Ketika Indonesia Ingin Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 1970

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan akan berakhir satu pekan lagi. Bagaimana dengan tim-tim unggulan anda? Ke depan, menjelang berakhirnya Piala Dunia 2010, NMR mungkin akan menyajikan satu-dua tulisan lagi yang berkaitan dengan “The greatest show on earth” ini. Salah satunya tentu berkaitan dengan prediksi (dalam hal ini, NMR lebih tepat mengatakan “keinginan”). Namun, yang jelas, NMR hanya akan menyajikan “tiga teori” (baca: mitos) yang digagalkan “dua teori” hasil imajinasi (baca: pikiran ngawur) NMR. Setidaknya, “teori-teori” itulah yang akan menjawab kenapa Piala Dunia kali ini terasa berbeda: tim-tim kandidat juara bisa gagal. Ringan kok, nggak berat-berat amat.

OK-lah, kita lupakan dulu rencana itu. Dalam bahasan kali ini, NMR ingin mengungkapkan kembali kisah PSSI (Indonesia) ketika berkeinginan menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Tanggal 18 Maret 2010 (berita di Indonesia: 19 Maret 2010), pengajuan proposal (bidding) PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 ditolak FIFA. Namun, tahukah anda bahwa pada masa lalu PSSI pernah mengalami hal serupa.

Pada tahun 1962, Indonesia pernah menyatakan keinginannya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970. Keinginan Indonesia itu akan dibicarakan dan diputuskan oleh Kongres FIFA di Tokyo pada 1964 bersamaan dengan penyelenggaraan Olimpiade di ibu kota Jepang itu.

Ketua Umum PSSI Abdulwahab Djojohadikusumo menyatakan bahwa Ketua FIFA Sir Stanley Rouse tidak hanya telah mengetahui keinginan Indonesia itu, tetapi juga telah meninjau kemungkinan-kemungkinannya untuk menyelenggarakan pertandingan-pertandingan kejuaraan sepak bola dunia 1970 itu selama kunjungannya di Indonesia.

Sir Stanley Rouse, menurut Abdulwahab, telah menyatakan keyakinannya kepada pimpinan PSSI bahwa tokoh organisasi sepak bola dunia itu mendapat kesan Indonesia mampu menjadi tuan rumah antara lain didasarkan pada kemampuan bangsa Indonesia dalam melaksanakan Asian Games IV/1962.

Selama lebih kurang lima hari berada di Indonesia untuk menghadiri pembukaan Asian Games IV/1962 dan bertemu dengan ofisial AFC (Asian Football Confederation), Sir Stanley Rouse disertai Wakil Ketua FIFA Dr. Barassi (Italia) juga telah mengunjungi kota Bandung (sebelum akhirnya menuju Australia).

Dalam perkembangannya, sejarah pun mencatat, Meksiko dipilih FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970. Apa kabar Indonesia? Oh ya, kalau perlu Indonesia tidak perlu menunggu tahun 2022 (yang sudah tertutup), tetapi lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil juga OK….

1 Comment »

  1. 1
    Srikandi Hakim Says:

    Betapa Soekarno pada saat itu telah sangat memperhatikan perkembangan persepak bolaan nasional dan berkeyakinan bahwa thn 1970 akan siap menjadi tuan rumah Piala Dunia.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: