Jangan Lupa dengan Kasus Lama Klub Anda yang Belum Terselesaikan

Manajemen tim anda (kita) pernah memiliki masalah lama yang belum terselesaikan? Waspada. Mungkin masalah-masalah yang belum terselesaikan itu akan membawa kerugian bagi timnya. Pengurangan tiga poin atau pencoretan sebagai peserta kompetisi pun akan menjadi ancaman.

Mau bukti? Lihatlah Madina Medan Jaya Mandailing Natal (Madina) yang akhirnya dicoret dari partisipasinya sebagai peserta Divisi I Liga Indonesia 2009/2010. Mengapa dicoret? Ya, Madina Medan Jaya ternyata mendapat sanksi sebagai akibat tidak memberi gaji kepada pemainnya pada musim terdahulu.

Mau bukti lagi? Lihatlah Gaspa Palopo yang juga mengikuti Divisi I LI 2009/2010. Gaspa (Gabungan Sepak bola Palopo) dicoret karena memperoleh sanksi akibat belum memenuhi kewajiban atas kontrak eks dua legiun impor (Anthonio S. Fonggan dan Marthen Tanniche) di LI 2005 lalu.

Mau bukti juga? Lihatlah Persikabo Bogor di Divisi Utama LI 2009/2010. Masih untung Persikabo (Persatuan Sepak bola Indonesia Kabupaten Bogor) tidak dicoret dari kompetisi musim ini. Namun, nilai Persikabo dikurangi 3 karena manajemen lama belum menyelesaikan pemutusan kontrak pemain asing, Ndjee Bakena Noah (cedera kaki) pada musim lalu. Pada masa itu, Ndjee Bakena Noah mengadu ke FIFA dan FIFA (dan BLI-PSSI) memberikan sanksi pada musim ini.

Ada bukti lain? Masih ada. Persisam Putra Samarinda ternyata mendapat sanksi pengurangan 3 poin. Namun, karena perjuangan H. Harbiansyah, pengurangan 3 poin itu akhirnya dibatalkan. Alasannya, kesalahan itu terjadi pada kompetisi terdahulu sehingga agak janggal bila diberlakukan kepada tim pada periode sekarang.

Kasusnya sama, tetapi keputusannya berbeda ya?! Mungkin pertimbangan-pertimbangan hukumnya berbeda. Mungkin pula ada yang menerima saja (baca: pasrah) dan ada pula yang mengajukan banding.

Terlepas dari itu, tampaknya PSSI dan klub perlu mengaudit diri kalau-kalau ada masalah-masalah yang belum terselesaikan pada masa lalu, termasuk sanksi-sanksi Komdis (Komisi Disiplin) pada masa ini. Bukan apa-apa. NMR khawatir hal itu akan menjadi bom waktu.

Coba perhatikan? Kalau klub A menempati peringkat pertama misalnya, lalu dikurangi sekian poin (atau dicoret), tentu ada pro-kontra pada status juaranya. Di sana sini akan timbul protes. Selain itu, kalau klub B menempati peringkat yang aman dari zona degradasi, tentu klub itu akan panik ketika dikurangi sekian pon yang mengakibatkan klub itu di-degradasi.

Semoga semua masalah dapat diselesaikan dengan baik: menciptakan manajemen profesional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: