Klub Indonesia di LCA 1986: Yanita Utama atau PSMS?

Anda mengetahui daftar juara Galatama dari berbagai versi? Apakah anda bingung? Tenang…, NMR pun sebenarnya bingung? Mengapa bingung? Ya, karena selama ini tidak ada pegangan yang baku. Namun, NMR mencoba mengutak-atiknya dari keikutsertaan Indonesia di Kejuaraan Antarklub ASEAN I/1984 —dalam perkembangannya bermuara pada Piala Champions Asia (kini, Liga Champions Asia) 1986. Jadi, dalam tulisan ini, bukan Galatama yang dibahas.

Pada masa lalu (entah kalau sampai saat ini), sebagian dari kita sering mencocok-cocokan daftar juara Galatama dengan keiukutsertaan klub-klub Indonesia di Liga Champions Asia (LCA) yang berserakan di internet. Tentu saja, akhirnya, terjadi “pembenaran” terutama pada penulisan tahun-tahun kompetisinya.

Nah, dalam tulisan kali ini, NMR mencoba membahas keikutsertaan Yanita Utama Bogor di Antarklub ASEAN I/1984.

Yanita Utama merupakan nama klub yang pembentukannya dimeriahkan dalam turnamen Piala Yanita Utama —dalam sumber NMR tertulis Janita dengan huruf “J”. Nama “Yanita Utama” ini merupakan pergantian nama “Jaka Utama”, suatu klub asal Tanjungkarang (kini, Bandar Lampung) yang pindah homebase ke Bogor. Menurut Abdul Kadir (Yanita Utama), “Sejak putaran II Galatama yang lalu sebenarnya nama itu telah ada, tetapi sesuai ketentuan baru kali ini dapat dilaksanakan secara resmi perubahannya dengan tetap mengambil domisili di Bogor.” (Pikiran Rakyat, 14 September 1983).

Yanita Utama pun ikut serta dalam Galatama IV/1983-1984 yang digelar 30 November 1983 sampai 20 Mei 1984. Sebagai juara Galatama IV/1983-1984, sesungguhnya Yanita Utama menjadi wakil Indonesia di Antarklub ASEAN I/1984. Namun, dalam perkembangannya, PSSI mengadu Yanita Utama (juara Galatama IV/1983-1984) dengan PSMS Medan (juara Perserikatan 1983) dalam pertandingan play off. Dalam play off yang berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (26 Juli 1984) itu, Yanita Utama menang 5-3 atas PSMS melalui adu tendangan penalti. Yanita Utama pun melenggang ke Antarklub ASEAN I/1984.

Namun demikian, sebelum Antarklub ASEAN I/1984 digelar, Galatama V/1984 (4 Agustus 1984 s.d. 29 November 1984) telah dimulai kembali. Malah setelah Galatama V/1984 berakhir, Antarklub ASEAN I/1984 belum juga diselenggarakan. Akhirnya, Antarklub ASEAN I/1984 pun digelar pada 20-29 Desember 1984 di Stadion Utama, Senayan, Jakarta dan Stadion Siliwangi Bandung.

Sayang, dalam babak grandfinal Antarklub ASEAN I/1984, tuan rumah Yanita Utama (Indonesia) harus mengakui keunggulan Bangkok Bank (Thailand) 0-1. Pada masa lalu, ketika informasi tidak semeriah sekarang (mungkin juga karena hanya baru satu sumber yang diperoleh NMR), Yanita Utama disebut-sebut gagal untuk menjadi wakil ASEAN di Antarklub Asia karena Bangkok Bank sudah meraihnya.

Sampai akhirnya, awal tahun 1985, Yanita Utama pun bubar. Dalam perkembangannya, Maret 1985, Kramayudha Tiga Berlian Palembang didirikan dengan mengambil semua pemain Yanita Utama. Informasi terakhir (di internet) pun menyatakan bahwa Bangkok Bank (dan Kramayudha Tiga Berlian) lolos ke Antarklub Asia (baca: LCA 1986).

Lalu, apa hikmahnya:

Dari cerita itu, ternyata wakil Indonesia di LCA (pada masa lalu) belum tentu dari Galatama. Bagaimana kalau PSMS yang menang dalam play off? Sejarah mindset Galatama pun akan “berubah”.

Kalaupun Yanita Utama yang menjadi wakil Indonesia di LCA, ternyata Yanita Utama bukanlah wakil Indonesia sebagai juara Galatama V/1984, tetapi juara Galatama IV/1983-1984.

Nah, mungkin (ini dugaan NMR), Yanita Utama yang dalam salah satu versi daftar juara Galatama disebut-sebut hanya satu kali juara (ditulis IV/1983-1984 atau ditulis V/1984) didasarkan pada “kekeliruan” cerita yang NMR bahas.

Kramayudha Tiga Berlian menjadi wakil Indonesia di LCA 1986? Kramayudha Tiga Berlian merasa “beruntung” karena posisinya sebagai juara Galatama VI/1985. Bagaimana kalau Kramayudha Tiga Berlian tidak menjadi juara Galatama (malah juru kunci)? Apakah Kramayudha Tiga Berlian masih tetap “diijinkan” untuk “menggantikan” Yanita Utama di LCA 1986? Semoga ada netter yang membantu membahasnya?

Iklan

4 Comments »

  1. 1
    waliwalak@gmail.com Says:

    kalo pemain2 yanita utama pd saat itu siapa bung novan mhn informasinya..

  2. 2
    aguz banderaz Says:

    pertandingan playoff juara perserikatan versusu juara galatama ini seingat saya ditayangkan TVRI bung,.dari yanita saat adu pinalti yang tidak masuk kalo gak salah bambang nurdiansyah,.tapi akhirnya yanita menang setelah 2 pemain PSMS juga gagal menggolkan bola saat adu pinaltio,..

  3. 3
    waliwalak@gmail.com Says:

    wah kyknya wktu itu saya blm lahir bung he7x..@ bung aguz banderaz ada email atau facebook? saya mau bertanya byk soal sepakbola nasional masa lalu .

  4. 4
    aguz banderaz Says:

    waliwalak : ada,.facebook saya emailnya kaumfals99@yahoo.com bung,.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: