Timnas 1938, Timnas Kita?

Sejarah mencatat bahwa tim nasional Indonesia, meskipun dengan nama Hindia Belanda (HB), pernah berlaga di Piala Dunia (PD) 1938. Benarkah? Atau pertanyaan dari penulis: bagaimana kita menyikapinya?

Saya sendiri merasa bangga bahwa di wilayah yang kini bernama Indonesia pernah lahir sebuah tim yang mengikuti PD 1938. Di wilayah yang kini menjadi tanah air kita pun pernah lahir orang-orang asli Indonesia yang berlaga di ajang internasional empat tahunan tersebut.

Mereka adalah tim HB yang beranggotakan para pemain dari kompetisi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie). Sebagian dari pemain NIVU –sebelumnya NIVB (Nederlandsche Indische Voetbal Bond)– tersebut merupakan orang-orang asli Indonesia yang karena keadaan sosiopolitik pada masa itu bebas-bebas saja untuk bermain di kompetisi mana saja, dalam hal ini kompetisi NIVU.

Sejarah sepak bola Indonesia sebagai satu aspek tentu tidak dapat dilepaskan dari aspek-aspek lainnya dalam kerangka sejarah Indonesia secara keseluruhan. Garis besarnya adalah Belanda merupakan penjajah dan Indonesia merupakan pejuang kemerdekaan. Turunannya, PSSI kontra NIVB/NIVU dengan penyelenggaraan kompetisinya masing-masing.

Berkaitan dengan PD 1938, hasil penelusuran penulis, ditemukan klub-klub dari pemain HB meskipun tidak seluruhnya. Dalam kompetisi NIVU 1939 (juaranya VBO Jakarta) misalnya, ada nama-nama klub seperti: VBO Jakarta (Meeng dan Pattiwael), Malang (Mo Heng), dan SVB Surabaya (Samuels, Nawir, dan Hong Djien).

Setelah negara RI diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, NIVU masih ada. Bahkan pada 1949 dan 1950 NIVU masih menyelenggarakan kompetisinya dengan nama kompetisi ISNIS/VUVSI (Ikatan Sepak bola Negara Indonesia Serikat/Voetbal Uni Verenigde Staten van Indonesie). Pesertanya, antara lain VBO (pesaing VIJ/Persija), VBBO (pesaing Persib), VSO (pesaing PSIS), dan SVB (pesaing SIVB/Persebaya). Uniknya PSM pernah mengikutinya dengan dua pemainnya yang masih bertahan pada masa itu (Ramang dan Itjing).

Pada kesempatan lain, PSSI baru menyelenggarakan kompetisinya kembali pada 1951 dengan peserta dari Perserikatan yang kita kenal sekarang. Ketika negara serikat (RIS) kembali ke bentuk negara kesatuan pada 17 Agustus 1950, mau tidak mau, NIVU sebagai penyelenggara ISNIS harus bubar. Mungkin karena secara sosiopolitik sudah tidak kondusif lagi, klub-klub anggotanya seolah kehilangan induk.

Di Jakarta, VBO mengadakan pertemuan untuk melikuidasi organisasinya sekaligus menganjurkan klub-klub anggotanya (termasuk pemain) bergabung ke VIJ yang telah berubah menjadi Persija. Di Surabaya, SVB meleburkan diri dengan SIVB dan membentuk Persebaya sekaligus menyepakati tanggal berdirinya SIVB (18 Juni 1927) sebagai tanggal berdirinya Persebaya.

Lain di Jakarta (yang bergabung) dan di Surabaya (yang melebur), lain pula di Bandung. Kabarnya VBBO membubarkan diri karena merasa kalah bersaing. Dengan demikian, pada saat itu di Bandung hanya ada satu perserikatan (bond) yang bertahan yaitu Persib.

Dalam perkembangannya, sebagian pemain eks SVB (sebagai salah satu contoh) turut pula membawa Persebaya untuk menjuarai Perserikatan 1951 dan 1952. Selain itu, bukankah sebagian pemain eks kompetisi NIVU ada yang berkiprah di timnas Indonesia 1950-an?

Akhirnya, berkaitan dengan judul tulisan ini, penulis tidak mempertanyakan apakah timnas 1938 merupakan timnas kita atau bukan. Akan tetapi, kalau kita mau bersikap fair terhadap sejarah maka hanya ada dua pilihan. Pertama, kalau HB dinyatakan sebagai bagian dari sejarah perjalanan timnas kita maka kompetisi NIVU harus dimasukkan ke dalam sejarah persepakbolaan Indonesia (baca: PSSI). Kedua, sebaliknya, kalau kompetisi NIVU tidak mau dijadikan sebagai bagian dari sejarah PSSI maka kita tidak berhak untuk menyebut timnas 1938 sebagai timnas kita. Itu semua tinggal pilihan.

Novan Herfiyana

*) Tulisan ini dimuat di tabloid Media GO edisi Nomor 1379 Tahun XIV, Selasa, 5 Februari 2008.

*) Judul artikel ini dimodifikasi dari judul aslinya (Timnas 1938 dan Benny Dollo) sehingga 1-2 paragraf terakhir tidak dimasukkan ke tulisan di atas. Inilah 1-2 paragraf terakhir itu:

“…Lalu, bagaimana dengan timnas di tangan Benny Dollo?

Harapan masyarakat sepak bola Indonesia saat ini sangat besar. Maklum, sudah cukup lama bangsa ini kehilangan kebanggaan terhadap timnas. Beban di pundak Benny teramat berat. Tidak sinkronnya kompetisi dengan pelatnas jadi kendala pertama. Belum lagi soal materi pemain dan campur tangan oknum pengurus PSSI. Meski demikian, mereka tak mau tahu itu. Yang rakyat inginkan hanya satu: prestasi. Dan, prestasi itu hanya ada dengan kata juara. Bisakah Benny menyamai prestasi timnas 1938? Kita tunggu…”.

44 Comments »

  1. 1
    Deny Says:

    oalah….buodoh amat….ampe 2 pilihan…rumit kale…
    Sebenarnya sederhana aja… klo bicara timnas maka artinya tim nasional kan…? nah berarti negara apa (nationality aklias nasional) adalah pertanyaan utamanya.
    nah karena judulnya ngebahas ttg timnas 1938 maka jawabannya adalah… kita tidak punya timnas pada tahun itu karena belum merdeka.
    klo tentang ada tidaknya organisasi sepakbola pada tahun itu (PSSI berdiri 1930) sebelum Indonesia merdeka maka hal ini adalah hal biasa karena toh cuma organisasi olahraga (bukan organisasi politik yg tentu akan terus dimata-matai penjajah).

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Terima kasih untuk tambahan wawasannya dari sudut pandang yang berbeda🙂 Oh ya, kalau kompetisi NIVU/NIVB bisa dimasukkan sebagai kompetisi PSSI atau tidak ya…? Itu juga cukup menarik lho…!

  2. Perkenalkan,nama saya:Ricky Suhandi,saya ingin menawarkan sistem pengembangan modal,jika anda berminat,harap hubungi saya di nomor telepon:08567272981.Kita bisa bertemu di kantor saya:MONEX INVESTINDO FUTURES,WISMA KYOEI PRINCE Lt.9,Jl.Jend.Sudirman Kav.3 Jakarta 10220,Indonesia untuk penjelasan lebih lanjut.Kapan kita bisa bertemu?Atas perhatiannya,saya ucapkan terima kasih.,e-mail:

  3. 4
    baron Says:

    kalau saya yg menjadi pihak yg berwenang menentukan pilihan timnas Indische Nedherland yg berlaga di PD 1938 itu bagian dari sejarah/prestasi negara ini, jawaban saya adalah: iya, hanya saja nama timnas kita wkt itu bukan indonesia, tp Indische Nedherland.
    Jgn kan timnas Indische Nedherland, timnas Majapahit Kingdom (kalo ada) pun juga saya klaim sbg timnas kita. cuman, memang namanya tidak sama dgn nama timnas kita sekarang (indonesia).
    Indonesia lahir/merdeka 17 agt 1945, artinya sebelum 17 agt 1945 negara kita tercinta ini namanya bukan Indonesia.
    gitu aja kok repot (kita tdk sedang membahas politik loh)

  4. 5
    bang thoyib Says:

    timnas 1938 bukan timnas kita,.gak bisa dibanggain,.saat itu kita blom merdeka,.namanya saja masih belanda,.jelas itu timnas politisasi belanda,.kalau kita mengakui timnas itu sama saja mengakui kedaulatan kolonialisasi belanda,.soeratin saja sampek nggak mau mengakui karena pribumi punya timnas sendiri,.apalagi lolosnya tanpa kualifikasi alias dapat bonus langsung lolos ke prancis,…artinya lolos tanpa perjuangan,..

    • 6
      baron Says:

      oh ya? lolosnya tanpa kualifikasi? enak bener yah…. yah itu sih balik lg dgn kebijakan FIFA yah. cuma, emang bener pd thn 1938 negara ini msh menjadi negara kolonial belanda (masa iya kita ga mau ngaku?! emang sejarahnya ky gitu). makanya kita berjuang spy kedaulatan RI diakui, thn 1945 Indonesia merdeka. sebelum negara ini menjadi negara jajahan belanda, negara ini adalah Kerajaan Majapahit. Apa kita ga boleh bangga atas prestasi Majapahit?
      Kpn pun & apa pun namanya, yg jelas ini adalah teritorial nusantara. Jadi, terdengar agak rasialis kalo kita di jaman sekarang masih bilang “pribumi”
      squad list INDISCHE NETHERLAND (now INDONESIA) in World Cup 1938:
      Achmad NAWIR
      Anwar SUTAN
      DORST
      Frans HUKON
      Frans MEENG
      G. FAULHABER
      G. VAN DEN BURGH
      Hans TAIHUTTU
      Henk SOMMERS
      Hong Djien TAN
      J. HARTING
      Jack SAMUELS
      Mo Heng TAN
      R. TELWE
      See Han TAN
      Suvarte SOEDARMADJI
      TEILHERBER
      Tjaak PATTIWAEL

  5. 7
    bang thoyib Says:

    yang saya tau sebelum era kolonialisasi belanda negeri ini terpecah-pecah ada kesultanan atjeh darussalam,.kesultanan deli medan,kesultanan pagaruyung minangkabau,.kesultanan palembang darussalam,.kesultanan pasundan padjajaran, ngayogyakartahadiningrat,banjarmasin,.bugismakassar sampai ternate,..makanya saat kita merdeka semua daerah yang dijajah belanda dianggap indonesia,..mungkin kalo singapore dan malaysia bukan inggris yg jajah jadi indonesia juga itu mereka,.timor-timur belum masuk(baru pada 1976)karena yg jajah portugal,.sebelum era belanda masuk majapahit,.padjajaran dll,..jauh sebelum majapahit sriwijaya adalah kerajaan terbesar dan pemersatu nusantara pertama,.waktu itu di daerah jawa timur yang ada airlangga dengan dharmawangsanya dibawah kekuasaan dan kedaulatan sriwijaya palembang,.majapahit blom ada,.sebelum sriwijaya kerajaan tertua yg ada di teritorial nusantara adalah kutai kertanegara di kalimantan timur,..

  6. 8
    baron Says:

    Betul banget bang… Kalo singapore & malaysia dijajah belanda ya jd indonesia jg deh. Betul banget tuh,kerajaan2 yg bang thoyib sebutin. Nah,jd intinya kita mau klaim atau tdk sgala sesuatu yg dimiliki oleh kerajaan2 tsb adlh milik kita? Kita sebut aja jaman “pra indonesia”. Back to PD 1938, nusantara yg msh bernama Hindia Belanda mau kita klaim sbg bagian dari masa lalu kita atau tdk? Yg merupakan era terakhir dr jaman “pra indonesia”. Tambahan info: kapten ksebelasan Hindia Belanda adlh Achmad NAWIR.
    Nice to talk with u,bang thoyib🙂

  7. 9
    bang thoyib Says:

    tentu saya bangga dengan adanya pemain pribumi yang tampil di france 1938 itu,..ahmad nawir,anwar sutan,taihuttu,pattiwael dll,.dalam satu artikelnya menjelang piala dunia 1998 sebuah tabloid bola di inggris pernah mengupas timnas hindia belanda 1938 ini dalam topik sejarah piala dunia,.mereka menyatakan ketakjubannya akan adanya nama-nama melayu di timnas bentukan belanda itu,.tapi tabloid itu pun mengatakan bahwa itu adalah indiche nederland,.atau negara hindia belanda dibawah pemerintahan knojilke nederlande ratu beatrix di amsterdam,.bukanlah negara yg sekarang bernama republik indonesia,.politisasi belanda terhadap negeri kita lewat sepakbola dan terutama eksploitasi belanda terhadap pemain kita waktu itu demi melegalkan cengkramannya di bumi pertiwi ini untuk ditunjukkan ke dunia internasional yg saya gak setuju,.saya pun sangat senang bertukar pikiran dengan anda mas baron,.makasih banyak,.kita bisa saling bertukar ilmu,.

    • 10
      novanmediaresearch Says:

      PERTAMA, cerita yang relevan ialah sejak VOC menyerahkan “kekuasaannya” kepada pemerintah Hindia Belanda (tahun 1800). Alasannya, pada masa lalu, ada kalanya kerajaan-kerajaan itu merupakan sebuah “negara” yang berdaulat satu sama lain (meskipun ada “negara” dalam “negara”). Mereka hanya bekerja sama dengan pihak VOC secara terpisah di berbagai daerah. KEDUA, kalau kita berbicara hanya dari satu sisi, ya enteng saja, saya juga bisa mengatakan bahwa timnas 1938 adalah timnas kita. Namun, kalau kita berbicara lebih dari satu sisi, silakan jawab: “Apakah kompetisi NIVB/NIVU dapat dimasukkan sebagai pendamping kompetisi PSSI?” Sampai sekarang pertanyaan ini belum terjawab dan seolah terabaikan. Sebagai pencerita yang mengungkapkan dari berbagai aspek, saya pun belajar untuk meng-konsisten-kan dan men-sinkron-kan berbagai fakta. Kesannya, komprehensif-integral (satu-kesatuan dan utuh menyeluruh). Itu juga bukan kata saya, tetapi kata beberapa rekan “sejarawan”. Memang hal ini perlu ditanggapi oleh para ahlinya dengan tanpa “mengabaikan” orang awam. KETIGA, sebagai tambahan, Dr. Nawir kelak menjadi pelatih Persebaya.

  8. 11
    baron Says:

    Oooo begitu,payah donk tuh tabloid,wawasannya kurang. Tp kalo bang thoyib baca di wikipedia, di situ dijelaskan kok The Dutch East Indies was the Dutch colony that became modern Indonesia.
    baca http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_Indies
    Di situ menceritakan sejarah indonesia. Sementara kalo ingin tau sejarah sepak bolaa timnas hindia belanda/indonesia.
    Baca http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_Indies_national_football_team
    Kalo mau tau nama2 pemain timnas hindia belanda lengkap beserta dgn asal klubnya
    Baca http://en.wikipedia.org/wiki/1938_FIFA_World_Cup_squads
    Di situ ditulis jg nama2 pemain & klubnya dr timnas negara2 peserta PD 1938.

    Hehehe,sang moderator akhirnya muncul jg🙂 . Tambahan info: pd masa itu ada 3 liga/3 federasi sepak bolaa bdskan golongan:belanda,tionghoa,pribumi (sangking rasisnya pemerintah kolonial). Mungkin pd wkt itu timnas yg dianggap paling ideal adlh gabungan dr 3 federasi tsb. Tp mungkin pd akhirnya ke-3 federasi tsb membuka diri kpd semua golongan,soalnya kakek saya yg etnis tionghoa itu (skrg sdh umur 90an) adlh salah 1 pemain klub Hercules Batavia (klub golongan belanda).
    Pertanyaannya, PSSI yg skrg ini lanjutannya PSSI 1930 yg kontra dgn NIVU dsb, atau PSSI yg skrg ini adalah gabungan dari 3 federasi tsb? Ini untuk meluruskan sejarah perjalanan/histories liga2 nasional & timnas. (Krn saya sangat kagum kalo melihat timnas italy 1938,nama2 klub asal pemain spt AS Roma, AC Milan, Bologna,dsb msh eksis sampai skrg. Smentara nama2 klub spt VBS Soerabaja, HBO Batavia udah ga eksis lg. Nah,dgn adanya kelurusan sejarah ini kita jd tau klub2 apa aja yg melebur ke Persebaya,Persija,dsb. Krn saya percaya kbesaran sbh bangsa berawal dr terorganisirnya dlm menangani suatu bidang (dlm topik ini adlh organisasi sepak bolAa),terorganisir adlh konsisten (salah 1 elemennya),kalo ada perubahan slalu dicatat dlm “revisi”, kalo ada penambahan dicatat dlm “addendum” bukan dibiaskan/disortir)
    Jgn sampe ada perbedaan, FIFA bilang negara kita udah pernah ikut PD,smentara PSSI bilang negara kita blm pernah ikut PD. Bingung deh🙂 hahaha…..
    Salam….

  9. 12
    frangky jabo Says:

    hahaha,.untung aja malaysia dan singapore gak dijajah belanda tapi inggris,.dan untung aja malaysia dan singapore gak masuk alias gabung indonesia,.coba kalo gabung indonesia,.bisa ikut amburadul itu negara,.gak bakalan mereka jadi negara maju seperti sekarang,..

  10. 13
    bang thoyib Says:

    semakin menguat,.diwilkipedia debut timnas dan penampilan timnas di piala dunia 1938 memperlihatkan bendera timnas berbendera belanda,…

  11. 14
    baron Says:

    Bang franky parah jg ngomongnya🙂 tp emang iya sih,hahaha…..
    Bang thoyib, ya iya lah ga mungkin bendera merah putih, pan indonesia msh dijajah belanda. Nama negaranya aja bkn indonesia.
    Maksud saya, negara bernama hindia belanda adalah masa lalunya indonesia, termasuk di dlmnya timnas sepak bolanya.
    Fyi,FIFA mencatat:prestasinya “korea bersatu” adlh prestasinya korea selatan dan korea utara. Juga sbaliknya,prestasi jerman barat dan jerman timur dicatat sbg prestasinya jerman skrg. Begitu pula negara yg berganti nama,prestasi yugoslavia dicatat sbg prestasinya serbia. Demikian pula,kalo bsk indonesia msk world cup adlh keikutsertaan yg ke-2 kalinya setelah 1938 dgn nama hindia belanda. Masalah bendera,jerman barat berbendera nazi juara dunia 2x. Begitu jerman bersatu (bendera hitam kuning merah) juara,ga disebut pertama kalinya jd juara, tp langsung ke-3x nya jerman juara,krn prestasi jerman barat (bendera nazi) jg dimasukan sbg prestasi jerman (bendera hitam kuning merah). Prestasinya korea (skrg korsel & korut), yugoslavia (skrg serbia) hanya sbatas “keikutsertaan” PD aja. Sama sperti prestasinya hindia belanda (skrg indonesia).
    Saya & bang thoyib hanya berbeda sudut pandang aja,bang thoyib melihatnya dr sudut pandang “pribumi”,sedangkan saya mencoba melihat dr sudut pandang yg lebih universal/international. Padahal mah faktualnya sama aje, hehehe….

  12. 15
    Henry Says:

    Mungkin saya coba klarifikasi…
    Saat itu di nusantara ini ada 2 federasi sepakbola besar, NIVB (untuk orang Belanda) and PSSI (untuk warga pribumi), serta 1 federasi menengah THHK (untuk warga keturunan). Namun pada prakteknya beberapa pemain pribumi dan keturunan ada yang tergabung di klub-klub anggota NIVB. PSSI dan NIVB kemudian membentuk NIVU di tahun 1936.
    Tahun 1938, FIFA hanya mengakui NIVU sebagai representasi seluruh kepulauan nusantara.
    Di penyisihan, seharusnya Hindia Belanda berhadapan dengan Jepang. Saat itu di Asia Pasifik hanya 4 negara yang punya tim nasional, 2 lainnya adalah Republik China dan Filipina, namun nampaknya tidak diakui FIFA.
    Jepang kemudian mengundurkan diri dan jadilah timnas kita yang menjadi pelengkap Piala Dunia 1938.
    Mengenai Republik China, yang menjadi cikal bakal Taiwan (tim nasionalnya disebut China Taipei), CTFA, federasi sepakbola Taiwan sendiri mengakui bahwa hasil pertandingan yang dilakukan Republik China sebelum perang saudara di tahun 1949 sebagai pertandingan tim nasional Taiwan.
    Kasus lain, sebelum pembentukan negara Israel dan Palestina, tim nasionalnya bernama Palestina/Eretz Ysrael yang bertanding beberapa kali sebelum 1940an. Saat ini hasil pertandingan Palestina/Eretz Ysrael diakui sebagai hasil pertandingan resmi bagi kedua tim nasional, Palestina dan Israel.
    Jadi berkaca dari hal ini, sudah seharusnya PSSI mengakui hasil pertandingan Hindia Belanda sebelum kemerdekaan.

  13. 16
    baron Says:

    SETUJUUUUUU……. bang Henry.
    Kalo begitu, kasusnya Korea (korut & korsel) sama persis dgn kasusnya Palestina/Eretz Ysrael (palestina & israel). sementara, kalo kasusnya Jer-bar & Jer-tim (jerman) kebalikannya.
    Sayang skali, kakek saya yg mantan pemain Hercules Batavia udah ga bisa diajak diskusi soal ini lg. Tapi thanks banget buat info pencerahannya tentang NIVB, PSSI, THHK, yg pd akhirnya (1936) tergabung dalam NIVU.

  14. 17
    aguz banderaz Says:

    intinya kita jangan terlalu membanggakan masa lalu yang tidak akan merubah masa kini,.realitasnya bagaimana caranya kita memajukan sepakbola kita saat ini dan jaman ini juga,..orang jepang bikin j-league target awalnya jelas,. lolos ke piala dunia,.walaupun mereka pernah mengalahkan argentina dan brasil di olimpiade era 1960-an,. jamannya bintang mereka kunishige kamamoto dari klub yanmar,.toh orang jepang cukup realistis bahwa itu masa lalu dan era 1980-1990an sepakbola jepang sedang mengalami kemunduran dan bahkan tidak malu untuk salah satunya studi banding pada galatama saat akan membuat j-league,.kini target pengurus bola jepang adalah juara dunia entah itu bisa tercapai 100 tahun lagi pun mereka tak perduli yang penting berusaha yang terbaik,.saya ingin jepang jadi juara piala dunia walaupun saat itu terjadi saya mungkin sudah meninggal dunia itu kata seorang pengurus sepakbola jepang tentang orientasi liga dan arah sepakbola mereka pada majalah four2 two inggris,.sangat bertolak belakang sama pssi di negeri ini tentunya,..

  15. 18
    baron Says:

    Ga nyambung bos. Topik kita adalah “timnas 1938 apakah timnas kita?” Dari contoh2 negara2 lain, kita dpt menyimpulkan bahwa keikutsertaan timnas hindia belanda 1938 adalah keikutsertaan kita (indonesia) sbelum merderka. Suka/tidak kita hrs berbesar hati mengakuinya. Dan jepang adalah bukan contoh yg relevan dalam topik ini. Bukannya membanggakan masa lalu,tp hanya mencoba mengelaborasi topik “timnas 1938 apakah timnas kita”

  16. 19
    aguz banderaz Says:

    bagi saya timnas piala dunia 1938 bukan timnas kita,.,.

  17. 20
    Arivandro Says:

    Yg agak heran para pemain Indonesia itu Nawir dll. kok ya mau2nya diajak utk maen di Piala Dunia. wong tmn2 seangkatannya pada perang lawan Belanda. apakah mereka ini pnya jiwa “EGP” thdp bangsanya yg sdg dijajah.

  18. 21
    baron Says:

    @arivando: kakek/buyut anda pernah bercerita ttg masa muda mereka ga? Kalau blm, kurang lbh begini: jaman dulu,hindia belanda adlh negara aman/tentram yg masyarakatnya gol belanda,tionghoa,pribumi. Gol belanda kbanyakan jd pejabat pemerintah/pejabat perusahaan swasta belanda di hindia belanda. Gol tionghoa & pribumi ada yg kaya/miskin. Gol pribumi pun yg kaya banyak yg kuliah sampai ke negri belanda. Dalam dunia politik,pro & kontra slalu akan terjadi, gol tionghoa terbagi 2:pro kemerdekaan & pro kolonial. Gol belanda pun ada yg pro kemerdekaan, bahkan gol pribumi malah ada yg pro kolonial. Jika ada aktivis pro kemerdekaan bergerilya,pemerintah hindia belanda menyebutnya “pemberontakan”. Setiap pemberontakan slalu diatasi oleh tentara2 hindia belanda. Dan perlu diketahui, tentara2 hindia belanda ini adlh org2 pribumi jg. Jd masa2 peralihan menjelang kemerdekaan adlh masa2 pergolakan politik yg sangat hebat,apalg di tengah2 terjadinya perang dunia, kemerdekaan RI merubah peta kekuatan politik dunia. Tapi di luar dari itu semuaaaaa, rakyat hindia belanda 1930an mejalani kehidupan yg normal2 saja sprti jaman skrg, yg kaya yah kaya, yg miskin yah miskin, yg jd pengusaha yah pengusaha, yg cendekiawan yah slalu menuntut ilmu, yg jd atlet yah atlet, yg maen bolaa yah maen bolaaaa.
    @aguz banderaz: anda adlh org yg pro kemerdekaan, tp maaf2,kalau MISALNYA kakek/buyut anda dulu pro kolonial,apakah anda tdk mau mengakui bahwa kakek/buyut anda adlh leluhur anda? Tentunya anda tetap menganggap leluhur donk?!…. Demikian pula timnas indonesia 2010 hrs mengakui bahwa timnas hinda belanda 1938 adlh leluhur.
    @all: saya hanya menjabarkan pandangan saya. Terima kasih🙂

  19. 22
    Henry Says:

    Setuju, bung Baron….
    Saya sendiri kalau menurut kategorinya bung Aguz, termasuk bukan orang Indonesia, karena mata saya sipit, kulit saya bukan sawo matang dan nyaris ga bisa ngomong r dan l dengan fasih.
    Tapi kalau melihat dari sejarah, pada dasarnya setiap manusia berkeinginan untuk survive. Saya yakin setiap orang yang hidup di zaman Belanda ingin untuk survive.
    Ga semua yang berkulit sawo matang ingin merdeka, ga semua yang berkulit putih mendukung Belanda.
    Contoh yang gampang: E.Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Atau sebaliknya Kol.Abdulkadir Widjojoatmodjo, seorang pribumi yang mewakili pihak Belanda di perundingan Renville.
    Atau yang berganti pihak tergantung situasi, misal Kol. R.K.Visser (Idjon Djanbi) mantan komandan pasukan elit Belanda dan kemudian menjadi Komandan pertama Kopassus.
    Kembali ke topik semula, ini harusnya murni olahraga, dan suka ga suka, merekalah yang terbaik di seantero nusantara di zamannya.

  20. 23
    baron Says:

    @henry: hehehe…. Ssssttt…. Jgn terpancing jd berbicara SARA. Kita ngomong yg normatif2 aja, hehehe…
    @henry & all: di comment saya di atas saya sudah tulis, di sini ada 2 kacamata/sudut pandang yg berbeda; bang thoyib,aguz melihatnya dr sudut pandang “kepribumian”,smentara saya melihatnya dari sisi “universal based on historical”.
    Dan saya katakan jg bahwa terdengar agak rasialis kalo kita melihat hal ini dr sisi “kepribumian”.
    Skrg yg lg hangat di timnas kita adlh pro & kontra naturalisasi pemain.
    Yah, balik lg ke topik, kita lihat aja si empunya keputusan (PSSI) mau mengakui atau tdk timnas 1938. Dari situ kan kita bisa lihat, sudut pandang mana yg PSSI gunakan

    • 24
      novanmediaresearch Says:

      PERTAMA, Mungkin kalau kita mau melihat masa lalu, jangan terlalu melihatnya dari masa kini. Kalau melihatnya dari masa sekarang ini, ada kalanya terasa aneh, rancu, janggal, dan sebagainya. Karenanya, saya suka “menelitinya” dari media yang sejaman. Contoh universal: dulu ada iklan perbudakan. “Halal”. Kalau iklan seperti itu terjadi pada masa sekarang ini, sebuah tragedi kemanusiaan, bukan? Ya, ada perubahan nilai-nilai dalam masyarakat.
      KEDUA, Saya cenderung memilih Timnas 1938 bukan timnas kita. Saya lebih memilih pada posisi Slowakia (CekoSlowakia, bukan Cheska), Ukraina (Uni Soviet, bukan Rusia), dan semacamnya.
      KETIGA, Coba perhatikan, Persebaya mau pilih yang mana: juara 1949-1950-1951-1952 atau 1951-1952? Mungkin sudah takdir sejarahnya pula bahwa orang-orang yang hidup di Indonesia pernah menikmati Piala Dunia (1938).

  21. 25
    baron Says:

    Ngomong2 soal media,setau saya media masa memiliki peranan sangat penting dalam merubah paradigma masyarakat.
    Cekoslovakia,setau saya ada 2 timnas pecahan dari timnas cekoslovakia; timnas ceko & timnas slovakia.
    Timnas hindia belanda, kalo bukan timnas kita,lalu timnas siapa? Timnas belanda kah? Hehehe… Peace…
    Saya pernah baca blog yg dibuat oleh org malaysia,di situ dia menghina (saya ingat sebagian kalimatnya) “indon…indon… Konon negri ni pernah tampil di world cup 1938 sebagai budak nedherland. Sekarang, ke mana kah negri ni? Sudah punah ke?”
    Melihat penghinaan itu saya berharap PSSI lebih memiliki spirit “here we are,we’ll be back to world cup, soon, as an independent indonesian”

    • 26
      novanmediaresearch Says:

      Menurut hemat saya, itu timnas Hindia Belanda. Biarlah itu menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia karena faktanya memang seperti itu. Lalu, kita harus memperjuangkan timnas Indonesia sendiri. Teorinya: ambil yang baiknya dari sepak bola Hindia Belanda dan buang yang jeleknya dari sepak bola Hindia Belanda juga he he he.
      Saya melihat seperti sepak bola non-Rusia (kalau tidak salah memandang). Ketika menjelang Piala Eropa dan Piala Dunia, media massa Indonesia dan Dunia bercerita tentang kejayaan sepak bola Uni Soviet untuk Rusia. Lalu, bagaimana dengan 12 negara pecahan Uni Soviet lainnya? Nah, dalam cerita ini, saya memandang bahwa timnas Indonesia adalah diposisikan seperti timnas negara-negara non-Rusia lainnya. Itu pun kalau saya tidak salah memandang itu tadi. Maklum saya hanya melihat dari satu arah dan tidak melihat dari arah-arah yang lain. Misal, boleh jadi media-media di Ukraina dan lain-lain menyebut timnas Uni Soviet sebagai timnasnya sendiri. Kita kan tidak tahu informasi-informasi seperti itu.
      Contoh lain, timnas Serbia-Montenegro (kini sudah bubar) disebut-sebut sebagai kelanjutan kejayaan timnas Yugoslavia. Bagaimana dengan Bosnia-Herzegovina dan Kroasia? Seperti itulah sederhananya….

  22. 27
    baron Says:

    Kalo saya sih tetap berpendapat bahwa timnas hindia belanda adalah indonesia. Karena negara bernama hindia belanda tidak hilang ditelan bumi, tetapi merdeka menjadi indonesia yg bebas dari unsur belanda.

  23. 28
    juntoboy Says:

    PSSI, NIVU/NIVB, HNVB dan bond-bond lain pada masa pergolakan kemerdekaan adalah bagian dari sejarah sepakbola indonesia… bagaimanapun juga Hindia Belanda adalah pemerintah resmi di bumi pertiwi sebelum indonesia terbentuk tahun 1945..
    saya sependapat dengan bung novan. bagaimana Rusia yang kelanjutan dari Uni Soviet, Serbia Kelanjutan dari Yugoslavia, tentu saja Indonesia kelanjutan Hindia Belanda. seperti exs bond NIVU yang bergabung dengan Bond PSSI sebagai contoh Persebaya dan Persija.
    dan yang pasti kejuaraan Nivu yang dimulai tahun 1914 adalah bagian dari sejarah persepak bolaan kita…
    hanya satu pertanyaanya… sebenarnya kapan NIVU resmi berdiri…..?

  24. 29
    aguz banderaz Says:

    junto : yg dimaksud bung novan apabila rusia dibilang kelanjutan dari uni sovyet, tentu sangat tidak adil.bagaimana dengan ukraina,belarus,georgia armenia,azerbaijan dll yang dulu juga para pemain dari daerahnya punya andil dalam membesarkan nama soviet di sepakbola dunia namun secara sepihak diklaim sebagai reinkarnasi prestasi rusia semata. juga serbia yang seakan-akan ditahbiskan media dunia mewakili atau melanjutkan kebesaran nama yugoslavia di masa lalu,.padahal pemain2 dan orang2 kroasia,bosnia,slovenia dan macedonia pun punya andil besarterhadap kesuksesan yugo sewaktu masih bersatu,…

  25. 30
    juntoboy Says:

    @agus banderaz. sori ternyata saya salah tafsir…
    bagi saya wilayah inti dari sebuah negara yang bubar maka itu adalah kelanjutan dari negara tersebut…

  26. 31
    aguz banderaz Says:

    baron : hahaha,..yang jelas leluhur saya jelasnya kakek buyut saya KH.MA’RUF ulama besar di kota pendopo alit lematang hilir kabupaten muara enim,sumatera selatan. beliau dulu yang memimpin perjuangan laskar melawan penjajah belanda di bumi muara enim dan sekitarnya yang kaya minyak. namun bukan itu konteksnya,bukan berarti karena dulu orang belanda menjajah kita lalu kita membenci orang belanda keseluruhan yang tentunya gak tau apa-apa.bukan,bukan itu,karena dimata tuhan kita semua tak berbeda tak perduli orang arab,cina,amerika,melayu,jawa,indian,negro sekalipun,.tak ada yang lebih tinggi derajatnya dikarenakan sukunya di mata tuhan melainkan takwanya.ini konteksnya masalah sepakbola,tepatnya timnas hindia belanda 1938,.saya pun bangga pada timnas ini karena banyak pemain pribuminya termasuk juga kebanggaan saya ada putra palembang sumatera selatan disana FRANS MEENG,.namun bagi saya hindia belanda tetaplah hindia belanda dan indonesia ya indonesia,.timnas hindia belanda adalah tim bentukan pemerintah kolonial belanda yang saat itu berkuasa di nusantara dan memiliki organisasi sepakbola/voetbal NIVU (Nederlandsche Indische voetbalbond unie),.kemudian pada 19 april 1930 masyarakat pribumi yang tidak mengakui eksistensi belanda mendirikan organisasi tandingan PSSI. dan jelas yang dikirim ke piala dunia prancis tahun 1938 adalah tim bernama hindia belanda bentukan NIVU yang berkuasa saat itu bukan PSSI(indonesia belum merdeka),meski beberapa pemainnya konon ada juga yang berkompetisi di NIVU dan PSSI sekaligus.saat jepang menggulung kekuasaan belanda di nusantara 1 maret 1942 tak lama kemudian digulung juga kekuasaan NIVU di indonesia oleh jepang yang ganti mendirikan TAI IKU KAI sebagai induk olahraga dan sepakbola di tanah air.pada 1944 TAI IKU KAI di ubah namanya menjadi GELORA (gerakan olahraga) oleh jepang agar bisa menarik simpati rakyat indonesia,GELORA saat itu berfungsi seperti KONI kalau sekarang. maklum jepang butuh bantuan prajurit untuk meladeni amerika dan sekutu di medan perang,dan jepang menarik PSSI dibawah naungannya.pada 1945 indonesia merdeka dan berakhirlah kekuasaan jepang di tanah air,.dan republik indonesia serta PSSI mendapat kedaulatan dan legalitas yang sejati.karena pemerintah indonesia menabalkan PSSI sebagai organisasi resmi sepakbola republik indonesia.2 tahun kemudian pemerintah indonesia yg telah berdaulat dan merdeka penuh mengganti nama GELORA menjadi PORI (persatuan olahraga republik indonesia).jadi sudah jelas dan tak usah diperdebatkan lagi,.hindia belanda ya hindia belanda,.indonesia ya indonesia,..

  27. 32
    baron Says:

    @agus: sama, adiknya nenek saya jg seorang aktivis kemerdekaan (gerilyawan) yg tewas tertembak oleh tentara hindia belanda (tentara hindia belandanya org pribumi), begitu yg diceritakan almarhum nenek saya. Tapi bukan itu intinya.
    Saya mengerti, indonesia ya indonesia, hindia belanda ya hindia belanda walaupun tanahnya sama2 tanah nusantara kita.
    Tapi, saya rasa masalah merdeka/kolonial itu adalah masalah kekuasaan negara = politik.
    Jadi saya rasa, sebaiknya sepak bola lepas dari unsur politik apapun. Jgn menghina ke-profesionalisma-an saudara2 kita dengan ejekan “ga nasionalis”.
    Kasihan pemain2 sepak bola kita mati2an berlaga di PD (walaupun kalah), sekarang ga diakuin.
    @novan: Israel mengklaim timnas Israel adalah terusan dari timnas Palestine Ysrael, Palestina juga mengklaim hal yg sama.
    Intinya sih memang dari kita nya, mau mengakui timnas indonesia itu terusannya timnas hindia belanda atau tidak.
    Kalo kita tidak mengakui timnas hindia belanda sbg timnas kita, berarti besok kalo2 Indonesia ikut PD & FIFA mencatat ini “keikutsertaan kita yg ke-2 kali setelah 1938 dengan nama hindia belanda”, kita harus protes tuh ke FIFA, bilang “TIDAK….. Ini adalah keikutsertaan kami yg PERTAMA kalinya”.
    Tapi, kalo kita mau mengakui timnas hindia belanda adalah pendahulu timnas Indonesia, saya rasa ga ada ruginya buat kita.
    Salam sepak bola..

    • 33
      novanmediaresearch Says:

      He he he, meskipun saya telah menjawabnya secara jelas dalam komentar sebelumnya (tentu berdasarkan sudut pandang saya), saya “tidak mau ambil pusing” apakah itu merupakan timnas kita atau bukan. Kita ambil positifnya saja. Bersyukur. Akan tetapi, kalau mau dijadikan sebagai timnas kita jaman dulu, apakah kompetisi NIVB/NIVU mau dimasukkan juga sebagai kompetisi PSSI? Itu saja pertanyaan saya. Sederhana. Jadi, ada dua pertanyaan yang saling berkaitan. Jangan satu-satu.

  28. 34
    aguz banderaz Says:

    baron : hahaha,..saya tidak pernah mengaitkan sepakbola dengan politik. itu anda yang ngomong,saya orang yang anti politik malah, meski kita terpaksa mau tak mau di jaman ini dan di negeri ini saat ini harus berdampingan dengan hidup yang dipengaruhi politik dalam segala aspek. dan saya tidak pernah menghina dan mengatakan mereka tidak nasionalis, itu anda yang ngomong. saya rasional saja,konteksnya timnas itu timnas hindia belanda bagi saya dan bukan timnas indonesia. apakah sriwijaya juga harus dibilang majapahit karena berada di teritorial yang sama..?,kalaupun di timnas piala dunia 1938 ada paman saya umpamanya,tetapsaya katakan itu bukan timnas indonesia, tapi itu timnas hindia belanda di masanya,yakni saat indonesia pra kemerdekaan. mari segera berbenah memperbaiki yang lebih konkrit untuk sepakbola kita,.nagatomo sudah di inter milan,jepang sudah di ambang juara dunia,.kita orang indonesia masih tak berubah dengan paradigma sepakbolanya yg dulu,.(meributkan hal yang tidak konkrit.,masa lalu itu penting,.masa depan jauh lebih penting,.)

  29. 35
    baron Says:

    @novan: oh ya, saya lupa dgn pertanyaan itu, kompetisi NIVU apakah mau dimasukan ke dalam catatan kompetisi PSSI. kemudian, seandainya kekisruhan di PSSI saat ini menjadikan wacana pendirian organisasi tandingan PSSI (gosipnya sih begitu) menjadi nyata dan MISALNYA menjadi pengganti PSSI (kalo PSSI sudah benar2 tdk diakui oleh FIFA). apakah kompetisi Ligina/Liga Bank Mandiri/ISL mau dimasukan ke dalam organisasi tersebut? kalo seandainya saya yg jd pejabat organisasi sepak bola tanah air, saya akan jwb “ya, semua kompetisi yg pernah ada di nusantara adalah kompetisi yg akan saya record & saya akui”. alasannya, karena awal pendirian organisasi sepak bola adalah untuk menandingi organisasi yg sudah ada/existing, namun seiring berjalan dgn wkt organisasi yg existing tersebut hancur & peranannya digantikan oleh organisasi tandingan. jd saya rasa, pendirian organisasi ini adalah untuk melanjutkan pembangunan sepak bola, bukan untuk mengeliminasi organisasi sebelumnya. Misalnya: PSSI thn 1928 yg didirikan untuk menampung kompetisi yg tidak mungkin diadakan oleh NIVU/NIVB, tentunya PSSI menjadi tandingan NIVU/NIVB. Namun seiring dengan waktu, bersamaan degn hancurnya negara hindia belanda, NIVU/NIVB pun bubar dan peranannya digantikan oleh PSSI. Saya rasa, pejabat PSSI yg berjiwa besar pd jaman itu, bubarnya NIVU/NIVB & PSSI menjadi organisasi tunggal adalah bukan goals yg dinanti2kan PSSI. Melainkan, momen ini adalah awal dari pekerjaan PSSI, yaitu melanjutkan apa yg telah dikerjakan oleh NIVU/NIVB & menjadikannya lebih baik.
    @aguz: sriwijaya, majapahit, hindia belanda, indonesia adalah berbeda, saya sependapat dgn anda. tapi, seandainya saya tau bahwa sriwijaya/majapahit punya timnas sepak bola, akan saya klaim juga sebagai timnas pendahulu indonesia.
    @novan: Intinya semua pertanyaan tersebut berhak dijawab oleh organisasi sepak bola di negara ini (mungkin).
    Kita2 di sini kan ngobrol2 mengutarakan pendapat pribadi masing2 aja, hahaha…. yg kira2 kalo PSSI sepandangan dgn bung aguz, ya jawabannya seperti bung aguz di atas. demikian sebaliknya kalo PSSI sepandangan dgn saya ya kurang/lebih begini jwban saya.

  30. 36
    baron Says:

    Sorry, ralat:
    – PSSI berdiri bkn thn 1928, tapi thn 1930.
    – Negara hindia belanda bukannya hancur, tapi merdeka menjadi Rep. Indonesia. (maaf kalo ada salah kata)

  31. 37
    baron Says:

    Sorry, posting lagi….

    Kalo Jerman ditanya “brp kali juara dunia?” jwbannya “3x”. kapan? Jwbannya “thn 1954, 1974 & 1990 a/n Jerman Barat”
    Kalo kita dikasih pertanyaan yg mirip2 kaya gitu (seputar PD) tapi levelnya lebih rendah sdikit, pertanyaannya: “brp kali Indonesia ikut piala dunia?” jwbannya ada 2 pilihan.
    Pilihan 1: “1x”, kapan? Jwbnnya “thn 1938 a/n hindia belanda”.
    Pilihan 2: “belum, Indonesia belum pernah ikut piala dunia”

    Kalo saya lebih memilih jwban pilihan 1.
    Alasannya: pertama:Melihat Jerman yg beberapa negara lainnya (yg levelnya belum pernah juara) bisa mengakui negara sebelumnya sebelum negara yg sekarang, mengapa kita jg tdk demikian.
    Jerman barat & timur yg bersatu 3 Okt 1990 merupakan negara yg baru yg berbeda dgn Jerman bersatu/merdeka pertama kalinya thn 1806 yg akhirnya berpisah menjadi 2 negara di thn 1866 (2 negara itu: Jerman Utara-Prusia & Austria-Hungaria). Kemudian terjadi perseteruan antar 2 negara yg pecah itu, yaitu; Jerman, Austria-Hungaria, hancurnya Prusia s/d terbunuhnya kaisar Austria-Hungaria sehingga konflik ini semakin meluas & meluas hingga di-sebut2 sbg bibit Perang Dunia, kita skip cerita sampai di sini. Kita langsung menuju Jerman (blok sentral kalah) setelah perang dunia selesai dan dimulainya perang dingin blok barat-blok timur, yaitu pd thn 1949 Jerman di wilayah barat dibawah pendudukan Inggris, Perancis & Amerika membentuk negara Jerman Barat, sedangkan di wilayah timur dibawah pendudukan Uni Soviet membentuk negara Jerman Timur. Hingga 3 Okt 1990 Jerman barat & Jerman timur bersatu, seblumnya pd tgl 8 Juli 1990 negara Jerman Barat menjuarai piala dunia FIFA. Jadi, 3 Okt 1990 Jerman adalah betul2 sebuah negara baru yg ditandai dgn runtuhnya tembok Berlin.
    Dalam hal persepakbolaan jaman sekarang, Jerman selalu mengaku telah menjuarai piala dunia 3x yaitu thn 1954, 1974 & 1990 padahal negara Jerman baru terbentuk thn 1990 & jelas2 yg berdiri di podium juara tersebut adalah timnas Jerman Barat. Tapi ini sah-sah saja, mengingat territorial Jerman Barat saat ini adalah bagian dari wilayah Jerman, maka sah-sah aja Jerman mengaku pernah juara dunia 3x.
    Demikian pula dengan Indonesia. Nusantara dibawah pendudukan belanda membentuk negara hindia belanda & pd thn 1938 berlaga di piala dunia. Sah-sah aja kalo Indonesia mengaku pernah berlaga di piala dunia thn 1938 walaupun Republik Indonesia baru terbentuk/merdeka thn 1945 & jelas2 yg berada di lapangan saat itu adalah timnas hindia belanda. Sama seperti Jerman, ini sah-sah aja mengingat territorial hindia belanda saat ini adalah wilayah Indonesia (bahkan 100%, tidak seperti territorial Jerman Barat terhadap Jerman).
    Alasan ke2: sebuah negara untuk ikut piala dunia, tidak lah harus merdeka dulu. Jadi boleh2 aja kan Indonesia yg ingin exist di piala dunia yg masih memakai nama hindia belanda karena belum merdeka. Buktinya, Soeratin kepengen banget pemain yg berangkat ke PD 1938 Perancis adalah pemain PSSI, sayangnya tidak karena masalah legalitas PSSI waktu itu. Seandainya Soeratin pd wkt itu bisa berbuat sedemikian rupa sehingga akhirnya FIFA memutuskan anak2 PSSI lah yg tampil, ya timnas kita thn 1938 itu namanya tetep timnas hindia belanda (walaupun PSSI, I nya Indonesia).
    Maksud saya, ya ga mungkinlah pd thn 1938 itu kita pakai nama Indonesia, krn nama yg relevan wkt itu adalah timnas hindia belanda. Begitu pula sebaliknya saat ini, tidak mungkinlah saat ini nama timnas kita timnas hindia belanda, krn yg nama yg relevan saat ini ya timnas Indonesia.

  32. 38
    aguz banderaz Says:

    baron : saya setuju dengan anda kalo PSSI yang harus bersuara tentang hal ini,. tapi tentu sulit, kita liat aja masalah database sepakbola nasional aja mereka gak perduli,..contohnya sejarah kompetisi PSSI yang betul-betul valid,.mungkin mereka tak pernah memperdulikan hal itu,.sehingga generasi penerus ini banyak yang salah informasi tentang daftar juara-juara pertahun misalnya di media massa nasional yang wartawannya banyak asal-asalan dan kurang wawasannya tentang sepakbola nasional.

  33. 39
    baron Says:

    aguz : betul itu, kemarin2 susah kali PSSI mengagendakan publikasi sejarah kompetisi2 nasional, soalnya minim fasilitas karena dipimpin dari balik jeruji besi. hahaha….. yah begitu laaah adanya PSSI.
    Sekarang mereka sedang berbenah diri memlalui komite normalisasi. Ada sedikit harapan setelah FIFA dengan tegas melarang nama seorang bekas narapidana itu untuk ikut dalam bursa pemilihan ketua PSSI. Amin!!!

  34. 40
    Dwijaya Says:

    Ulasan yang sangat baik sekali.
    Tapi kenapa yang dijadikan titik tumpunya adalah ‘kompetisi’?
    Apakah Piala Dunia ajang untuk klub?
    Setahu saya setiap pemain yang berlaga di Piala Dunia, mereka mewakili bangsa dan negaranya bukan klubnya.
    FIFA pasti punya alasan kuat memilih Indonesia mewarisi pencapaian DUTCH EAST INDIES dikompetisinya (meskipun harus kandas di babak I dari Hungaria dengan skor 0-6).
    Memang sebagai negara, Indonesia baru diproklamasikan pada 1945, namun sebagai bangsa sudah dikenal sejak 1920-an (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia), jadi menurut saya mereka yang berlaga di PD 1938 (Tan Mo Heng, – Frans Hu Kom, Jack Samuels, – Achmad Nawir (c), Alfred Meng, Anwar Sutan, – Tan Hong Dijen, Suwarte Sudarmadji, Henk Zomers, Isaac ‘Tjak’ Pattiwael, Hans Taihuttu) layak disebut sebagai timnas Indonesia.
    Contoh lainnya Serbia yang mewarisi catatan sepakbolanya Yugoslavia, Russia atas Uni Soviet, dan Jerman atas Jerman Barat.
    Begitulah menurut pendapat saya.

  35. 41
    genx Says:

    Tulisan yg bagus untuk saya baca berikut komentar2 yg ada yg membuat wawasan tentang sejarah sepakbola indonesia saya bertambah, krn sebelumnya saya hanya pernah dengar sriwing2 (kl org jawa bilang) kl indonesia pernah ikut Piala dunia thn 30an gt,… trus yg jd pertanyaan itu TimNas kita bukan? kn gt, Kl Timnas mungkin bukan tp itu bagian dr sejarah sepakbola Indonesia tentunya krn INDISCHE NETHERLAND berada dan berkompetisi di wilayah Indonesia saat ini.

  36. 42
    budi Says:

    Hebat juga ya Indonesia di masa lalu, saya paling suka dengan ilmu sejarah terutama sejarah peradapan manusia dalam sejarah, sejak kapan sepakbola ada di indonesia?
    kalau sepakbola indonesia bisa di cari dimana ya yang lengkap, apa ada musiumnya si indonesia? atau buku2 yang bisa dibeli.
    mohon tanggapanya?

  37. 44
    Putra Says:

    tp smpai kapan kita menunngu Timnas kita yg brbndera Merah Putih (Indonesia) bisa berlaga (kembali) di Piala Dunia ?
    *ini prtanyaan yg smpai skrg blm trjawab


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: