Layakkah Kompetisi NIVB/NIVU Menjadi Bagian dari Kompetisi PSSI?

Jika anda pernah membaca “Timnas 1938 Timnas Kita?” dalam salah satu halaman blog NovanMediaResearch (NMR) ini, anda mungkin menikmati pula diskusi-diskusi di antara sebagian pengunjung, termasuk saya selaku pengelola blog NMR. Pada umumnya, terlepas dari mana yang “tepat” dan “tidak tepat” (karena saya tidak atau belum menyimpulkan secara mutlak), keberpihakan kita pada timnas 1938 bersumber dari fakta bahwa timnas 1938 berada di wilayah yang kelak menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, sayang, pertanyaan lain yang dilontarkan saya kurang memperoleh tanggapan: “Apakah kompetisi NIVB/NIVU mau dijadikan sebagai kompetisi PSSI?”. Jika pertanyaan itu dikaitkan, tentu jawabannya tidak mudah, bukan? Kita asyik-asyik saja menulisnya sebagai salah satu “karir” timnas Indonesia.

Berkaitan dengan tema ini, kita beruntung memperoleh berita terbaru tentang dunia sepak bola. Salah satunya: “…Setelah menanti 33 tahun, legenda sepak bola Brasil, Pele, akhirnya mendapat pengakuan dari negaranya. Pemain bernama lengkap Edison Arantes de Nascimento itu didapuk sebagai pemain yang berhasil meraih enam gelar juara domestik. Kejuaraan domestik di Brasil dimulai pada 1971. Namun Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengumumkan bahwa Piala Brasil dan Turnamen Roberto Gomes Pedrosa, yang digelar antara 1959 dan 1970, kini diklaim sebagai ajang yang diakui secara nasional…”.

Meskipun informasi di Brasil itu berbeda konteks dengan di Indonesia, maknanya ialah bisa-bisa saja bahwa kompetisi NIVB/NIVU dimasukkan atau tidak dimasukkan ke dalam kompetisi PSSI. Artinya, semua hal bisa terjadi. [Sayang, sekali lagi seribu kali sayang, di Indonesia mungkin cerita-cerita seperti ini jarang ada pihak (baik PSSI maupun masyarakat pencinta sepak bola Indonesia) yang peduli. Jangankan cerita sejarah, daftar juara dan nama klub pun diabaikan.]

Jadi, kembali ke diskusi kita, apakah kompetisi NIVB/NIVU berhak dimasukkan sebagai kompetisi PSSI? Jika jawabannya YA, maka timnas 1938 adalah timnas kita. Sebaliknya, jika kita tidak mau memasukkan kompetisi NIVB/NIVU ke dalam kompetisi PSSI, apa boleh buat, saya tetap berpendapat bahwa timnas 1938 adalah bukan timnas kita. Mari kita jawab kedua pertanyaan itu secara satu kesatuan dan tidak terpisah-pisah…! (Kecuali jika di antara kita ada yang mau dan mampu menjawabnya secara logis dengan mengaitkan kedua pertanyaan tersebut.)

Iklan

5 Comments »

  1. 1
    waliwalak Says:

    setuju bung novan hindia-belanda 1938 memang bukan timnas kita karena itu mutlak bentukan belanda meskipun di dlmn skuadya terdapat orang2 pribumi..

  2. 2
    juntoboy Says:

    kalo kompetesi VUVSI-ISNIS dimasukan maka secara otomatis kompetisi yang diadakan oleh NIVU/NIVB adalah bagian dari sepak bola indonesia. yang tentunya Timnas 1938 adalah timnas kita…

    Mungkin dalam ego kita karena NIVU?NIVB adalah bentukan belanda maka kita tidakmau mengakuinya. tapi perlu kita lihat juga. kota-kota besar saat ini juga bikinan belanda, tapi kita tetap mengakui kelahiran kota itu dan bahkan nama kotanya..

    balik lagi ke bola.. sejarah sepak bola kita perlu masuk ke pelajaran sekolah juga…..

  3. 3
    Henry Says:

    Mungkin dibuat seperti ini saja…
    Entity yang lebih “luas” cakupannya, Nusantara (dari Aceh sampai Papua).
    Sebelum tahun 1949 (de jure, Indonesia merdeka di mata dunia internasional), wilayah Nusantara bernama Hindia Belanda.
    Antara tahun 1949-1950, Nusantara bernama RIS.
    Setelah tahun 1950, Nusantara menjadi Rep. Indonesia.
    Asosiasi sepakbola resmi (yg diakui FIFA) untuk masing2 negara:
    Hindia Belanda -> NIVB/NIVU (…s/d 1949)
    RIS -> VUVSI/ISNIS (1949-1950)
    RI -> PSSI (1950 s/d sekarang)

    Sebelum tahun 1949, di mata dunia luar, tidak ada yang namanya Indonesia.
    Antara 1949-1950, Indonesia hanya meliputi Jawa Tengah, Banten dan sebagian Sumatra.
    Baru setelah 1950, Indonesia meliputi wilayah yang sekarang kita kenal sbg Indonesia.

    Ibaratkan kondisi sebelum kemerdekaan dengan kondisi sekarang.
    Liga Super –> Kompetisi NIVB/NIVU
    Liga Primer Indonesia –> Kompetisi PSSI

    Liga Super yg analog dgn Kompetisi NIVB/NIVU adalah yg “resmi”.
    Apapun tujuan baik dari Liga Primer, itu tidak resmi…hingga FIFA mencabut hak dari pengurus Liga Super untuk memutar kompetisi dan memberikannya kepada pengurus Liga Primer.

    (ini melihat dari sisi resmi atau tidaknya suatu organisasi…jangan dilihat dari sentimen rasial)

  4. 4
    aguz banderaz Says:

    kalo menurut hemat saya (tanpa sentimen rasial dan lain-lain,.karena dimata tuhan kita tak berbeda),NIVU/NIVB tidak layak menjadi bagian kompetisi PSSI,.yah seperti di atas dikatakan,.karena saat orang-orang belanda menggulirkan kompetisi NIVU/NIVB,.Raden Maladi dkk pun menggulirkan kompetisi tandingan bikinan orang pribumi di bawah PSSI..
    jadi jelas PSSI ya PSSI,.NIVU/NIVB ya NIVU/NIVB,.kalo kompetisi mereka mau diakui di indonesia ya mereka harus bikin kompetisi NIVU/NIVB lagi sekarang di negeri ini.
    itu mengapa dalam almanak juara kompetisi nasional indonesia Juara-juara PSSI sejak 1931-1943,berlanjut 1950-sampai sekarang,.(1950 ada yang bilang terselenggara kompetisi PSSI ada yang bilang itu hanya turnamen eksebhisi,”majalah jakarta-jakarta juni 1986″),.jadi patronnya jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi,.
    kompetisi NIVU/NIVB buatan belanda tidak tertulis disana.
    masalah timnas hindia belanda piala dunia 1938 itu hanya tinggal ke persepsi masing-masing orang. saat piala dunia 2006 banyak media eropa yang mendeskripsikan yugoslavia sebelum pecah sebagai serbia-montenegro.hal ini sempat dipermasalahkan jurnalis2 dari negeri pecahan yugo yang lain. mungkin bagi mereka yugoslavia tetaplah yugoslavia dimasa lalu dan di masanya. yugoslavia ya yugoslavia,.serbia ya serbia,.hindia belanda ya hindia belanda,.indonesia ya indonesia,..masak sriwijaya mau deskripsikan sebagai majapahit meski sama-sama diteritorial nusantara,…

    • 5
      novanmediaresearch Says:

      Dalam “kasus” ini, dari tiga pendapat (juntoboy, Henry, dan aguz banderaz) tampaknya saya sejalan dengan aguz banderaz. (Kalau dengan waliwalak langsung to the point: setuju. Karena sama he he).
      Untuk sedikit menggambarkan pendapat saya dan aguz banderaz (sebetulnya link ini hanya mengambarkan perkiraan suasana saja), simak juga di https://novanmediaresearch.wordpress.com/2010/12/27/nivb-pssi-dan-liga-primer-indonesia/
      Mungkin PSSI tidak akan mau memasukkan daftar juara Liga Primer Indonesia (meskipun LPI sendiri masih mau menjadi bagian dari PSSI. Karena tujuannya kan untuk memperbaiki kompetisi.).
      Mudah-mudahan akan ada lagi masukan-masukan dari pengunjung yang lain. Lumayan biar saya (dan kita) bertambah wawasan dari sudut pandang yang berbeda. Tidak yang itu-itu saja. Kesannya tidak dapat diutak-atik. Statis. Ya, inilah nikmatnya sejarah dan sepak bola Indonesia 🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: