Pengungkapan Fakta yang Disempurnakan: PSMS Juara Perserikatan 3 Kali Berturut-turut

Satu ketegasan fakta lagi terungkap. Hari ini, lega rasanya. Rasa “was-was” dan “harap-harap cemas” yang selama ini dialami NMR, terjawab sudah. Ya, rasa “was-was” itu terjadi sejak NMR memberanikan diri (baca pula: nekat) untuk menyatakan bahwa kompetisi Perserikatan (baca: Kejuaraan Nasional PSSI 1969) ada penyelenggaraannya dan PSMS Medan tercatat sebagai juaranya. Ya, NMR sempat menyimpulkan bahwa PSMS merupakan satu-satunya tim Perserikatan yang berhasil menjadi juara Perserikatan tiga kali berturut-turut (1966/1967, 1967/1969, dan 1969/1971). NMR menyadari bahwa fakta ini jelas menyalahi (baca: “melawan arus”) daftar juara Perserikatan yang ada selama ini yang tentu saja telah menjadi “main stream” dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Masih dalam rangkaian "tugas khusus", NMR pun mengunjungi Pusat Informasi Kompas biro Jawa Barat di Jalan LLRE Martadinata No. 46 Bandung (Senin, 8 Maret 2010). Tampak salah satu guntingan kliping tentang PSMS Medan yang meraih juara Kejurnas PSSI 1969.

Rasa “was-was” yang akhirnya telah “disempurnakan” hari ini sesungguhnya lebih terasa “menusuk” daripada pencarian fakta pada dua hal lain yaitu pertama, Persipura Jayapura yang menjadi juara (Divisi Utama) Perserikatan 1979 ternyata “hanya” juara (Divisi I) Perserikatan pada tahun yang sama, dan kedua, Persija Jakarta (Pusat) yang dinyatakan pernah menjadi juara Perserikatan tiga kali berturut-turut dalam tahun 1970-an (1973, 1975, dan 1977) ternyata hanya dua kali berturut-turut (1973 dan 1975).

Untuk “kasus” Persipura dan Persija, NMR telah memiliki data sehingga “kesalahan” itu dapat segera “dibenarkan” melalui penelusuran data. Bagaimana untuk “kasus” PSMS? Ya, rasa “menusuk” itu memang sungguh terasa. Bagaimana tidak, data-data pendukung belum ada. Maksudnya, data-data yang difokuskan pada tanggal (minimal tanggal-tanggal yang mendekati) suatu peristiwa. Dengan adanya tanggal, diharapkan tidak ada tumpang tindih antarperistiwa. Jika sebelumnya keyakinan NMR hanya 95%, kini telah menjadi 99,9%.

Sebelumnya, NMR sempat mengetahui Kejurnas PSSI 1969 dengan PSMS sebagai pemegang juaranya dalam sumber pertama yaitu buku tahunan KONI Pusat (kalau tidak salah terbitan tahun 1970) —berarti Kejurnas PSSI 1971 pasti belum dimasukkan. Dalam buku “antik” itu, NMR sempat melihat daftar juara Kejurnas PSSI dari 1951 sampai 1969. NMR pun melihat catatan bahwa PSMS menjadi juara pada 1967 dan 1969. Kalau buku “antik” itu merupakan buku yang diterbitkan pada 1970, alangkah logisnya kalau penyelenggaraan tahun 1969 sudah dimasukkan ke dalam buku tahunan KONI Pusat tersebut.

Lalu, dalam perkembangannya, NMR pun sempat membaca sumber kedua (Majalah Tempo) edisi 16 Oktober 1971 bahwa PSMS menjadi juara Kejurnas PSSI 1971. Dengan informasi tambahan dari Majalah Tempo itu, berarti tepat bahwa PSMS pernah menjadi juara Perserikatan tiga kali berturut-turut (1967, 1969, dan 1971). Apalagi dalam Majalah Tempo edisi 16 Oktober 1971 ditulis: “…Tampilnya PSMS Medan sebagai Djuara Kompetisi PSSI periode 1969-1971 menggoreskan tinta emas dihalaman sedjarah PSSI sedjak Proklamasi sebagai satu-satunja Kesebelasan jang berhasil merebut gelar djuara 3 kali berturutturut dari tahun 1967..”.

Akhirnya, dalam hasil penelusuran NovanMediaResearch yang terbaru, NMR pun menemukan fakta: “Final round kompetisi PSSI 1967/1969 telah berachir dengan keluarnja PSMS Medan sebagai djuara. Berarti Medan memperpandjang gelarnja untuk 3 tahun lagi. Kemenangan tersebut ditjapai setelah dalam pertandingan penutupan PSMS menggulingkan Persib Bandung 3-0 (2-0), pada hari Minggu sore.” (Harian Kompas edisi Selasa, 08-07-1969).

Menurut catatan NMR, hari Minggu itu tentu tanggal 6 Juli 1969 dan kemenangan atas Persib bukanlah dalam pertandingan final melainkan salah satu pertandingan dalam rangkaian putaran final (final round).

Iklan

6 Comments »

  1. 1

    benar sekali bung,..saya pernah membaca disalah satu artikel saat PSMS juara musim 1969 tersebut selain diperkuat bintang-bintang lokal saat itu macam ronny paslah,ipong silalahi,tumpak sihite,yuswardi dll,.PSMS juga diperkuat bintang persija iswadi idris,soetjipto soentoro,.karena mereka ditarik pardedetex setahun sbelumnya,.juga ada anwar ujang yg juga ditarik pardedetex dari persika karawang,.selain itu pada piala champions asia musim 1970 saya membaca di bola kalo psms mewakili indonesia,. dan mampu meraih prestasi terhormat sebagai semifinalis dan berada di peringkat 4,.setelah ditekuk juara iran di semifinal dan di perebutan juara III ditekuk juara syria,..sedangkan ada media mengatakan persija juara 3 kali berturut-turut 1973,1975 dan 1977,saya sepakat keliru,.mungkin yang benar tahun 1977 persija menjuarai BANG ALI CUP (piala gubernur DKI JAYA /bpk.ALI SADIKIN),.yg memang saat itu pesertanya 6 besar perserikatan musim sebelumnya,..

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Salut…!!! Kalau informasi yang ini bagaimana? Sebagai juara Perserikatan 1967, pada tahun 1968 PSMS sudah mendaftar untuk mengikuti Piala Champions Asia 1969. Sayang, saya belum menelusurinya lebih lanjut. Ada “keterputusan” informasi.

  2. 3
    ARIES Says:

    APA ADA PEMAIN YANG NAMANYA BAKRI DARI MADURA?

  3. 5
    USTADHIM Says:

    Kalo juara2 di era galatama klub2 mana aja ya !


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: