada Senin, 25 Januari 1988 pagi.

Senin, 25 Januari 1988 pagi

PSIS vs Persiba 2-0

Minggu, 7 Februari 1988:

Persebaya vs Perseman 4-2

Minggu, 21 Februari 1988:

Persebaya vs Persipura 0-12

PSM vs Perseman 2-0

Persebaya (Surabaya) 9 6 0 3 14-19 12

Persipura (Jayapura) 7 3 3 1 20-6 9

Persiba (Balikpapan) 7 3 2 2 9-6 8

PSM (Ujungpandang) 9 4 0 5 7-12 8

PSIS (Semarang) 8 2 2 4 8-11 6

Perseman (Manokwari) 8 1 3 4 9-13 5

Persebaya (Surabaya) 10 6 1 3 15-20 13

Persipura (Jayapura) 8 3 3 2 21-8 9

Persiba (Balikpapan) 8 3 3 2 10-7 9

PSM (Ujungpandang) 10 5 0 5 9-13 10

PSIS (Semarang) 8 2 2 4 8-11 6

Perseman (Manokwari) 8 1 3 4 9-13 5

Perkiraan:

***) Persebaya vs Persiba 1-1

***) PSM vs Persipura 2-1

Babak “6 Besar” (di Stadion Utama, Senayan, Jakarta)

Selasa, 15 Maret 1988:

Persebaya vs PSMS 2-0

Persija vs Persipura 2-1

Rabu, 16 Maret 1988:

Persib vs Persiba 1-0

Kamis, 17 Maret 1988:

Persija vs PSMS 2-0

Persebaya vs Persipura 4-2

Sabtu, 19 Maret 1988:

Persebaya vs Persiba 1-0

Persib vs Persija 1-1

Minggu, 20 Maret 1988:

PSMS vs Persipura 1-1

Senin, 21 Maret 1988:

Persib vs Persebaya 3-3

Persija vs Persiba 2-0

Rabu, 23 Maret 1988:

Persib vs PSMS 0-0

Persiba vs Persipura 2-2

Kamis, 24 Maret 1988:

Persija vs Persebaya 0-0

Jumat, 25 Maret 1988:

Persib vs Persipura 2-0

PSMS vs Persiba 1-1

Persebaya (Surabaya) 5 3 2 0 10-5 8

Persija (Jakarta Pusat) 5 3 2 0 7-2 8

Persib (Bandung) 5 2 3 0 7-4 7

PSMS (Medan) 5 0 3 2 2-6 3

Persiba (Balikpapan) 5 0 2 3 3-7 2

Persipura (Jayapura) 5 0 2 3 6-11 2

Grandfinal (di Stadion Utama, Senayan, Jakarta)

Minggu, 27 Maret 1988:

Persebaya vs Persija 3-2 (perpanjangan waktu)

Iklan

38 Comments »

  1. 1

    publik jawa timur dan media massanya banyak yang masih beranggapan bahwa green force juara musim 1987,skarang kita tahu faktanya. taon 80-an ampe awal 90-an publik surabaya geregetan banget ama persib.abiz persebaya gak pernah mampu ngalahin persib didekade ini. partai kedua tim di 6 besar yg berakhir 3-3 merupakan pertandingan paling seru di musim itu. kata babe disiarin TVRI tuh.persib taon 80an emang lagi the dream team.sementara persebaya gak ngerasa kalah kualitas.sedang persija paling apes mereka slalu diunggulkan karena punya materi pemain terbaik tapi selalu gagal karena keberuntungan

    • 2
      mamet Says:

      Tahun 80-an, Persib boleh dibilang raja Perserikatan meski sempat main pula di Divisi I. Kenapa Persebaya dan Persija kurang ngetop meski Persebaya akhirnya juara di tahun 1988? Penyebabnya karena kompetisi perserikatan masa itu adalah kompetisi kelas dua, kalah kelas dengan Galatama. Nah di Galatama itu tim-tim asal Surabaya (Niac Mitra) dan Jakarta (Warna Agung, IM, Jayakarta) menguasai arena dan pemainnya mendominasi timnas saat itu. Saat itu, pemain-pemain terbaik di Surabaya dan Jakarta masuk Galatama, jadi Persebaya dan Persija hanya sisa-sisa. Sebaliknya yang terjadi di Bandung, pemainnya terbaiknya masuk Persib sementara di klub Galatamanya, Sari Bumi Raya menjadi bulan-bulanan tim-tim asal Surabaya, Jakarta, dan Medan (Pardedetex).

  2. 3
    aguz banderaz Says:

    mamet : sebenarnya tidak juga,..perserikatan menurut saya sebenarnya kompetisinya jauh lebih baik dari galatama,..meski galatama yang lebih di utamakan PSSI,.saat jadi peringkat IV asian games 1986 pemain inti timnas kita mayoritas diperkuat pemain perserikatan seperti Ponirin Meka,Sutrisno (PSMS), Robby Darwis (Persib),M.Yunus,Patar Tambunan,Azhary Rangkuti,Marzuki Nyakmad (Persija),Yonas Sawor, Adolf Kabo (Perseman). hanya beberapa dari galatama seperti Zulkarnaen Lubis (Kramayudha), Elly Idris (Pelita Jaya), Ricky Yacob (Arseto)juga si Abdul Rahman Gurning. Begitupun saat juara Sea Games 1987 pemain inti timnas kita adalah dari kompetisi perserikatan Ponirin Meka (PSMS), Robby Darwis (Persib),M.Yunus,Marzuki Nyakmad,Patar Tambunan,Azhary Rangkuti (Persija),Ribut Waidi (PSIS). dari galatama hanya Rully Neere (Pelita Jaya),Jaya Hartono (Niac Mitra),Ricky Yacob dan Nasrul Koto (Arseto). bahkan saat timnas pra olimpiade kita babak belur di babak2 awal pra olimpiade 1988 dengan mengandalkan pemain2 galatama (yang akhirnya 6 orang terkena kasus suap yakni Bambang Nurdiansyah,Robby Maruanaya,Elly Idris,Louis Mahodim,Berti Tutuarima dan satu lagi saya lupa) akhirnya PSSI memanggil para pemain perserikatan,.bahkan (Alm) Sucipto Suntoro pun mengkritik PSSI yang menurutnya terlalu meng-anaktirikan pemain2 perserikatan,.”pemain perserikatan itu lebih punya motivasi kalo membela timnas daripada galatama” kata beliau,.dan terbukti akhirnya indonesia mampu mengalahkan singapore 2-1 dan hanya kalah 1-2 dari jepang setelah mengandalkan pemain2 perserikatan. justru era itu menurut saya kompetisi perserikatan jauh lebih semarak dan berkualitas ketimbang galatama. karena saya nilai pemain galatama saat itu motivasinya telah berkurang karena telah berorientasi pada materi,.sehingga skill tinggi mereka tak tereksplorasi dengan baik,.beda dgn perserikatan yang pemainnya harus menyuguhkan yang terbaik karena tekanannya lebih besar dari penonton. era itupun persebaya dipenuhi para pemain2 terbaik baik yang dari kompetisi intern seperti Muharrom Rusdiana,Budi Juhanis,Hartono,Mustaqim maupun alumnus niac mitra seperti Wayan Diana,Djoko Malis,Rae Bawa,Syamsul Arifin,Ferrel Hattu dll. juga alumni galatama seperti maura Hally. merdeka games 1984 muharrom rusdiana dan Budi Juhanis masuk timnas,.Pra Piala Dunia 1990 Putu yasa,Maura Hally dan Mustaqim yang masuk tim.

  3. 4
    mamet Says:

    Makasih agus, ini aku copykan salah satu artikel yang dimuat di facebook Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang membuktikan bahwa Galatama di atas Perserikatan:

    Indonesia di Pra Piala Dunia 1986 ( Khusus untuk Pecinta GARUDA )
    oleh Tim Nasional Sepakbola Indonesia pada 28 Maret 2010 jam 16:33

    Piala Dunia (World Cup) 2010 akan digelar di Afrika Selatan, 11 Juni – 11 Juli 2010 mendatang. Dalam sejarahnya, apakah tim nasional (timnas) Indonesia pernah berlaga di putaran final Piala Dunia?

    Terlepas dari itu, dalam kesempatan kali ini, NMR akan bercerita tentang timnas Indonesia yang berjuang di Pra Piala Dunia (Pre World Cup) 1986 yang digelar pada tahun 1985. Dalam masa dan event inilah yang dianggap oleh masyarakat pencinta sepak bola Indonesia sebagai era generasi emas timnas Indonesia di arena (Pra) Piala Dunia.

    Kisah berawal pada tahun 1984 ketika PSSI membentuk tiga timnas, dua di antaranya adalah timnas Indonesia Galatama (dikenal dengan nama timnas PPD) dan timnas Indonesia Perserikatan. Maklum, setahun ke depan (1985), Indonesia akan menghadapi dua event besar yaitu Pra Piala Dunia 1986 dan SEA Games XIII/1985. Pada masa ini, event SEA Games (Asian Games dan Olympic Games) belum menerapkan para pemain U-23 plus. Selain kedua timnas itu, PSSI pun membentuk timnas Indonesia ABRI yang dipersiapkan untuk turnamen persahabatan Piala Malindo (Malaysia-Indonesia).

    Pada masa ini, timnas Indonesia yang “beruntung” pada Pra Piala Dunia 1986 ialah timnas Indonesia Galatama. Sementara timnas Indonesia Perserikatan dikirim ke Pesta Sukan I/1985 di Brunei Darussalam (peringkat ke-4) dan SEA Games XIII/1985 di Thailand (peringkat ke-4).

    Meskipun berlabel timnas Indonesia Galatama, sesungguhnya timnas PPD 1986 itu tidak “murni” Galatama karena kenyataannya ada tambahan yaitu tiga pemain (Hermansyah, Marzuki Nyakmad, dan Sain Irmis) yang dipinjam dari timnas Indonesia Garuda (timnas Indonesia U-23) dan satu-satunya pemain kompetisi Perserikatan (Adolf Kabo dari Perseman Manokwari).

    Berikut ini adalah ke-24 pemain timnas PPD 1986 yang diasuh Benny Mulyono (manajer), Sinyo Aliandu (pelatih), dan Salmon Nasution (asisten pelatih): Donny Latuperissa, Ferel Raymond Hattu (NIAC Mitra), Haryanto (eks UMS ’80), Elly Idris, Rully Nere, Zulkarnaen Lubis, Bambang Nurdiansyah, Herry Kiswanto, Ristomoyo, Syafrudin Fabanyo, M. John (Yanita Utama), Yusuf Bachtiar, Agusman Riyadi (Perkesa ’78), Aun Harhara, Wahyu Tanoto (Tunas Inti), Dede Sulaiman (eks Indonesia Muda), Lasdi Arman (Semen Padang), Warta Kusuma, Dudung Abdullah (Warna Agung), Tonggo Tambunan (Arseto), Hermansyah, Marzuki Nyakmad, Sain Irmis (timnas Indonesia Garuda), dan Adolf Kabo (Perseman).

    Dalam perkembangannya, PSSI menambah para pemain baru yaitu para pemain dari Indonesia Garuda (Budiawan, Patar Tambunan, Azhary Rangkuty, Anjar Rachmulyono, dan Hengky Siegers), serta Noach Merriem (Galasiswa), Didik Darmadi (Persija), dan Suliyanto (Warna Agung).

  4. 5
    mamet Says:

    Dan ini daftar pemain timnas saat merebut emas SEA Games Manila 1991

    Aji Santoso Arema
    Bambang Nurdiansyah Kalau Gak Salah Pelita Jaya
    Eddy Harto KTB
    Erick Ibrahim Gelora Dewata
    Ferril Hattu Petrokimia Putra
    Hanafing Bima Kencana atau Niac Mitra saya lupa
    Heriansyah Lupa
    Herry Setiawan Pelita Jaya
    Kashartadi KTB
    Maman Suryaman Pelita Jaya
    Peri Sandria KTB
    Rochy Putiray Arseto
    Robby Darwis Persib
    Salahuddin Barito Putra
    Sudirman Arseto
    Toyo Haryono KTB
    Widodo Putro Warna Agung
    Yusuf Ekodono Persebaya

  5. 7
    mamet Says:

    Ini adalah susunan pemain Indonesia saat melawan Australia dalam pertandingan Pra Piala Dunia 1982.

    Indonesia-Australia 0-2, XII.FIFA World Cup 1982, Preliminaries, Group stage
    (Melbourne-Olympic Park-20.05.1981)
    Indonesia:Purwono (GK), Simson Rumahpasal, Didik Darmadi, Suharno, Ronny Pattinasarani, Subangkit, Waskito, Bambang Nurdiansyah, Zulham Effendy, Rully Nere, Berti Tutuarima (Wahyu Tanoto).
    Australia:Allan Maher(GK), Steve Perry(Peter Katholos), Steve Blair, John Yzendoorn, Jim Tansey, Murray Barnes, Tony Henderson, Alan Davidson, Peter Shane, Gary Cole, John Kusmina.
    Scorers: 0-1 29’John Kusmina,0-2 33’Alan Davidson

    Purwono Niac Mitra
    Simson Rumahpasal Warna Agung
    Didik Darmadi Persija
    Suharno
    Ronny Patinasarani Warna Agung
    Subangkit Jaka Utama
    Waskito Persebaya
    Bambang Nurdiansyah Pelita Jaya
    Zulham Effendy PSMS
    Rully Neere Warna AGung
    Berty Tutuarima Warna Agung
    Wajyu Tanoto Tunas Inti

  6. 8
    aguz banderaz Says:

    mamet : tentang tim pra piala dunia 1986,.kalo anda mengalami sendiri masa itu terjadi polemik di internal timnas dan PSSI,.yakni kala pelatih sinyo aliandoe menafikan bakat-bakat hebat dari perserikatan macam budi juhanis,robby darwis,ponirin meka,adeng hudaya,ajat sudrajat,yonas sawor,surul lengu,sakum nugroho,dede iskandar, adolf kabo dll,.(adolf kabo dan didik darmadi akhirnya pun digantikan pemain lain dan tak pernah dimainkan satu pertandingan pun). mulai sucipto suntoro sampai ronny patti mengkritik sinyo aliandoe yang hanya mengutamakan pemain galatama. itu dikarenakan permainan tim PPD 1986 yang mengandalkan permainan safety football alias mengamankan hasil pertandingan. sehingga ciri main PSSI yang menyerang dan trengginas yang menjadi favorit publik bola nasional di era2 sebelumnya di ubah dengan permainan bertahan dengan mengandalkan serangan balik cepat yang di kreatori herry kiswanto sebagai libero yg mampu menjadi jangkar ke rully neere dan zulkarnaen lubis yang sama-sama punya dribbling aduhai,.makanya di depan ditaruh striker yang punya kecepatan dan oportunis (dede sulaiman) dan bambang nurdiansyah yang dribblingnya biasa saja namun bertipe eksekutor sejati. tim PPD pun menerima kritik keras karena permainannya yang menjemukan dan keluar dari pakem permainan timnas era-era sebelumnya yang menghibur penonton dgn permainan cepat dan rancak. sucipto soentoro sampai meminta aliandoe memasukkan nama budi juhanis dan ajat sudrajat yang di anggap sucipto punya teknik dan jalan keluar bagi permainan timnas yg menjemukan dan minim gol. bahkan sucipto mengatakan aliandoe mengambil beberapa pemain yang kemampuannya dibawah para pemain perserikatan di atas,.terbukti saat melawan korsel yang memiliki speed dan power serta determinasi tinggi timnas PPD 1986 kepayahan,.alhasil para kolumnis bola saat itu mengatakan kalau ada pemain perserikatan yg disebutkan di atas mungkin tiket piala dunia bisa kita raih. dan saat itu sampai terjadi protes dari pengurus bola perserikatan yang mengatakan bahwa pengurus PSSI saat itu telah menerima pesanan pengurus bola galatama agar pemain klub2 galatama yg lebih berduit diutamakan. hingga ribut-ribut ini sampai membesar ke media massa. pada final sea games 1987 ganti pemain-pemain galatama yg ribut gara-gara “konon” ketum PSSI kardono memberi “bonus lebih” untuk pemain yg dari perserikatan ketimbang galatama setelah juara sea games. era itu memang konon terjadi persaingan antara pengurus PSSI yang pro galatama dan pro perserikatan meskipun yang galatama kebanyakan lebih di utamakan karena status galatama yg dianggap semipro sementara perserikatan amatir. dan jangan salah banyak pemain hebat perserikatan yg era 1980an enggan pindah ke galatama walau di iming-imingi gaji besar karena lebih mengincar status PNS selain fanatisme pada timnya seperti Budi Juhanis yg pernah diminati Arseto, UMS 80 dan Niac Mitra. juga Putu Yasa yg enggan berpaling dari persebaya meski Niac Mitra menawari gaji besar bersama maura hally,begitupula M.yunus,patar tambunan,marzuki nyakmad,azhary rangkuti,tony tanamal dan kamaruddin betay bahkan bertahan sampai era liga indonesia. dan pemain hebat galatama pun kebanyakan awalnya berkiprah di perserikatan seperti ricky yacob,jaya hartono,zulkarnaen lubis,abdul rahman gurning, dll (PSMS),herry kiswanto (persib),rully neere (persipura dan persija),wayan diana,rae bawa,hadi ismanto,riono asnan (persebaya),..

  7. 9
    aguz banderaz Says:

    mamet : timnas juara sea games 1991 saat itu bambang nurdiansyah bermain di pelita jaya,.heriansyah arseto dan hanafing di mitra surabaya. dan memang pemain2 galatama saat itu lebih diutamakan karena statusnya, karena prinsip PSSI pemain yang sudah matang di perserikatan harus pindah ke galatama. bahkan PSSI sempat mengancam akan memberi sanksi pemain2 yg sudah dianggap bintang di perserikatan yg enggan ke galatama meski akhirnya urung di lakukan. semenjak galatama muncul pada 1979, maka perserikatan pun jadi kurang diutamakan untuk timnas karena galatama dianggap universitasnya sepakbola nasional. meski perserikatan pun akhirnya juga diperhatikan lebih oleh PSSI karena animo penontonnya jadi ladang keuntungan buat PSSI. jadi terpilihnya lebih banyak pemain galatama ketimbang perserikatan di PPD 1986 dan sea games 1991 saat itu bukan gambaran galatama lebih berkualitas daripada perserikatan. namun lebih pada pesanan PSSI,klub dan juga selera pelatih. di era bertje matulapelwa jadi pelatih menggantikan sinyo aliandoe beliau lebih berselera pada pemain perserikatan. terbukti di Asian Games 1986 dan Sea Games 1987 meski pada akhirnya di pra olimpiade 1988 beliau memanggil lebih banyak pemain galatama, namun akibat 6 pemain saat itu terkena kasus suap (kesemuanya dari galatama), beliau langsung memanggil para pemain pengganti dari perserikatan menggantikan 6 pemain yg di skors PSSI karena kasus suap.

  8. 10
    aguz banderaz Says:

    mamet : untuk pra piala dunia 1982, suharno seingat saya bermain untuk niac mitra atau perkesa 78. sedang bambang nurdiansyah bukan pelita jaya tapi arseto. nah,.kalau era awal 1980an ini memang perserikatan lagi mandul pemain bintang dikarenakan pemain2 topnya sudah pindah ke galatama yg awal-awal berdirinya memang banjir peminat. alhasil saat galatama 1979/1980 di helat, kompetisi perserikatan 1980 (yang dijuarai Persiraja) memunculkan bintang2 usia muda macam ricky yacob dari PSMS (akhirnya diambil arseto) atau gaffar hamzah dari PSM yg akhirnya ke makassar utama. karena pemain2 legendaris perserikatan semuanya sudah hijrah ke galatama macam iswadi idris dan anjas asmara dari persija ke jayakarta, ronny patti dari PSM ke Warna agung,Ronny Paslah dari persija ke IM,Hadi Ismanto dari persebaya ke IM,abdul kadir dari persebaya ke arseto,juga joko malis dari persebaya ke niac mitra. jadi banyaknya pemain galatama ketimbang pemain perserikatan di timnas era itu lebih pada kebijakan PSSI dan kembali pada selera sang pelatih. kalau pelatihnya idealis dan sedikit pemberontak biasanya mereka melawan keinginan PSSI seperti bertje matulapelwa.

  9. 11
    mamet Says:

    agus, aku berkesimpulan karena kita beda domisili maka pengalaman yang kita rasakan juga berbeda. Pengalamanku di surabaya pada tahun 80-an, Galatama begitu hebat. Banyak sekali klub galatama bermunculan di jawa timur seperti NIAC Mitra, Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS), Perkesa 78, Bentoel Jember, Petrokimia Gresik, dan Arema. Saat itu, setiap NIAC Mitra main, stadion Gelora 10 November selalu penuh penonton, mengalahkan Persebaya. Bahkan saat tim Persebaya juara Perserikatan 1987 main pun, masih kalah dengan NIAC Mitra. Padahal di Persebaya juga tak kalah hebat, ada dua pemain timnas, Putu Yasa dan Yusuf Ekodono. Di Malang juga seperti itu, setiap Arema main, stadion Gajayana selalu penuh dibanjiri aremania. Berbanding terbalik saat Persema main. Di Gresik, Petrokimia Putra yang galatama dan Persegres yang perserikatan pun suasananya tak beda dengan Surabaya dan Malang. Mungkin di Bandung agak berbeda.

    • 12
      novanmediaresearch Says:

      Domisili merupakan salah satu faktor mengapa suasana (pandangan) kita berbeda. Sumber bacaan yang dibaca pun bisa berbeda. Mas Mamet menulis Persebaya menjadi juara Perserikatan 1987. Padahal, saya telah berulang kali “meluruskannya” menjadi 1988. Jangankan anda, malah sebagian media pun masih tetap menulis 1987. Itulah megapa saya lebih tertarik pada media-media yang sejaman.
      Ohya, perihal suasana tadi, suasana Bandung berbeda. Di Bandung, Persib dan Bandung Raya bagaikan langit dan bumi. Karenanya, media-media di Bandung lebih lengkap dalam informasi Perserikatan. Itulah mengapa data-data NMR masih banyak (lengkap) pada Perserikatan dan bukannya Galatama. Untuk data-data Galatama tampaknya saya perlu berkunjung ke “redaksi” Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    • 13
      ibrahim Says:

      bung mamet…. mungkin bisa bantu saya ke jawapos. untuk melacak info sepakbola PON, kebetulan dari PON 1993-2008, saya punya datanya. e-mail saya : bra_em@yahoo.co.id

  10. 14
    mamet Says:

    Novan, aku nulis 1987 karena salah nulis aja, bukan karena bacaan saya koran Jawa Timur. Lebih tepat lagi kalau ditulis musim kompetisi 1987-1988. Karena berakhirnya 1988, memang lebih enak kalau disebut Persebaya juara perserikatan 1988.

    Bung Novan, saya sudah 20 tahun tinggal di jakarta, jadi bacaan saya selama ini ya koran di jakarta. Bahkan sejak SMA di Surabaya pun saya sudah rutin membaca tabloid Bola yang saat itu merupakan suplemen Kompas.

    Saya hanya menyampaikan penilaian aja bahwa mutu galatama di atas perserikatan. Salah satu indikatornya adalah skuad timnas pada era 19881-1991 didominasi pemain galatama seperti yang saya sebutkan di atas . Indikator lainnya adalah jumlah penonton. Fenomena ini terjadi hampir di sebagian besar kota-kota utama di Indonesia kecuali Bandung. Karena di saat hampir semua pemain top perserikatan pindah ke galatama, pemain-pemain bola Bandung masih setia di Persib. Tak heran jika klub galatama asal Bandung, Sari Bumi Raya menjadi lumbung gol klub papan atas spt IM, Jayakarta, Warna Agung, dan NIAC Mitra. Di kota lain seperti Surabaya dan Jakarta, pemain-pemain topnya pindah ke Galatama. Sebaliknya tim perserikatan mereka, Persija dan Persebaya kalah matang dengan tim-tim yang saat itu hanya kelas dua. Maka tak heran, di awal-awal galatama pernah terjadi final perserikatan antara Persiraja dan Persipura.

    Bung Novan, untuk melengkapi data galatama yang anda miliki, anda tidak perlu ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, cukup ke Jakarta saja, misalnya ke Bola. Jakarta galatamanya jauh lebih hebat dibanding Jateng dan Jatim.

    • 15
      novanmediaresearch Says:

      Itu “teori” saya: “Setiap tim memiliki masa kejayaan dan gelar juara hanyalah soal waktu”. [Dikutip dari “Persib ’86: Lahirnya Kembali Generasi Emas Persib”].

  11. 16
    aguz banderaz Says:

    mamet @ hahaha saya juga lama dan tinggal di surabaya saat jaya-jayanya galatama,.waktu perkesa masih 78 sidoarjo belom jadi mataram,.ya betul saat niac mitra eranya fandi ahmad penonton niac mitra jauh mengalahkan penonton persebaya,.saat persebaya juara 1988 yusuf ekodono tidak masuk di tim,.entah kalo cadangan,.pemain timnas dari 88 putu yasa,muharrom rusdiana,budi johannis, maura hally dan mustaqim, namun budi juhanis dan muharrom dipanggil timnas hanya saat turnamen non resmi seperti piala kemerdekaan dan merdeka games, sedang subangkit saat masih maen di galatama sempat tampil di PPD 1982. ini inti tim persebaya juara perserikatan 1988 ; putu yasa (kiper),subangkit,nuryono haryadi,muharrom rusdiana,usman hadi,aries sainyakit,yongky kastanya,maura hally,busi juhanis,mustaqim dan syamsul arifin si arek malang.
    beberapa cadangannya zaenal suripto,rae bawa dll. dan seingat saya tim-tim galatama yang penuh penontonnya niac mitra,pelita jaya,kramayudha dan semen padang,baru kemudian muncul arema. saat ramai-ramainya kasus suap galatama semakin ditinggalkan penonton,.hanya penonton surabaya dan malang yg masih fanatis. di malang persema tetap banjir dukungan karena beda wadah dengan arema,.meski saat persema maen di perserikatan awal 1990an spanduk penonton kebanyakan arema. orang malang pun sejatinya dulu adalah pendukung niac dan persebaya sebelum terjadinya keributan antar arek surabaya dan arek malang di konser iwanfals di tambaksari pada agustus 1990 yang mengakibatkan anak malang semakin kuat fanatisnya terhadap arema dan bermusuhan dengan anak surabaya. persija tahun 1980an adalah the dream team yg selalu di jauhi dewi fortuna dan mereka bukan tim kelas dua. disana ada kumpulan pemain timnas agus waluyo (kiper), Marzuki Nyakmad,M.Yunus,Patar tambunan,Azhary Rangkuti,tony tanamal,didik darmadi,rachmad darmawan dan kamaruddin betay. meski belom ada the jak, saat itu setiap tampil penonton persija selalu ramai dan mengelu-elukan persija meski tak se-fanatis pendukung tim lain karena magnet nama-nama di atas. mereka tak pernah juara era 80an perserikatan bukan karena mereka tim kelas dua namun lebih pada karena dewi fortuna yg tidak menaungi mereka, seperti belanda 1970an jamannya johan cruyyf, hungaria 1950an jamannya puskas atau brazil 1982 jamannya zico.

  12. 17
    bandot tua Says:

    era 1980an dan 1990an persib memang tim berteknik paling baik itu diakui budi juhanis dalam satu wawancara di koran. dan kompetisi perserikatan tidak kalah mutu dari galatama, era itu permainan yang menghibur saya rasa hanya persija dan persib sedang galatama hanya pelita jaya,kramayudha dan niac mitra.

  13. 18
    edi bayonet Says:

    mamet : saya tidak sepakat dengan anda,..karena sejatinya Sari Bumi Raya saat itu memang kurang didukung oleh publik bandung karena seingat saya berasal dari jakarta atau jogja,.pemainnya pun jarang putra daerah bandung kebanyakan ngambil dari jakarta,.yang lebih fair sebenarnya karena memang era 980a sampai pertengahan 1990an jawa barat dan tatar pasundan adalah kiblat sepakbola nasional,.banyak pemain2 bagus pasundan yang tidak di persib akhirnya menjadi bintang di luar jabar,.misal Herry Kiswanto di Pardedetex,Yanita Utama,Kramayudha Tiga Berlian,.Yusuf Bachtiar di Perkesa 78 sidoarjo,Djajang Nurdjaman di Mercu Buana Medan,Dede Sulaiman di IM jakarta,Warta Kusuma dan Dudung Abdullah di Warna Agung Jakarta dan banyak lagi,.bahkan Kekey Zakaria yang masih pemain yunior persib saat perserikatan 1987/1988 akhirnya menjadi andalan di Petrokimia putra Gresik bersama putra-putra Jabar lainnya macam Yadi Mulyadi,Encang Ibrahim,Kalbaryanto dan Yohannes Gatot (Persegres),jadi kuatnya persib saat itu karena memang era itu Jawa Barat dipenuhi talenta-talenta hebat sepakbola sehingga yang tidak masuk di persib akhirnya bermain di luar,.seandainya mereka main di Sari Bumi Raya,prestasi SBR hasilnya mungkin lain,.

  14. 19
    mamet Says:

    Bung Novan, kalau soal diaspora pemain di era itu, Surabaya, ingat Surabaya BUKAN Jatim, tidak kalah hebat dengan Jabar. Saat itu pemain-pemain dari Surabaya menyebar di beberapa klub galatama. Selain di Niac Mitra yang saat itu lagi ngetop-ngetopnya (Arsenal aja kalah) pemain asal Surabaya ada di IM: Hadi Ismanto, Jonhy Fahamsyah, dan Joko Irianto (PSSI Binatama seangkatan Budi Juhanis), UMS 80: Hartono, Pelita Jaya: Bonggo Pribadi. Di Tunas Inti ada Riono Asnan, di Warna Agung ada Budi Riva dan Risdianto. Bahkan Joko Malis dan Rudy Kelces yang sudah dua kali memberi gelar untuk Niac Mitra pun bermain di Yanita Utama. Di Arseto ada Abdul Kadir dan Lulut Kistono. Di Jaka Utama Lampung pun ada penjaga gawang M Asyik, Subangkit, dan Maura Helly. Mereka juga yang membawa Lampung meraih medali emas PON yang kemudian menginspirasi pemain-pemain Jatim untuk meraih medali emas PON empat kali berturut-turut. Medali emas PON untuk Jatim pertama kali tahun1996 (Eri Irianto cs), PON 2000 (Bejo, Uston), PON 2004 (Endra Prasetya dkk), dan PON 2008 (Andik Vermansyah).

    Seandainya saja saat itu pemain Surabaya di luar Niac Mitra bermain untuk Persebaya, situasinya pasti akan beda bung. Itu baru Surabaya, belum lagi kalau pemain-pemain Jatim lainnya bersatu. Jadi soal talenta pemain, saya rasa Jawa Timur di atas Jawa Barat bung. Ingat jumlah klub asal Jatim di ISL.

    Era berikutnya apalagi bung, Jatim jauh di atas Jabar. Sejak 1995, klub Jabar hanya dua kali juara, yaitu Persib (itu pun belum tentu juara kalau goal Jacksen Tiago tidak dianulir) dan Bandung Raya, sedangkan Jatim sudah enam kali, Persebaya (2x), Persik (2x), Petrokimia, dan Arema. Belum lagi PON bung, pertandingan resmi antar provinsi, Jatim sudah 4x berturut-turut juara, Jabar??????????

  15. 20
    mamet Says:

    Satu lagi lupa, Bambang Nurdiansyah yang gak kepilih Persebaya saat juara Perserikatan aja, akhirnya bermain untuk Arseto.

  16. 21
    mamet Says:

    Maaf, dua jawaban saya sebelumnya bukan untuk bung novan, tapi bung edi bayonet. Makasih

  17. 22
    aguz banderaz Says:

    mamet & edi : saya akan menilai secara obyektif dan rasional tanpa memihak dan bersikap netral serta sportif. ya sejatinya sepakbola indonesia itu sebenarnya kekuatannya merata, era 1980an sampai pertengahan 1990an bandung atau Jawa Barat bisa dibilang sebagai kiblat sepakbola nasional,.banyak pemain bintang lahir disana meski daerah lain juga banyak yang bagus semisal sumatera utara. namun setelah generasi emasnya pensiun lambat laun regenerasi di jawa barat tidak berjalan baik sehingga terjadilah kemunduran prestasi hingga akhirnya di era 2000an surabaya-jawa timur bisa dibilang menjadi kiblat bola nasional,pembinaan pemain usia dini serta kompetisi regional yg berjalan kontinyu menjadi salah satu kesuksesan tim2 jawa timur saat ini.saya sangat mengagumi fanatisme persib akan produk lokal, disaat mereka sebagai satu2nya tim yang anti pemain asing sampai akhirnya mereka memakai pemain asing tahun 2003,.padahal sejak 1996 klub2 tradisional perserikatan lain macam PSMS,Persija,Persebaya dan PSM sudah memakai jasa legiun asing. sebenarnya setiap daerah daerah punya eranya masing-masing,.bagaimana kita ingat makassar-sulsel dengan Ramang,Suardi arlan,Maulwi saelan serta M.Basrinya pernah menguasai jagat bola nasional era pertengahan 1950an sampai pertengahan 1960an,.kemudian sumatera utara dengan Ronny Paslah,Ipong Silalahi,Anwar Ujang,Yuswardi,Sarman Panggabean,Nobon,Parlin Siagian dkk begitu mendominasi jagat bola nasional pertengahan 1960an sampai pertengahan 1970an, bahkan saat itu tim sekelas PSDS Deli Serdang,PSL langkat serta PSKB Binjai mampu lolos ke babak utama 12 besar disenayan,.dan pernah saya baca disalah satu majalah nasional keluaran 1970an sucipto suntoro dipecat dari persija seusai kejurnas PSSI perserikatan 1965/1966 gara-gara kalah dari PSDS dibabak utama di senayan.bahkan saat itu sumatera utara berulang kali jadi juara PON.juga jakarta yg secara domain salah satu kiblat bola nasional karena tempat berkumpulnya para pemain terbaik dari seluruh penjuru negeri,.bandung-jabar mengalami masanya 1980an-1990an,.bagaimana saya ingat diawal-awal liga indonesia di penuhi tim-tim jawa barat seperti Persib,Bandung Raya,Persikab Kab.Bandung,Persita,Persikota,PSB Bogor,Persikabo,Warna Agung Serang.bahkan di tingkat yunior pun Persikasi Kab.Bekasi yang tim seniornya hanya main di divisi I nasional saat itu mampu jadi langganan juara Suratin Cup saat itu. menggambarkan betapa bagusnya perputaran pembinaan sepakbola di kawasan Jabar saat itu. bahkan di liga indonesia 1995/1996 4 tim jawa barat mampu menguasai babak 12 besar yakni Persib,Bandung Raya,Persikab dan Persita dengan Agus suparmannya, dan sekarang eranya surabaya-jawa timur. dan tentang persebaran pemain2 dari jabar ataupun jatim,itu sebenarnya bukan hal yang luar biasa,itu wajar dan lumrah,mengingat jumlah penduduk jabar dan jatim adalah yang terbanyak di negeri ini. jadi kalo ada banyak pemain asal kedua daerah tersebut dimana-mana itu bukan hal luar biasa atau menggambarkan keberhasilan menurut saya,.lebih karena prosentase penduduk yang mayoritas,jadi baik jabar maupun jatim memiliki Sumber Daya Manusia/SDM di sepakbola yang melimpah ruah dibanding daerah lain yang penduduknya jauh lebh sedikit. toh terbukti apapun seabrek pujian buat prestasi tim lokal kita era 2000 ke atas giliran maen di arena internasional sekelas asia tenggara pun tak bertaji. oh ya,.bukan arsenal saja yg pernah dikalahkan tim2 lokal kita,dari jaman dulu kala banyak tim2 kuat luar negeri yg dihantam tim lokal saat maen di indonesia.Ajax dgn Ruud Krol-nya pernah dihantam PSMS 2-4 tahun 1975 di medan,timnas Italia U-23 Pra olimpiade 1980 pernah dikalahkan Persib saat uji c0ba di siliwangi tahun 1979. juga klub serie A Brasil Juventude pernah dihantam Persib di Siliwangi awal 1980an, dan banyak lagi kalo mau disebut satu persatu. oh ya bung mamet,sekedar koreksi seingat saya Lulut ‘doyok’ Kistono tak pernah bermain untuk arseto, tetapi anak surabaya ini justru main di Arema kemudian pindah ke Mitra Surabaya,Barito Putra dan Putra Samarinda. M.Asyik,Subangkit dan Maura hally ditarik seniornya di persebaya Jacob Sihasale (salah satu pemain legendaris) ke jaka utama lampung,karena saat itu Jacob menjadi pelatih Jaka Utama. ya betul bung mamet dalam penilaian saya gol jacksen di final liga indonesia 1994/1995 tidak offside,namun tinta sejarah mengatakan Persiblah sang juara, sama kalau kita berkaca pada final piala dunia 1974 dimana Belanda dirugikan aksi diving juergen Grabowski,atau Jerbar dirugikan gol Kontroversial Geoff Hurst di wembley dalam final piala dunia 1966 yg jels-jelas tidak gol tapi diputuskan gol, atau argentina dirugikan aksi diving Rudi Voeller di Final Piala Dunia 1990.toh nyatanya saat tampil di piala champions asia 1995/1996 Persib tampil tidak memalukan dengan lolos ke perempat final dan hanya kalah tipis 2-3 dari Verdy Kawasaki (jepang),2-4 dari Ilhwa Chunma (korsel) dan 1-2 dari Thai Farmers Bank (thailand) di babak perempat final group.ilhwa chunma akhirnya jadi juara piala champions asia saat itu. sedang Thai Farmers adalah juara champions asia berturut-turut dua periode sebelumnya. membuktikan kalo keberhasilan persib juara liga indonesia 1994/1995 karena kemampuan mereka sendiri bukan faktor nonteknis. bahkan dibabak 16 besar saat itu mereka menumbangkan juara Thailand Bangkok Bank 2-0 di bangkok.padahal saat itu persib hanya mengandalkan pemain full lokal. coba sekarang,era 2000an ini dikandang sendiripun tim-tim juara kita jadi bulan-bulanan tim2 elite asia di ajang kompetisi antarklub asia.itupun padahal sudah diperkuat pemain asing yg dibayar mahal.dan tentang PON, sebelum era 1993 dimana mulai PON 1993 ditetapkan yg tampil di PON adalah pemain usia 23 kebawah, Jatim tidak pernah jadi juara,karena yg tampil di PON sebelum 1993 adalah pemain senior/bebas tanpa pembatasan usia. tak heran kalo sebelum era itu yg jadi juara adalah jabar,sulsel,sumut dan DKI jakarta. setelah era PON 1993 dimana ada pembatasan usia,pembinaan sepakbola di jatim yg bergerak majupun mendapatkan panennya,.mereka 4 kali juara berturut-turut dikompetisi nasional u-23 ini. jadi kesimpulan saya era pertengahan 1980-pertengahan 1990an adalah eranya jabar,.sedang 2000an adalah eranya jatim.

    • 23
      sigid sarsanto Says:

      Jawa Tengah hanya jadi jalan menghubung menuju pemain dari dari Jawa Barat dan Jawa Timur dan sebaliknya….ayo Jateng malu dong…

  18. 24
    suneo Says:

    menurut saya perserikatan lebih baik dari galatama (terbukti klub galatama mati semua) dilihat dari jumlah penonton (ingat senayan yang penuh klu final kompetisi) maupun kualitas pemain, bukankah galatama tidak punya pembinaan pemain sendiri

  19. 25
    erlangga danny Says:

    Buat yg ingin tahu video FINAL PERSERIKATAN Antara PERSEBAYA VS PERSIJA silahkan klik link ini http://forzapersija.blogspot.com/2012/02/video-final-divisi-utama-persija-2-3.html

  20. 26
    panglima sagoe Says:

    mamet@ buat bung mamet persiraja juara perserikatan 1980 melawan persipura di final bukan karena tim-tim lain macam persija,persebaya dan PSM lemah karena ditinggal pemain bagusnya. mereka tetap bagus. namun persiraja dan persipura mampu ke final karena kedua tim memang terbaik saat itu. silahkan buka di blog ini perserikatan 1978 saat persebaya juara. itru eranya rudy kelces,hadi ismanto dkk. tim terbaik persebaya saat juara perserikatan. saat persebaya bertemu persiraja di pool C dalam babak utama di stadion menteng jakarta dikalahkan ibrahim bustaman dkk dari laskar rencong 2-1. ingat bajul ijo ditekuk anak-anak kampung dari ujung utara sumatera, padahal persebaya berlabel tim besar dengan barisan bintang timnas. jadi janganlah beralasan perserikatan 1980 persebaya kurang kuat karena pemainnya pindah ke galatama. itu tidak gentleman namanya bung,.!

  21. 27
    elang Says:

    mamet@ ralat, risdianto dan subangkit anak pasuruan bukan surabaya. Rudy kelces anak situbondo bukan surabaya, bambang nurdiansyah anak malang bukan surabaya, maura hally anak flores kelahiran malang bukan surabaya. Syamsul arifin juga anak malang.

    • 28
      Anonim Says:

      Buat Elang, ralatnya benar kecuzali Maura Hally. Meski lahir di Malang, sejak kecil dia tinggal di surabaya karena orang tuanya yang anggota TNI-AD pindah ke Surabaya. Buat yang lain, meski mereka lahir bukan di Surabaya tapi klub mereka adalah klub-klub Surabaya. Risdianyo dari Asyabbab, Subangkit (Suryanaga), Rudy Kecles (Suryanaga), Bambang (PSAD), Maura Hally (PSAD)

  22. 29
    Anonim Says:

    Buat Agus Banderaz, kalau mau tau Lulut Kistono main di Arseto atau tidak, baca aja ini http://pinggirlapangan.blogspot.com/2013/01/si-kumis-sang-jagal-masa-lalu.html.

    Mamet

    • 30
      aguz banderaz Says:

      ya benar mas mamet, memang lulut pernah di arseto awal karirnya, namun karena sering jd cadangan saya jd alpa kalo dia pernah di arseto. Yg paling saya ingat waktu dia di arema dan mitra surabaya.

  23. 32
    sigid sarsanto Says:

    Tampilkan aja data dan berita bola masa lalu aku rindu juga berita2 galatama dan perserikatan…………makasih ya

  24. 33
    yanes Says:

    gw ngefans banget dgn hadi ismanto dan dede sulaiman (the lagend of football ind), pengen banget poto dgn beliau, alamat facebook or twitter nya apa ya gan ada yg tau gk?? mohon info,…

  25. 34
    yanes Says:

    gw ngefans banget dgn hadi ismanto dan dede sulaiman (the lagend of football ind), pengen banget poto dgn beliau, alamat facebook or twitter nya apa ya gan ada yg tau gk?? mohon info,….

  26. 38
    enjel dan enoi Says:

    bejo kasih nomornya ya enoi dan enjel kangen nih


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: