Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2010: Ketika Filipina Merepotkan Indonesia di SEA Games 1991

Dalam sejarah sepak bola Indonesia, gelar juara yang tertinggi yang dicapai oleh timnas Indonesia yaitu juara SEA Games pada tahun 1987 dan 1991. Namun demikian, catatan sejarah itu tidak diperoleh secara mudah. Malah, prestasi itu pun merupakan “rejeki” tersendiri.

Anda mau bukti? Perhatikan pengakuan Ribut Waidi, pencetak gol tunggal timnas Indonesia di babak final SEA Games 1987 (Minggu, 20 September 1987). “Saya waktu itu cukup lelah. Semula berpikir bola yang diberikan kepada saya itu akan saya kembalikan berupa umpan tarik, namun kawan lain masih tertinggal di belakang. Maka terpaksa saya tendang langsung ke gawang,” ungkap pemain PSIS Semarang itu sebagaimana dikutip dari harian umum Pikiran Rakyat edisi Senin, 21 September 2010. Ya, itulah rasa lelah para pemain Indonesia ketika berjuang sampai babak perpanjangan waktu 2 x 45 menit. “Keterpaksaan” itu ternyata berbuah gol. Gol kemenangan yang mencatatkan sejarah. Namanya juga rejeki, ya juara!

Bagaimana dengan SEA Games 1991? Sebelum SEA Games 1991, timnas Indonesia sesungguhnya telah menerima kritikan tajam dari masyarakat pencinta sepak bola Indonesia selama 2-3 tahun. Menjelang keberangkatan ke Manila (Filipina) pun, salah seorang pemainnya, Robby Darwis, mengalami cedera. Namun, PSSI tetap keukeuh untuk membawanya ikut serta sambil berharap-harap cemas ia akan sembuh. Bahkan menjelang babak semifinal pun cederanya kambuh lagi. Faktanya, pemain Persib Bandung itu pun tetap dimainkan meskipun dalam keadaan cedera. Kalau sudah rejeki, gelar juara pun ada dalam catatan karirnya: Indonesia juara SEA Games 1991.

Nah, dari kedua cerita SEA Games tadi, NMR sesungguhnya ingin menyampaikan fakta sejarah bahwa Indonesia sempat direpotkan oleh Filipina. Lihatlah faktanya, Filipina sempat unggul 1-0 melalui gol Rolando Pinero (menit 17). Bahkan Indonesia pun baru membalasnya melalui gol Ferrel Raymond Hattu (menit 67). Begitu pun gol kemenangan Indonesia yang dicetak Rocky Putiray (menit 80).

Sesungguhnya, khusus untuk Piala AFF, bagaimana pun “hancurnya” prestasi Indonesia, NMR selalu memandang timnas Indonesia sebagai calon juara. Alasannya, timnas AFF merupakan timnas terkuat yang diperankan. Sayang, faktanya, gelar juara itu selalu lewat. Namanya juga bukan rejeki.

Jadi, berdasarkan fakta sejarah itu, waspadailah Filipina karena Filipina pernah merepotkan Indonesia di SEA Games 1991. (Bagaimana pun lemahnya Filipina, Filipina akhirnya lolos ke babak semifinal karena “dibantu” oleh Malaysia yang mengalahkan Vietnam).

1 Comment »

  1. 1
    aguz banderaz Says:

    filipina – indonesia 1-2 di rizal memorial stadium manila desember 1991 tersebut sempat disiarkan tunda TVRI pada pagi hari di hari minggu dalam jurnal sea games,.saya ingat Robby Darwis bermain menggunakan gips di lengan kiri entah kanannya,.pada pra piala asia 1984 di jakarta kita pun hanya menang 1-0 dari mereka meski Marzuki Nyakmad dkk telah menyerang gawang the azckals habis-habisan,.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: