Bagaimana NMR Mengelola Data?

NovanMediaResearch. Nama ini merupakan sebuah nama yang baru ditemukan kemudian. Pada awalnya, nama blog yang akan dipakai ialah seperti nama domain DotCom terdahulu. Sayang, nama “lama” itu sudah didaftarkan orang lain pada WordPress. Karena itu, mau tidak mau, lahirlah NovanMediaResearch.

Namun, untuk menyapa Anda, Saya lebih suka menulis NMR saja. Ya, nama NMR tampak lebih netral daripada “Saya”. Tidak heran, selain NMR, kata “Kami” sempat muncul beberapa kali. Bagaimana pun, nama yang netral itu akan membuat kesan dan posisi di tengah. Dampaknya, Ia tidak merasa paling benar dan siap menerima koreksi dari para pengunjung (netter).

vansantai

Blog NMR mulai online pada 15 Juni 2009. NMR merasa rindu untuk menulis kisah-kisah sepak bola Indonesia. Karena merasa rindu untuk berjumpa dengan para pencinta sepak bola di tanah air, akhirnya secara kilat, lahir NMR tadi. Ada kesan terburu-buru. Singkat cerita, satu minggu sebelum 15 Juni 2009, NMR pun sempat memberitahukan keberadaan blog tersebut antara lain kepada Karel J. Stokkermans (RSSSF). Maklum, situs web DotCom yang lama telah “hilang”. Padahal, DotCom itulah, selain email, yang menjadi “sarana komunikasi” antara NMR dan RSSSF (Karel J. Stokkermans dan Neil Morrison).

NMR bersyukur dapat mengenal blog (WordPress) ini —ada “Komentar” dan yang menggembirakan ada “Link Pencarian” dan “Traffic” sehingga dapat mengetahui keinginan dan/atau kebutuhan para netter. Kenapa blog yang dipakai? Karena blog bersifat lebih “personal” sehingga NMR lebih mudah menyampaikan “curahan hati”. Gaya bahasa “curahan hati” tentu berbeda dari gaya bahasa dalam beberapa “buku” NMR karena di sana memakai gaya bahasa resmi. Ya, namanya juga blog 🙂

Selain itu, ada ruang “Komentar” dalam blog ini. Hal itu sangat berbeda dari tampilan DotCom terdahulu yang tanpa “Komentar” (pada masa lalu, NMR hanya menerima masukan melalui email). Dengan demikian, NMR dapat menghindari sikap arogan dan egois (baca: tidak mau menerima koreksi dari orang lain). Semua menjadi terbuka karena siapa pun dapat menulis dan membaca “Komentar”.

Bagaimana NMR mengelola data? Mengelola data sepak bola di negeri kita memang cukup melelahkan. Di sana-sini tampak tidak konsisten, baik NMR, masukan Anda, media massa, maupun PSSI. Misalnya untuk menulis nama klub. Ada kesan, semua saling mengutip satu sama lain. Tidak ada pegangan baku, termasuk jadwal-jadwal (format PDF) dari PSSI. Dampaknya, NMR pun sempat terlambat untuk meng-online-kan divisi I, divisi II, divisi III, dan sebagainya. Dengan keterbatasan, semua harus di-check and recheck, termasuk dengan data-data tahun-tahun sebelumnya. Ah…, tampak membingungkan.

Mari kita simak satu per satu!

Apa nama (klub) Perserikatan Kabupaten Asahan? Ternyata, ada tiga: PSAA, PSSA, dan PS Asahan. Mana yang benar? NMR tidak tahu. Bagaimana pula perubahannya? Simaklah kutipan langsung nara sumber berikut ini yaitu Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kabupaten Asahan, Erwis Edi Fauza Lubis, S.H. “Tim yang sebelumnya bernama PSSA telah berhasil mengumpulkan point untuk melangkah lebih lanjut. Kita berharap kemenangan ini akan memberikan spirit baru bagi tim PS Asahan,” ungkap Erwis yang saat ini menjabat sebagai Kadis Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Asahan. (Sumber: http://analisadaily.com edisi Senin, 24 April 2006). Uniknya, ketika nama PSSA muncul kembali, tidak ada masyarakat pencinta sepak bola Kabupaten Asahan, apalagi pengurusnya, yang protes. Entah kalau ada alasan lain. Lalu, bagaimana tanggapan Anda kalau Kita menulis Persisurabaya untuk perserikatan Kota Surabaya atau Persiban untuk perserikatan Kota Bandung?

Tentu saja, nama-nama klub yang ditulis secara tidak konsisten masih banyak. Perihal tidak konsisten, Kita pun dapat melihat pada PS Krakatau Steel. Untuk “klub sepak bola utama” seperti Krakatau Steel, NMR biasanya tidak menyertakan “PS”, tetapi langsung menulis Krakatau Steel. PS Krakatau Steel atau Krakatau Steel (tanpa PS) tentu sah-sah saja. Namun, alangkah tidak konsisten ketika Kita menulis PSKS untuk Krakatau Steel, tetapi mengapa untuk Bandung Raya tidak ditulis PSBR?

Mengapa NMR lebih suka menulis Krakatau Steel saja? Alasannya, ada kalanya brand image suatu daerah (Industri “Krakatau Steel” untuk Kota Cilegon), juga dimiliki daerah lain. Bedanya, Krakatau Steel untuk “klub sepak bola utama”, sedangkan Gunung Jati dan Sriwijaya misalnya, untuk Perserikatan. PSGJ (Persatuan Sepak bola Gunung Jati) merupakan perserikatannya Kabupaten Cirebon dan PS Sriwijaya merupakan perserikatannya Kota Palembang (kini, PS Sriwijaya berubah menjadi PS Palembang).

Apakah Anda mengenal Gaspa dan Gasta? “Ga” sebagai “Gabungan” dalam sepak bola kita tampaknya jarang dikenal dalam kamus sepak bola Indonesia. Pada umumnya, “Ga” sebagai “Gabungan” lebih memasyarakat di Sulawesi. Jadi, kenapa kita menulis PS Gaspa untuk Palopo dan PS Gasta untuk Takalar? Cukup Gaspa dan Gasta saja, bukan?!

Pada masa lalu, dalam persepakbolaan nasional juga dikenal “I” sebagai “Ikatan”. Namun, sepengetahuan NMR, “Ikatan” sudah tidak dipakai lagi. Sebutlah ISB Banyumas (kini Persibas) dan ISSS Situbondo (kini PSSS).

Lalu, mari kita simak bahasan tentang PPSM Sakti (Magelang). Pada awalnya, NMR menduga bahwa PPSM Sakti merupakan klub merger antara PPSM dan Tidar Sakti. NMR mengenal Tidar Sakti sebagai klub Galatama dari Magelang. Karena merasa tidak tahu, NMR pun sempat menghubungi rekan Feri Istanto (melalui email) tentang nama PPSM Sakti. Maklum, Feri Istanto merupakan warga DI Yogyakarta yang setidaknya mengetahui nama-nama klub di daerah tersebut. Ya, ternyata nama Sakti bukan Tidar Sakti, tetapi merupakan nama gabungan lima klub di Sleman (kompetisi intern PSS Sleman sedang vakum): Panca Sakti.

Dalam perkembangannya, PPSM Sakti pun dikabarkan “bercerai”. Nama PPSM Sakti tetap ada dalam kompetisi musim lalu karena nama itu sudah didaftarkan ke PSSI sebelum PPSM dan Panca Sakti “bercerai”.

Inilah kabar dari Ketua PPSM Sakti Tri Djoko Minto Nugroho sebagaimana dikutip dari tabloid BolaMania Edisi 36/Th II/2008/13-26 Maret. Surat kabar tersebut mengabarkan: “…Mengenai nama PPSM Sakti, pihaknya mengakui awalnya PPSM merger dengan Panca Sakti, klub asal Sleman, yang sekarang merger tersebut sudah tidak berlaku lagi. Namun, karena saat pendaftaran menggunakan “Sakti”, maka hingga sekarang yang didaftarkan di PSSI yakni PPSM Sakti. Selain itu, sebutan “Sakti” untuk mengingatkan publik Magelang bahwa sepak bola di sana tak lepas dari nama PPSM dan Tidar Sakti. Tidar Sakti adalah klub Galatama milik Magelang yang dulu begitu moncer.”.

Perihal kegiatan mengelola data, NMR mengambil sumber pada media massa cetak dan media massa online, termasuk buku-buku. Berita-berita hasil pertandingan (dari media online) tersebut di-copypaste sebagai dokumen dan disimpan dalam arsip sehingga kelak dapat dibuka-buka lagi.

Memang tidak mudah. Dalam U-18 Piala Suratin misalnya, di antara dua media menginformasikan stadion yang berbeda. Di media yang satu menulis Stadion Citarum (Semarang) dan di media yang lain menulis Stadion Jatidiri (Semarang). Padahal, alangkah mustahil bahwa pertandingan antara tim yang sama bertanding di dua tempat yang berbeda.

Mau yang resmi? Ah…, repot juga. Tidak ada jaminan “benar”. Lihatlah beberapa hasil pertandingan di PSSI (www.bli-online.com atau http://www.ligaindonesia.co.id) beberapa waktu yang lalu. Dalam media massa ditulis pertandingan berlangsung di Stadion Sriwedari (Solo), tetapi di situs web BLI tersebut ditulis di Stadion Manahan (Solo). Mana yang benar? Berdasarkan data NMR, musim lalu Persis Solo sempat memindahkan homebase-nya dari Stadion Manahan (Solo) ke Stadion Sriwedari (Solo).

Bagaimana pula dengan keberadaan klub dari Kabupaten Yahukimo pada musim kali ini? Pada awalnya, Persekaba Badung (Bali) pindah homebase ke Kabupaten Yahukimo (Papua). Lalu, “dipaksa” lahir nama “Persekaba Yahukimo”. Setelah itu, ada pula nama Persikimo dan Persikimo Yahukimo FC. Apakah kedua nama itu sama? NMR belum memiliki informasi yang lengkap. Kalaulah nama Yahukimo FC atau Persikimo Yahukimo FC berada sebagai peserta Divisi I Liga Indonesia (LI) 2009 ini, alangkah tidak mungkin. Bukankah data NMR menunjukkan bahwa Persikimo merupakan peserta Divisi III LI 2009 Zona Papua?

Akhirnya, dalam kesempatan kali ini, NMR ingin menyampaikan informasi tentang hasil Kongres PSSI tahun 1961 di Semarang. Pada masa ini, PSSI menerima 24 nama perserikatan baru sebagai anggota baru PSSI. Dua di antara 24 nama itu ialah Persitas Takengon dan Persela Lahat.

Dalam Kongres PSSI itu pun diputuskan bahwa jika nama-nama perserikatan yang baru itu ada yang sama dengan nama-nama perserikatan yang lama maka nama-nama perserikatan yang baru itu harus diubah atau diganti.

Lalu, siapa pemilik sah Persitas: Takengon atau Tasikmalaya? Persela: Lahat atau Lamongan? Persiba: Balikpapan atau Bantul?

Persikas? Ini lebih dahsyat lagi. Kabupaten Solok (Sumatra Barat), Kabupaten Subang (Jawa Barat), atau Kabupaten Semarang (Jawa Tengah)?

Dan…, ini benar-benar yang terakhir. Pada Kompetisi Distrik PSSI tahun 1937, Persib Bandung pernah bertanding melawan Persitas Tasikmalaya di Lapangan Tegallega, Bandung (7 Februari 1937). Jadi, Persitas untuk Takengon atau Tasikmalaya. Ah…, seandainya PSSI punya administrasi yang baik.

Demikian “curahan hati” NMR kali ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.

Iklan

10 Comments »

  1. 1
    admin Says:

    halo mas,
    saya kenal nama anda dari rsstf.com… saya salut dengan anda yang memiliki database sangat lengkap. sayapun memiliki blog tentang (pengennya) database sepakbola indonesia dan baru bisa mulai musim kompetisi tahun 2009 ini. mungkin sama dengan kesulitan yang anda rasakan, yaitu kesulitan mencari informnasi yang lengkap ttg hasil pertandingan Liga Indonesia pada level bawah..
    mungkin kita bisa saling bertukar informasi kedepannya. kunjungan anda ke blog saya (indonesianfootball.com) saya tunggu…

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Oh ya, senang sekali. Saya sudah berkunjung. Website-nya bagus. Apalagi ada bahasa Inggris-nya. Mudah-mudahan bisa dimengerti oleh masyarakat dunia. Kita saling memantau dan melengkapi saja. Salam….

  2. 3
    feri istanto Says:

    Wahh, pada ngumpul disini ternyata….
    Liga Indonesia memang unik dan rumit.
    Inilah tantangan buat kita.
    Andai tiap provinsi kita memiliki jaringan “pendata” Liga Indonesia.

    Salam Pendata Sepakbola Indonesia !!!

  3. 4
    jara Says:

    gw.. sampai geleng” kepala nich..

  4. 5
    Edward Says:

    andai saja nama-nama klub di indonesia sesuai dengan nama daerahnya (tanpa harus disingkat) misalnya , Kabupaten Bogor (untuk persikabo). tapi biarlah ini merupakan ciri khas di negeri ini yang gemar membuat singkatan

    • 6
      juntoboy Says:

      menurut saya singkatan juga untuk mempermudah klub… AC milan juga menyngkat, MU juga singkatan.. cuman anehnya indonesia udah di singkat tap di panjangin lagi… aneh kan kalo media menyebut “MU Manchester” atau Arsenal London

  5. 7
    TANZI Says:

    saya mau tanya tentang klub divisi III. Ps.PLN JAMBI. untuk tahun 2010 ini gimana perkembangannya? apakah lolos ke putaran berikut nyaa, dan main dimana

    • 8
      novanmediaresearch Says:

      Saya tidak dapat mendeteksi. Sejak lolos ke babak II, saya kehilangan jejak PS PLN Jambi. Demikian.

  6. Wah keren banget nih mas web-nya. Nyari data atau literatur tentang sepakbola Indonesia itu susah banget 😐

    Lumayan sih ada RSSSF dan Soccerway tapi masih belum lengkap. Jangankan nyari assist, nyari siapa yang golin juga kadang gak ada terutama 2000an ke bawah. #jadicurhat

    Negara lain udah ngasih statistik per individu kita masih berkutat sm PSSI-KPSI 😐

    Keep up the good work mas! 😀

    Jangan lupa mampir ke blog kita ya hehehe.

    • 10
      novanmediaresearch Says:

      Trims atas kunjungannya. Saya mungkin egois karena akhir2 ini jarang mengunjungi web2 lainnya. Padahal itu penting. Saya pun akan ke web2 lain, termasuk SFC 🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: