Kejurnas PSSI 1954: PSMS Mundur, Persija Juara

Beberapa kali (bukan sering kali), blog ini menerima “Kata Kunci” bertema (lebih kurang) “Persija di Kejurnas PSSI 1954” dan “Persija di Kejurnas PSSI 1964”. Namun, untuk saat ini, NovanMediaResearch hanya akan membahasnya untuk Kejurnas PSSI 1954 saja. Demikian. Harap maklum.

Bukan sebuah kebetulan kalau pertandingan Persija Jakarta melawan PSMS Medan merupakan pertandingan terakhir dalam rangkaian Kejurnas PSSI 1954. Faktanya, pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang sangat menentukan bagi prestasi kedua tim: juara atau runner-up. Di sisi lain, adanya pertandingan tersebut membuktikan bahwa tulisan “juara dan runner-up” dalam daftar juara Perserikatan PSSI selama ini bukanlah hasil pertandingan babak final, tetapi pertandingan terakhir dalam rangkaian pertandingan sebuah kompetisi: sistem kompetisi penuh atau sistem setengah kompetisi.

Perhatikan klasemen sementara untuk Persija dan PSMS dalam Kejurnas PSSI 1954 sampai 25 Desember 1954.

  1. Persija (Jakarta) 4 4 0 0 21-4 8
  2. PSMS (Medan) 4 4 0 0 11-6 8

Pada masa ini, Persija berupaya untuk membalas kekalahan dari PSMS seperti yang terjadi di babak final PON III/1953 di Medan. Saat itu, Sumatra Utara mengalahkan Jakarta Raya (baca juga: DKI Jakarta) 3-1. Wasit yang memimpin pertandingan pun sama, yaitu Van Yperen.

Dalam pertandingan Persija vs PSMS (26 Desember 1954), Persija yang akhirnya menjadi juara menurunkan formasi pemain: Van der Vin (penjaga gawang), Him Tjiang, Chris Ong, Saleh, Van den Berg, Muzakir, Hasan, Wetters, Djamiat Dhalhaar, Tan Liong Hou, dan Hong Sing.

Namun, dalam pertandingan yang sangat menentukan bagi kedua tim, pertandingan terhenti 17 menit sebelum pertandingan berakhir ketika skor menunjukkan 2-1 untuk Persija. Pertandingan tampak ricuh karena perkelahian antarpemain.

Majalah sepuluh harian “Olahraga” antara lain melaporkan: “…Peristiwa terhentinya pertandingan final tersebut terjadi sesudah suatu penabrakan (sengaja?) dari back Persija Tamaela terhadap kiri luar Medan Kadir. Penabrakan ini mengakibatkan jatuhnya Kadir. Wasit yang meniup freekick belum sempat mengambil putusan terhadap kerusuhan Tamaela, ketika pemain-pemain Medan lainnya mendekati Tamaela sehingga terjadi protes-protesan (adu omong)…” [Susunan kalimat dibiarkan apa adanya, sedangkan ejaan telah disesuaikan.]

Singkat cerita, gelar juara akhirnya diberikan kepada Persija pada jam 11 malam setelah panitia pertandingan memutuskan kemenangan 2-1 untuk Persija.

3 Comments »

  1. […] Kejurnas PSSI 1954: PSMS Mundur, Persija Juara « NovanMediaResearch […]

  2. 2
    aguz banderaz Says:

    saya pernah membaca sepenggal kalimat tersebut di majalah ibukota topik terbitan tahun 1972,.ketika itu majalah topik membahas permainan kasar yg saat itu menggejala di persepakbolan dunia,.yang banyak disorot adalah klub estudiantes argentina,.yg mengandalkan permainan kasar untuk jadi juara intercontinental cup mengalahkan tim2 eropa,. isi sepenggal kalimatnya adalah “ataoe peristiwa saat tamaela memakan pemain psms di kejoearaan pssi”,.berarti bukan hanya 1975 saja persija-psms ribut di partai menentukan yach,. emang musuh bebuyutan mereka dulu,..

  3. 3
    aguz banderaz Says:

    tapi di formasi tim persija yg bung novan sebutkan melawan psms tersebut,.tak ada nama tamaela,.padahal jaman segitu setahu saya belum diperkenankan pergantian pemain,..


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: