Apa Kabar Sanksi Pengurangan 3 Poin untuk Persisam Putra?

Siapakah pencetak gol terbanyak (top scorer) Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010? Jawabannya cukup mudah: Francisco Aldo Barreto Miranda. Ya, pemain dari Bontang FC (Bontang) ini dianugerahi sebagai top scorer dengan raihan 19 gol.

Apakah jawaban itu sudah pasti? Belum tentu. Alasannya? Karena LSI 2009/2010 belum berakhir. Apa buktinya? Tentu saja pertandingan ulang Persik (Kediri) melawan Persebaya (Surabaya) yang direncanakan digelar pada 5 Agustus 2010 mendatang. Kalau pertandingan ulang berarti pertandingan sebelumnya belum terjadi, bukan? Itulah tafsirannya.

Bagaimana jika dalam pertandingan ulang tersebut Andi Oddang (Persebaya) mencetak 9 gol atau Saktiawan Sinaga (Persik) mencetak 11 gol sehingga salah satu atau keduanya berhasil mencatat 20 gol dalam LSI 2009/2010? Koleksi golnya mengalahkan Aldo Barreto, bukan?

OK-lah, hal itu memang tidak mungkin (meskipun dalam teori selalu ada “tiada yang tidak mungkin”, seperti sepak bola “unjuk rasa” misalnya). Akan tetapi, maksud tulisan ini diangkat ke halaman blog ini ialah untuk menerangkan bahwa kompetisi LSI 2009/2010 memang belum berakhir. [Apalagi, pihak Persebaya sempat mengajukan gugatan ke pengadilan negeri.]

Selain catatan itu, ada pula hal yang menarik lainnya: apa kabar sanksi untuk Persisam Putra (Samarinda) yang katanya dikenai sanksi pengurangan 3 poin? Beruntunglah, klub profesional gabungan dari Persisam (Samarinda) dan Putra Samarinda (Samarinda) itu tidak dikenai degradasi akibat dikurangi nilainya (baca: kalau benar-benar dikurangi). Dengan demikian, kedua belah pihak (PSSI dan Persisam Putra) merasa tenang sehingga suasananya tetap kondusif.

Sayang, ketika Persisam Putra menuntut PT Liga Indonesia-PSSI untuk mengurangi nilainya, pihak yang dituntut malah “tenang-tenang” saja. Tidak ada ketegasan.

Bagi NMR, ketegasan ini penting untuk pembelajaran sejarah di masa depan. Jangan sampai setiap masalah didiamkan oleh karena tidak menimbulkan masalah alias berada di zona nyaman.

Karenanya, selesaikan segera. Kalau memang dikurangi, kurangilah. Sebaliknya, kalau memang tidak dikurangi, ya tetap dipublikasikan keputusannya. Keputusan ini akan menjadi rujukan bagi perjalanan kompetisi itu sendiri di masa yang akan datang.

Terlepas dari itu, ada peristiwa-peristiwa lain dalam persepakbolaan Indonesia akhir-akhir ini. Salah satunya, menurut kabar, peringkat juru kunci setiap wilayah di Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 akan dipertemukan dalam pertandingan segitiga play off di tempat netral. Tujuannya jelas: untuk menggenapkan jumlah peserta divisi utama! Maksudnya, agar setiap grup memiliki jumlah peserta yang sama.

Bagaimana kalau ada tim-tim peserta lain yang mundur lagi ya? Itulah juga yang terjadi pada divisi-divisi di bawahnya. Capek-capek play off, malah ada beberapa peserta yang mundur. Hal yang menarik, justru tim-tim yang mundur itu ialah tim-tim tamu.

Memang unik di sepak bola Indonesia. Kalaulah jumlah peserta sudah genap, lalu ada yang mundur, maka berubah lagi kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: