Asal Mula “Sepak bola Gajah” 1988

Sebagian (besar) dari kita tentu mengenal istilah “Sepak bola Gajah” 1988 (di Divisi Utama Perserikatan 1987/1988). Istilah tersebut ditujukan kepada Persebaya Surabaya ketika menyerah 0-12 pada Persipura Jayapura guna menenggelamkan PSIS Semarang.

Pada umumnya, sebagian (besar) dari kita berpendapat bahwa hal itu dipicu oleh kekalahan Persebaya dari PSIS dalam babak grandfinal kompetisi Perserikatan periode sebelumnya (baca: Divisi Utama Perserikatan 1986/1987). Namun, apakah hal itu tepat? Ternyata, terjadinya “Sepak bola Gajah” 1988 dipicu oleh kejadian dalam kompetisi Perserikatan dua periode sebelumnya (baca: Divisi Utama Perserikatan 1986).

Latar belakang kejadiannya ialah pada putaran I Perserikatan 1986, Persebaya begitu mendominasi dan memimpin klasemen akhir putaran I. Sayang, di putaran II, Persebaya terpuruk. Peringkatnya secara berturut-turut menurun satu peringkat dari ke-1, ke-2, ke-3, hingga ke-4. Keterpurukan itu disebabkan oleh hasil pertandingan: vs PSM 0-0, vs Persiba 0-1, dan vs PSIS 0-1. Setelah pertandingan Persebaya vs PSIS ini, PSIS telah memastikan dirinya lolos ke babak “6 Besar”, sedangkan Persebaya turun ke peringkat ke-4.

Dalam pertandingan berikutnya, Persebaya semakin terpuruk ketika dikalahkan Perseman 2-4. Meskipun akhirnya Persebaya dapat mengalahkan Persipura 1-0, PSM Ujungpandang sebagai sang kompetitor justru berhasil mengalahkan PSIS 1-0. Itu pun PSM masih menyisakan satu pertandingan. Jelas kemenangan PSM atas PSIS tersebut telah memastikan Persebaya masuk kotak. Karenanya, PSIS, PSM, dan Perseman lolos ke babak “6 Besar”, sedangkan Persebaya harus menangis. Ya, hal inilah yang membuat Persebaya kecewa kepada PSIS.

Pada musim berikutnya, Persebaya berusaha untuk “balas dendam” kepada PSIS. Dalam pertandingan pembuka Perserikatan 1986/1987, Persebaya pun sukses mengalahkan PSIS 2-0. Namun, hal itu tidak begitu berarti karena dalam kompetisi kali ini PSIS justru sedang berjaya. Klasemen akhir putaran I dan II pun dipimpinnya. Malah, dalam babak grandfinal Perserikatan 1986/1987, Persebaya dijungkalkan PSIS 0-1.

Akhirnya, “dendam” Persebaya kepada PSIS baru terwujud pada Perserikatan 1987/1988. Faktanya, dalam kompetisi kali ini, PSIS memang sedang terpuruk.

Iklan

7 Comments »

  1. 1

    betul sekali,..sekedar informasi era itu persaingan persebaya dengan psis sedang panas2nya demi gengsi tim terbaik asal tanah jawa,.dan pada musim 1988 salah satu faktor yg membuat persebaya melakukan sepakbola gajah guna menyingkirkan psis adalah komentar pedas pelatih psis sartono anwar di media massa yg menyatakan bila persebaya benar2 mengalah pada persipura saat itu berarti persebaya benar2 takut pada psis -(publik bola surabaya justru banyak yg meminta agar persebaya mengalah guna menyingkirkan psis)-akhirnya manajer persebaya (Alm).agil.h.ali pun geram dan benar2 mengalah 0-12 pada persipura.,saat persebaya juara dimusim itu,.kepulangan rombongan bus suporter persebaya dari mendukung timnya difinal di senayan saat melewati kota semarang dicegat dan dilempari pendukung psis sehingga terjadi bentrok.

    • 2
      yola Says:

      *** semua nurdin turun
      [Dari saya, pengelola blog NMR: “Maaf ya, kata-kata kebun binatangnya saya hapus. Itu sudah menjadi kebijakan saya terhadap beberapa komentar yang sejenis”.]

  2. 3

    Karena beda itulah kalian terlihat sempurna.
    salam sukses kawan

  3. 4
    cukrix iku enak Says:

    setiap persebaya ketemu psis memang panas,.psis yang secara prestasi kalah dari persebaya,.punya gengsi tinggi sebagai tim utama jateng tak mau kalah dari tim jatim khususnya persebaya sebagai tim utama jatim. setiap pertemuan mereka seperti adu gengsi siapa yg terbaik di antara persepakbolaan “tiyang jawi” (orang jawa).

  4. 5
    Anonim Says:

    mental sepak bola gajah Persebaya ini lah yang menginspirasi sepakbola gajah Indonesia vs Thailand di piala tiger 1998, di mana saling menceploskan ke gawang sendiri, dan lambat laun hancurlan sepak bola kita …

  5. 6
    Petruk Says:

    PERSEBAYA begitu dendamnya pada PSIS Semarang, sayangnya para officialnya otaknya pas-pasan untuk membuat skenario menyingkirkan PSIS. Jadinya caranya terlihat sangat kasar dan memalukan. Tetapi perbuatan kotor mereka itu telah menginspirasi generasi selanjutnya yg ingin main kotor, namun sayangnya otak para pemain bola itu dari dulu hingga kini tak banyak berubah.

  6. […] Asal Mula “Sepak bola Gajah” 1988 […]


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: