Kejurnas PSSI 1959: Wasit Wensveen

Melacak dan menelusuri sosok wasit Wensveen tampaknya cukup sulit. Maklum, setidaknya sampai saat ini, sumber media (bacaan) yang tersedia, dalam hal ini media yang “dimiliki” NovanMediaResearch, sangat terbatas. Namun dilatarbelakangi pertanyaan yang disampaikan pembaca blog ini, sebagaimana biasa NMR berupaya untuk menanggapinya semaksimal mungkin. [Lihat kolom “Komentar” (A-Indeks).]

Dari keterbatasan itu, NMR baru menemukan wasit Wensveen dalam dua peristiwa, yaitu Kejurnas PSSI 1954 dan Kejurnas PSSI 1959. Karena ketersediaan data tadi, meskipun bernada negatif, tulisan ini sekadar menunjukkan bahwa keberadaan wasit Wensveen sebagai wasit FIFA asal Indonesia memang ada (nyata). Dalam konteks bahasan kali ini, NMR berpandangan bahwa wasit juga manusia. Mari kita ikuti bahasannya.

Perhatikan klasemen sementara untuk PSM Makassar dan Persib Bandung dalam Kejurnas PSSI 1959 sampai 5 September 1959.

  1. PSM (Makassar) 5 5 0 0 23-3 10
  2. Persib (Bandung) 5 4 0 1 21-6 8

Pada masa ini, Kejurnas PSSI 1959 baru saja berakhir. Pertandingan terakhir yang terjadi pada tanggal 6 September 1959 di Stadion Ikada, Jakarta, menampilkan PSM Makassar melawan Persib Bandung. Hasilnya, anak-anak Makassar menang 2-1.

Keesokan harinya, beberapa media turut melaporkan pertandingan yang sangat menentukan bagi kedua tim itu. Inilah sebagian berita yang dikumpulkan surat kabar “Merdeka” dan dikutip pula oleh majalah “Aneka”. [Susunan kalimat dibiarkan apa adanya, sedangkan ejaan telah disesuaikan.]

“Bintang Timur”: “…Wasit Wensveen dari Jakarta, yang pernah menjadi kiper Makassar pada waktu sebelum perang, menurut hemat kita menjalankan kebijaksanaan yang agak mengherankan. Kita menuduhnya secara terang-terangan menyebelahi Makassar sebab Makassar sendiri adalah cukup kuat untuk melawan Bandung, tetapi setidaknya wasit Wensveen kemarin sore memimpin agak ragu-ragu. Pada menit ke-24 sewaktu terjadi serangan yang cukup ramai di depan gawang PSM Makassar, salah seorang dari pemain Makassar membuat handsball dalam daerah terlarang yang segera di-appelir oleh Kiat Sek. Tetapi wasit Wensveen yang berdiri dekat di situ menyuruh permainan diteruskan saja dan tidak memberikan suatu penalti untuk Persib Bandung. Pada menit ke-34 satu serangan, berlangsung dari Kiat Sek kepada Omo dan seterusnya kepada Parhim yang terus menyusun untuk mengambil kesempatan menembak, tetapi wasit Wensveen lekas-lekas meniup peluitnya tanda Parhim offside, biarpun Sampara masih ada di belakang. Pada menit ke-38 lagi-lagi wasit Wensveen mengambil keputusan yang agak mengherankan, Parhim yang menggiring bola di dalam daerah terlarang dari Makassar dengan jelas di-tackle dari belakang sampai terjatuh oleh gelandang Itjing. Orang dengan menciptakan suatu mengharapkan penalti untuk Persib Bandung, tetapi wasit Wensveen membiarkan saat-saat pelanggaran yang mencolok itu berlalu begitu saja. Sekiranya Wensveen bertindak sebagai sediakala, setidaknya dua penalti harus diberikannya kepada Persib Bandung, tetapi keadaan itu sama sekali tidak terjadi. Banyak lagi tindakan-tindakan freekick yang dibiarkan saja berlalu begitu saja oleh wasit Wensveen. Kita tuliskan hal-hal di atas, bukanlah untuk mengecilkan kemenangan PSM Makassar yang gemilang itu, tidak sama sekali. Kita catatkan hal-hal tersebut untuk lain kali dipertimbangkan oleh Komisi Wasit PSSI agar memilih wasit yang bertindak bijaksana dalam pertandingan final kejuaraan PSSI yang sangat penting, seperti pertandingan Makassar dengan Bandung di atas…”.

“Pedoman”: “…Tidak mudah pula dilupakan bahwa wasit Wensveen di luar dugaan kemarin telah memimpin pertandingan penting itu tidak dalam kualitasnya sebagai wasit FIFA…”.

“Suluh Indonesia”: “…Wasit Wensveen dalam memimpin pertandingan yang bersejarah dan terpenting ini, ternyata tidak mampu menunjukkan harga dirinya sebagai wasit Indonesia untuk FIFA…”.

Nada serupa dimuat pula dalam “Indonesian Observer”, “Harian Rakjat”, Nusantara”, dan “Sin Po”.

Iklan

1 Comment »

  1. […] Kejurnas PSSI 1959: Wasit Wensveen « NovanMediaResearch […]


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: