Kejurnas PSSI 1964/1965: Kejurnas PSSI Gaya Baru

Pada suatu masa, di tahun 1964. Kejurnas PSSI 1964 yang dijuarai Persija baru saja berakhir pada 9 Agustus 1964. Ke depan, Kejurnas PSSI 1964/1965 akan segera menanti dengan sistem yang baru. Jika sebelumnya kompetisi digelar 1-3 tahun sekali, mulai masa ini kompetisi akan digelar setahun sekali.

Ya, Kejurnas PSSI 1964/1965 disebut-sebut sebagai Kejurnas PSSI gaya baru. Selain ada pembagian wilayah (baca: bukan di tingkat distrik sebagaimana biasanya), Kejurnas PSSI kali ini mulai menerapkan babak semifinal untuk pertama kali.

Dalam rancangannya, kompetisi diharapkan berakhir setiap tanggal 15 Agustus dalam rangka menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus setiap tahunnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sayang, kelak di tahun 1966, rencana itu berantakan akibat pengunduran diri Persebaya (runner-up wilayah timur) di babak semifinal Kejurnas PSSI 1965/1966. Pengunduran diri akibat terjadinya kericuhan itu mengakibatkan kompetisi mundur hingga September 1966, termasuk pemindahan tempat babak final dari Jakarta ke Medan.

Kembali ke cerita awal…, Kejurnas PSSI 1964/1965 diikuti sepuluh tim. Mereka terdiri dari semua tim peserta Kejurnas PSSI 1964 tingkat nasional (sembilan tim) ditambah satu tim lagi yang harus diperebutkan dari babak play off (baca: Persema mengalahkan PSIS).

Dalam kompetisi kali ini, ke-10 tim dibagi ke dalam dua wilayah (barat dan timur) yang setiap wilayahnya terdiri dari lima tim. Wilayah barat meliputi PSMS, PSP, Persija, PSB, dan Persib. Sementara wilayah timur meliputi Persebaya, Persema, Persid, PSM, dan PSA.

Setiap tim dalam wilayahnya masing-masing bertanding dengan sistem kompetisi penuh di beberapa tempat (baca: belum home and away). Lalu, juara dan runner-up setiap wilayah lolos ke babak semifinal yang bertanding secara silang sebanyak dua kali (sistem agregat gol). Setelah itu, para pemenang di babak semifinal lolos ke babak final untuk memperebutkan gelar juara, sedangkan para pihak yang kalah akan memperebutkan peringkat ke-3 dan ke-4. Sejak babak semifinal, semua pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Singkat cerita, PSM berhasil menjadi juara Kejurnas PSSI 1964/1965 setelah mengalahkan Persebaya 3-2. Sebelumnya, di semifinal, PSM menang atas Persib dan Persebaya menang atas Persija.

Inilah kisah Kejurnas PSSI yang disebut-sebut sebagai Kejurnas PSSI gaya baru. Kejurnas PSSI dengan gaya baru ini hanya bertahan sebanyak tiga kali (1964/1965, 1965/1966, dan 1966/1967). Itu pun diwarnai dengan sedikit perubahan. Kelak, “penyakit” PSSI kumat lagi: selalu mengubah sistem kompetisi dalam waktu yang berdekatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: