Piala AFF 2010: Kesempatan Kalahkan (Telak) Thailand

Gairah masyarakat pencinta sepak bola Indonesia kepada tim nasional (timnas) Indonesia semakin meningkat. Hal itu tidak lepas dari kemenangan telak atas Malaysia 5-1 (1 Desember 2010) dan Laos 6-0 (4 Desember 2010) dalam Piala Suzuki-AFF (ASEAN Football Federation) 2010.

Lalu, bagaimana peluang Indonesia ketika menghadapi Thailand dalam pertandingan terakhirnya bagi kedua tim di Piala AFF 2010 (7 Desember 2010)? Semoga gairah itu masih tetap dipertahankannya (dan tidak takabur). Apalagi dalam dua pertandingan awalnya, Thailand ditahan Laos 2-2 dan Malaysia 0-0. Nah, di sinilah kesempatan bagi Indonesia untuk menang (telak) atas Thailand meskipun Indonesia harus menghadapi “kendala”: (1) melawan perjuangan Thailand yang ingin lolos ke babak semifinal dan (2) menurut rencana akan menurunkan sebagian pemain lapis kedua. (Semoga momen yang tepat itu dapat dimanfaatkan dengan baik dan jangan seperti Indonesia di Piala AFF U-16 tahun 2010 di Solo. Pada saat itu, meskipun lawan-lawan tangguh bagi Indonesia tidak ikut serta, tetapi seandainya Indonesia bisa menjuarainya maka “sejarah” pun akan dikisahkannya pada masa yang akan datang. Sebutlah hal itu sebagai “aura kolektif juara”.).

Dalam kesempatan kali ini, di tengah sulitnya Indonesia untuk menumbangkan Thailand akhir-akhir ini (baca: statistik ini selalu dikisahkan ulang oleh kita, bukan? Akhirnya, hal itu menjadi “kendala” juga.), NMR hendak mengisahkan pertandingan Indonesia melawan Thailand dalam pertandingan persahabatan internasional di Stadion Ikada, Jakarta, 17 Januari 1962.

Pada masa ini, belum digelar “turnamen” (seperti Merdeka Games Cup 1962) dan “kejuaraan” (seperti Asian Games 1962). Dengan demikian, Indonesia dan Thailand pun masih berstatus kombinasi (combined) —seleksi (selection). Dalam pertandingan itu, Indonesia A berhasil mengalahkan Thailand 7-1 (dan Indonesia B mengalahkan Thailand 3-1). Sebelumnya, Indonesia memakai nama Indonesia Banteng dan Indonesia Garuda. Formasi pemain Indonesia A asuhan Pelatih Tony Pogacknik (starter line-up) ialah Tjong (penjaga gawang), Ishak Udin, Iljas, Fattah Hidajat, John Simon, Tan Liong Houw, Mursabdo, Sian Liong, Omo Suratmo, Andjik Alinurdin, dan Bob Hippy.

5 Comments »

  1. 1
    novianto Says:

    bung novan..siapa saja pencetak golnya…

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Wah, sayang, Mas. Dalam tulisan yang saya fotokopi tidak ditemukan para pencetak golnya. Di dalamnya hanya melaporkan keadaan ketika bertanding. Mungkin ada tulisan lain yang belum saya fotokopi. Mungkin lain waktu, saya akan berburu kalau-kalau ada yang terlewat.

  2. 3
    aguz banderaz Says:

    harry tjong dari PSM,.ishak udin,fatah hidayat,omo suratmo Persib,.anjik alinurdin,bob hippy,tan liong houw persija,.

  3. 4
    aguz banderaz Says:

    ini sesudah skandal senayan apa sebelumnya ya,..


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: