Piala Dunia 2010 Menampar Sepak Bola Kita

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan telah berakhir. Pelajaran apa yang didapat oleh kita dari penyelenggaraan Piala Dunia 2010? Sportif dan fairplay.

Selama ini, persepakbolaan kita selalu kacau balau oleh berbagai komponen. Salah satunya ditujukan kepada wasit. Dampaknya, setiap komponen menjadi cengeng dan saling menyalahkan satu sama lain.

Akan tetapi, sehebat apa pun Piala Dunia 2010, kesalahan wasit tetap ada. Oh ya, sampai-sampai FIFA pun sempat meminta maaf atas beberapa kesalahannya. Jadi, Piala Dunia 2010 benar-benar telah menampar kita.

  1. Sportif dan fairplay-lah masyarakat pencinta sepak bola Indonesia.
  2. Sportif dan fairplay-lah pendukung (suporter) Indonesia.
  3. Sportif dan fairplay-lah manajemen (pengurus), pelatih, dan pemain klub.
  4. Sportif dan fairplay-lah wasit Indonesia.
  5. Sportif dan fairplay-lah PSSI.

Pesan dan/atau otokritik dari dan/atau untuk NovanMediaResearch:

“Janganlah bertanya mengapa dari 237 juta rakyat Indonesia tidak ada yang menjadi 11 pemain terbaik, tetapi tanyakanlah mengapa kita tidak pernah mau menjadi satu di antara 11 pemain terbaik itu.”

Sampai jumpa di Piala Dunia 2014 di Brasil karena Indonesia akan berada di sana. Salam…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: