Kisah Kekalahan 1-7 Indonesia vs Malaysia (1976) Haruskah Didata?

[REVISI] Beberapa hari menjelang babak final Piala Suzuki-AFF 2010 yang mempertemukan Indonesia dan Malaysia, media-media (cetak, elektronik, termasuk situs web/blog) mulai menelusuri dan menyusun kembali daftar pertemuan Indonesia melawan Malaysia. Maklum, sedang euforia, Bung —meskipun hal itu merupakan kegiatan biasa. Begitu pun dengan blog NMR yang tidak mau ketinggalan. Namun, seperti biasa, NMR hanya mau menyajikan kisah-kisah unik yang lain daripada yang lain.

Salah satu kisah menarik ialah kisah ketika Indonesia dikalahkan Malaysia 1-7 dalam Merdeka Games Cup 1976 di Malaysia. Kekalahan itu sering kali (atau bahkan selalu) disebut-sebut sebagai kekalahan terbesar Indonesia dari Malaysia. Apakah fakta itu benar?

Indonesia kalah 1-7 dari Malaysia itu memang benar adanya. Itu merupakan fakta. Namun, tahukah anda bahwa Indonesia yang dikalahkan 1-7 oleh Malaysia itu bukan merupakan timnas kelas 1? Begini ceritanya.

Saat itu, akhir Februari 1976, Indonesia gagal lolos ke putaran final Olimpiade 1976 di Montreal (Kanada) setelah kalah 4-5 melalui adu tendangan penalti dari Korea Utara. Itulah akhir kisah timnas pra Olympiade 1976.

Beberapa hari kemudian, PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Bardosono mulai membentuk dua timnas: Indonesia Harimau dan Indonesia Garuda. Indonesia Harimau diasuh oleh F.H. Hutasoit (manajer) dan Sinyo Aliandu (pelatih), sedangkan Indonesia Garuda diasuh oleh M.T.D. Pardede (manajer) dan Ilyas Haddade plus Januar Pribadi dan Omo Suratmo (pelatih).

Indonesia Harimau merupakan timnas yang diproyeksikan ke Pra Piala Dunia 1978 (kelak, Tony Pogacknik menjadi pelatih kepala yang dibantu oleh asistennya, Sinyo Aliandu). Sementara itu, Indonesia Garuda merupakan timnas yang diproyeksikan untuk Anniversary Cup 1976 (Indonesia) dan Merdeka Games Cup 1976 (Malaysia).

Nah, dari sini, kita sudah dapat melihat timnas Indonesia apa yang bertanding di Merdeka Games Cup 1976 yang menderita kalah telak 1-7 dari Malaysia. Tentu, Indonesia Garuda yang merupakan timnas kelas 2. Apalagi pada masa ini, kekuatan Indonesia Garuda berkurang karena beberapa pemain intinya turut memperkuat Indonesia Harimau yang dalam waktu hampir bersamaan melakukan “Tour Eropa”.

Jadi, haruskah pertandingan Indonesia “yunior” melawan Malaysia “senior” dimasukkan dalam daftar susunan pertemuan kedua tim?

Iklan

12 Comments »

  1. 1
    Eko Wardhana Says:

    mas Novan, kayaknya ada lagi PSSI kalah dari Malaysia (1-7 or 1-6 or 1-5 aku lupa) tetapi kalau tidak salah pre olimpiade 1979, kiper PSSI waktu itu Taufik Lubis, barangkali sampeyan ada data? tks

    • 2
      Henry Says:

      Wahhh…ga heran bung Eko…
      PraOlimpiade 1980, Malaysia diperkuat kiper R.Arumugam (no.1), bek Soh Chin Aun (no.3) dan striker Mokhtar Dahari (no.10)…
      Mereka pun akhirnya lolos ke Olimpiade Moskow 1980, walau akhirnya mengundurkan diri karena boikot politik dari negara2 blok Barat (AS, Inggris dan sekutunya thd Uni Soviet), dan digantikan Irak.
      Malaysia menang 6-1 saat itu.
      Sistem turnamen 1/2 kompetisi di Malaysia.
      Klasemen akhirnya
      1. Malaysia 5 4 1 0 21- 3 9
      2. South Korea 5 4 0 1 15- 4 8
      3. Japan 5 3 1 1 16- 5 7
      4. Brunei 5 2 0 3 7-10 4
      5. Indonesia 5 1 0 4 7-12 2
      6. Philippines 5 0 0 5 0-32 0

      • 3
        novanmediaresearch Says:

        Terima kasih Bung Henry untuk masukan data-datanya. Sekalian tanggapan saya untuk Bung Eko, saya baru menyimpan nama Taufik Lubis dalam skuad timnas Indonesia di Pra Olimpiade 1980 asuhan pelatih Frans van Balkom. Mungkin ia juga termasuk salah seorang kiper 2-3 tahun sebelumnya. Namun, saya kira, timnas yang hampir selalu kalah telak itu merupakan timnas kelas 2 atau dengan kata lain bukan timnas utamanya.

  2. 4
    Henry Says:

    Bung Novan,
    setahu saya (berdasarkan cerita alm.ayah, dan kliping koran sblm tahun 1980), Merdeka Games jauh lebih bergengsi dibandingkan Piala Asia dan Asian Games.
    Mungkin levelnya di Asia hanya kalah dari Piala Dunia dan Olimpiade.
    Rata-rata tim Asia yang ikut serta di Merdeka Games akan membawa pemain2 terbaiknya.

    • 5
      novanmediaresearch Says:

      Ya, pada masa lalu, Merdeka Games Cup memang turnamen kelas atas. Karenanya tak heran kalau Merdeka Games dikatakan sebagai turnamen berkategori A. PSSI pun selalu mengirimkan timnas utamanya. Namun, setelah itu, PSSI hanya mengirimkan timnas kelas 2.
      Terlepas dari itu, hal yang menarik ialah pemakaian istilah “Turnamen kategori A” dan “Timnas Kelas 1”. Apakah kedua istilah itu sama atau berbeda? Sampai saat ini, saya tidak tahu. Saya belum tahu kriterianya. Contoh konkret, caps dan gol yang diciptakan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan apakah “tepat” atau tidak. Bukankah data yang ada terdiri dari lawan timnas dan lawan klub? Mana timnas kelas 1/A dan mana timnas kelas 2/B, dan seterusnya.

  3. 6
    Henry Kurniadi Says:

    Bung Novan, sampai Olimpiade 1988, tim Asia dan Afrika menurunkan timnas utama nya di Penyisihan dan putaran final Olimpiade.
    Hanya tim Eropa dan Amerika Latin yang menurunkan tim amatirnya.
    Jadi kemungkinannya, tim itulah timnas utama Indonesia saat itu.
    Karena saat itu Arumugam, Chin Aun dan SuperMokh adalah pilar dari Selangor FA dan timnas utama Malaysia.
    Setelah Olimpiade 1992, barulah secara seragam seluruh tim mengikutsertakan pemain2 U23 dengan tambahan 3 pemain senior.

    • 7
      novanmediaresearch Says:

      Ya, informasi yang saya peroleh pun seperti itu (Asia-Afrika masih amatir). Maksud konteks saya sebelumnya yaitu tentang turnamen internasional (Merdeka Games). Pada awalnya, PSSI selalu mengirimkan timnas terkuatnya di Merdeka Games, tetapi 1980-an-1990-an biasanya timnas U-23 (atau Garuda),kecuali 2006 ketika Indonesia diundang lagi. Sementara di turnamen lain, biasanya klub-klub dan bukan timnas.
      Khusus untuk Piala Dunia, (Pra) Olimpiade, (Pra) Piala Asia (AFC), Asian Games, Piala AFF, dan SEA Games (kecuali era U-23 itu), saya memasukkannya ke level “A” meskipun timnya adalah tim U-23 (atau apa pun namanya). Misal ketika timnas U-23 menggantikan timnas senior di Pra Piala Dunia 2006. (Kecuali kalau saya tahu kriterianya).

  4. 8
    aguz banderaz Says:

    setuju dengan bung novan,..meski saat itu kolev memasukkan tim u-23 saat melawan syria di PPD 2006,.menurut saya itu bisa dihitung sebagai caps,.saat pra olimpiade di kuala lumpur, itu seperti tim PSSI garuda I asuhan pelatih brasil joao barbatana yang diterjunkan ke level senior Pra Piala Asia 1984,.frans van balkom pelatih yang ditunjuk bapak Ali Sadikin sebagai ketum PSSI saat itu untuk membesut timnas setelah dia berhasil membawa Niac Mitra juara Aga Khan cup 1979,.van balkom memang tak mampu memberikan prestasi yang baik karena hanya menyiapkan tim 2 bulan sebelum turnamen,..ia memasukkan 7 pemain niac mitra bekas asuhannya yakni sunardi rusdiana,syamsul arifin,Dullah rahim,wayan diana,rae bawa,hendrik montolalu(kiper) serta riono asnan,.ditambah beberapa pemain senior seperti iswadi idris,djunaedi abdillah, juga simson rumahpasal dan Hadi ismanto.,rully neere yang juga akan dia panggil ke pra olimpik 1980 tidak bisa bergabung karena berlatih bersama PSSI binatama di brazil.

  5. 9
    aguz banderaz Says:

    bung eko wardhana : yang benar indonesia kalah 1-6 dari malaysia di pra olimpik 1980,.setelah itu beberapa hari kemudian kembali keok dengan memalukan dari tim semenjana Brunei Darussalam 2-3 yang membuat posisi meneer van balkom sebagai pelatih tak tertolong lagi,.pulang-pulang sumpah serapah dan cemooh media menyerang habis-habisan van balkom juga amarah dari pengurus PSSI,..
    saat itu malaysia sedang hebat-hebatnya dengan “super mokh” datuk mokhtar dahari yang dijuluki maradona dari malaya,.juga ada santokh singh,serbreth singh,soh chih aun dll,..korsel dan jepang pun dihantamnya untuk lolos ke moskow meski kemudian mereka memboikot dan mengundurkan diri tak mau tampil di moskow karena pemerintah malaysia menentang invasi uni soviet ke afghanistan

  6. 10
    Kuartono Sjukur Says:

    Bung Novan kalau ada tampilkan juga gambar foto2 atau posternya biar tambah keren bernostalgia. sekalian bs lengkapi arsip sya – viva timnas indonesia

    • 11
      novanmediaresearch Says:

      Semoga 🙂 Kalau pun ADA (misal dari scan foto), hak cipta tampaknya masih menjadi pertimbangan saya. Soalnya foto-fotonya bukan punya saya. Karenanya, di blog saya jarang menampilkan foto. (Kalau pun ada, di-link-kan ke website yang bersangkutan).

      NB: Ada pihak yang nakal. Di blog saya, fotonya diberi link, eh di “si pengambil”, sumbernya malah dihilangkan atau bahkan tidak disebut.

  7. 12
    Asep bagus Says:

    Timnas Indonesia yg kalah telak di Pra Olimpiade 1980 dari Malaysia 1-6 itu timnas utama. Pemainnya pun pemain-pemain kelas satu Galatama saat itu seperti Iswadi Idris, Junaedi Abdillah, Hadi Ismanto dll.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: