PSM vs Persija: Gol Bepe, Bagaimana Statistik Sebaiknya Disusun?

Hari Sabtu, 28 November 2009 Siang tadi (jam 13.30 WIB), seperti biasa NMR menyaksikan acara Galeri Sepakbola Indonesia yang ditayangkan Trans7. Salah satu tayangannya ialah pertandingan PSM vs Persija di Stadion Andi Mattalatta (Makassar) pada 25 November 2009. Dalam tayangan tersebut, jelas, ada dua gol PSM yang disarangkan ke jala gawang Persija. Selain itu, ada satu gol Persija yang dijaringkan ke jala gawang PSM. PSM memang menang 2-1. Adakah yang aneh dari cerita itu? Cerita biasa, bukan?!

Nah, pada kesempatan kali ini, NMR mau bercerita tentang data sepak bola Indonesia yang berkaitan dengan pertandingan PSM vs Persija itu. Ternyata, satu-satunya gol Persija yang dicetak Bambang Pamungkas diciptakan melalui tendangan penalti sebagaimana dilaporkan pula, antara lain oleh surat kabar Fajar.

Lalu, apa yang aneh? Mari kita perhatikan data Badan Liga Indonesia tentang pertandingan PSM vs Persija. Ternyata, gol Bambang Pamungkas (Persija) tidak diberi tanda “penalti”. Maaf kalau NMR salah menafsirkan data. (Akhirnya, kelak, bagaimana kita menyusun statistik untuk perkembangan dan kemajuan sepak bola kita).

Sesungguhnya, NMR merasa tidak enak hati untuk mengoreksi (kembali) BLI-PSSI karena NMR menyadari bahwa data-data BLI-PSSI pun dipakai oleh NovanMediaResearch. (Jadi, mohon dimaafkan dan semoga berkenan). NMR pun menyadari bahwa pengamat biasanya jago kritik daripada pihak yang diamati (karenanya, NMR pun sangat butuh kritik). Selain itu, ini merupakan bentuk kecintaan NMR pada sepak bola tanah air.

Berkaitan dengan data-data tadi, NMR pun sempat menyaksikan pertandingan Persebaya vs Persisam Putra dalam siaran langsung (live) di ANTV (Minggu, 18 Oktober 2009). Salah satu gol yang dicetak Persisam Putra ialah melalui tendangan penalti Ronald Daian Fagundez Olivera. Hal yang menarik yaitu bahwa gol itu sesungguhnya bukan gol penalti melainkan gol biasa. Perhatikanlah cerita berikut ini: Ronald Fagundez gagal mengeksekusi penalti dengan baik. Beruntung, ia masih berada dekat dengan bola dan akhirnya ditendang untuk mencetak gol. Apakah itu gol penalti ataukah gol penalti-rebound? (Istilah “sementara” menurut NMR —mohon dibantu istilah yang tepatnya). Karena itu, tentu tepat kalau BLI-PSSI menulis “penalti” dalam datanya (dan NMR pun sependapat). Namun, NMR masih merasa tidak puas karena peristiwa yang terjadi. NMR kira, ini bagian “ilmuwan” sepak bola untuk menerangkannya.

Kejadian-kejadian ini pula yang membuat NMR senang mencari, menghimpun, dan check and recheck data yang bersumber dari berbagai media massa [cetak, elektronik, dan online, serta personal (sahabat-sahabat langsung)] se-Indonesia.

Iklan

2 Comments »

  1. 1
    OSB Says:

    betul bro, gol rebound emg gak ditulis penalti krn lahir dr open play.. gol BP kmrn yg harusnya ditulis penalti krn emg lahir dari titik 12 pas… nice share!

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Tambahan juga untuk pertandingan Minggu, 29 November 2009: Persiram vs Persipro 3-0. Gol Titus Bonai terjadi lewat penalti. Sumber: RRI Pusat Jakarta (Berita Olahraga jam 15.00 WIB) dan Jawa Pos. Bandingkan dengan BLI-PSSI yang tidak menulis “penalti”. Catatan NMR mengacu pada BLI-PSSI. Jadi, catatan Media (meskipun tepat) “terpaksa” tidak diikuti NMR karena untuk keseragaman data. Sedang dipertimbangkan lagi 🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: