Invitasi Perserikatan-Galatama 1985

Bulan Juli 2009 yang lalu, BLI PSSI berencana untuk menyelenggarakan Inter Island Cup pada Agustus 2009. Dalam rancangannya, turnamen yang digelar menjelang Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 tersebut akan diikuti 18 tim peserta LSI.

Namun, sebelum itu, mari kita bernostaligia dengan turnamen yang berlabel “Invitasi Perserikatan-Galatama” yang berlangsung pada 1985. Tercatat hanya 15 tim yang ikut serta. Padahal, undangan dilakukan pada peserta (Divisi Utama) Perserikatan 1985 dan (Divisi Utama) Galatama VI/1985.

Ke-15 peserta dibagi ke dalam 4 grup yaitu:

Grup I: PSM, Makassar Utama, dan Perseman

Grup II: Persebaya, NIAC Mitra, Perkesa ’78, dan Persipura

Grup III: PSIS, Arseto, Warna Agung, dan Tunas Inti

Grup IV: PSP, Semen Padang, PSMS, dan PS Bengkulu

Singkat cerita, sampailah pada babak semifinal yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November (Surabaya) pada 25 Juli 1985. Hasilnya, Arseto menang 5-2 atas Persipura melalui adu tendangan penalti setelah selama 2 x 45 menit dan perpanjangan waktu 2 x 15 menit bermain imbang 0-0. Hasil pertandingan semifinal lainnya, Perkesa ’78 mengalahkan PSMS 3-1.

Dalam perebutan peringkat ke-3 dan ke-4 yang digelar di Stadion Gelora 10 November (Surabaya), 26 Juli 1985, Persipura berhasil mengalahkan PSMS 2-0.

Akhirnya, sampailah babak final yang digelar pada waktu dan tempat yang sama (setelah pertandingan Persipura vs PSMS). Arseto berhasil menjadi juara “Invitasi Perserikatan-Galatama” setelah mengandaskan Perkesa ’78 4-3 melalui adu tendangan penalti setelah dalam 2 x 45 menit dan 2 x 15 menit bermain imbang 0-0.

Iklan

3 Comments »

  1. 1
    feri istanto Says:

    Turnamen ini dulu sering disebut2 sebagai pembuktian betapa kualitas kompetisi galatama yang sepi penonton lebih bagus daripada perserikatan. Selain tentu saja, timnas yang mulai lebih banyak dihuni pemain galatama.

    • 2

      pada era 80-an sat kompetisi galatama mulai diresmikan banyak pemain bintang perserikatan yang ramai2 pada menyebrang ke galatama,.karena tergiur bayaran tinggi,.namun ada beberapa yg setia di perserikatan karena status pegawai negeri.sebenarnya pada era 80-an justru galatama lagi semarak2nya dan ramai penonton ,.bahkan di gelora 10 nopember penonton pertandingan NIAC MITRA mampu mengalahkan penonton pertandingan persebaya,.kembali ke topik,.keberhasilan klub galatama jadi juara menurut saya selain karena intensitas bertanding mereka yg lebih stabil(kompetisi perserikatan tak tentu bergulir-kadang 2 tahun sekali),juga karena banyak bintang perserikatan yg beralih ke galatama,.toh buktinya di piala utama I tahun 1990,.klub2 perserikatan mampu membungkam klub2 galatama yang lebih dianggap profesional.Persib yang lagi hebat2nya membantai kramayudha 4-1 yg jg lagi hebat2nya.sayang disemifinal yg seru persib harus takluk oleh gol kontroversial pelita jaya yg mengakibatkan rusuh besar bobotoh di senayan. akhirnya yg jadi juara persebaya setelah menghantam pelita jaya 3-2 di final.

      • 3
        novanmediaresearch Says:

        Pada Invitasi Perserikatan-Galatama 1985 ini, sesungguhnya tidak diikuti semua peserta. Ada peserta yang tidak ikut serta karena alasan kuat, ada juga yang tanpa alasan kuat.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: