Buku Ramang Macan Bola Diluncurkan dan Kesaksian Para Mantan Pemain Timnas

[Salam jumpa lagi para pembaca blog NovanMediaResearch. Dalam kesempatan kali ini saya hendak menulis sambutan atas diluncurkannya buku “Ramang Macan Bola” karya M. Dahlan Abubakar. Kepada penulis (Bung M. Dahlan Abubakar), melalui halaman blog ini pula saya memohon maaf karena ketidakhadiran saya pada acara peluncuran buku tersebut dengan alasan yang tidak dapat saya sebutkan. Demikian. Salam novanmedia@yahoo.com]

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng meluncurkan buku “Ramang Macan Bola” karya M. Dahlan Abubakar di Wisma Menpora Jalan Gerbang Pemuda Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2011. Dalam catatan saya, ada kisah menarik yang tidak bisa saya lupakan yaitu ternyata kehadiran Ramang di timnas Indonesia hanyalah “kebetulan”. Ceritanya, Ramang dikirim PSM ke pelatnas untuk menggantikan Sunar yang berhalangan. Karena posisi Sunar sebagai pemain belakang (back) maka Ramang pun diposisikan sebagai back. Dan…, ternyata…, pemain kelahiran Barru (Sulawesi Selatan), 24 April 1928 itu pun jago di depan. Hikmahnya, kelak dalam cerita-cerita kita saat ini, Ramang menjadi macan bola.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang saya himpun, M. Dahlan Abubakar adalah wartawan senior di Sulawesi Selatan (koran Pedoman Rakyat) yang menjadi dosen Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Sang tokoh ini pun merupakan kepala Humas (Hubungan Masyarakat) Unhas Makassar.

Terlepas dari acara peluncuran buku tersebut, sebagaimana ciri khas blog NovanMediaResearch, saya ingin menyambut beberapa kesaksian (pengalaman) para legenda tim nasional (timnas) Indonesia, antara lain Hengky Timisella dan Bob Hippy.

Henky menuturkan, Ramang mencetak gol jarak jauh pada pertandingan Indonesia melawan Kostarika di Lapangan Ikada (sekarang Monas) pada tahun 1950-an. Gol itu merupakan gol kedua dari tiga gol yang diciptakan Indonesia dalam sembilan menit pertandingan babak pertama. ‘Itu gol terbaik pada pertandingan tersebut,” katanya. [Kompas Online edisi 9 Agustus 2011]

“Sebagai pemain senior, Ramang mampu memberi motivasi kepada kami-kami yang lebih junior di timnas. Saya teringat, dulu waktu lawan Kosta Rika pada 1959, timnas langsung mencetak tiga gol dalam sembilan menit awal,” ujar Hengky. “Dan Ramang salah satu pemain yang mencetak gol.” [Koran TopSkor edisi Rabu, 10 Agustus 2011, Vol. 07 No. 179 halaman 10]

Ya, dalam catatan saya, timnas Indonesia mencetak tiga gol dalam sembilan menit sejak kick-off. Saat itu, gol pertama dicetak Hengky Timisella, gol kedua dicetak Ramang melalui tendangan spektakuler sekira 25 meter, dan gol ketiga dicetak Omo Suratmo. Sebetulnya, timnas Indonesia sempat menambah tiga gol lagi di babak kedua melalui hattrick Omo Suratmo. Skor akhir 6-4 untuk timnas Indonesia.

Namun, Kosta Rika dalam pertandingan ini bukanlah timnasnya melainkan klub Deportivo Saprissa. Timnas Indonesia pun timnas Indonesia B (perpaduan pemain senior dan junior). Pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Ikada Jakarta (10 Mei 1959) itu dibintangi oleh Maulwi Saelan (penjaga gawang) dan Omo Suratmo. Maklum, Omo Suratmo adalah pencetak empat gol dan Maulwi Saelan dilaporkan beberapa kali mem-block bola lawan. Dua hari kemudian di tempat yang sama (12 Mei 1959), timnas Indonesia A menderita kalah 0-3 dari Deportivo Saprissa.

Berikut ini ialah formasi pemain timnas Indonesia B ketika menang 6-4 atas Deportivo Saprissa (Kosta Rika): Saelan (penjaga gawang), Rasjid, Iljas, Rukma/Bakir, Him Tjiang, Fattah, H. Timisella, Ramang, Omo, Surjadi, dan Kurnia.

Bob juga tak kalah antusias menceritakan pengalamannya saat timnya, Persebaya Surabaya, dikalahkan PSM Makassar yang diperkuat Ramang pada final Kejurnas 1965. “Saat itu Ramang paling ditakuti. Saking jadi momok, pelatih sampai bilang saya harus jaga Ramang kalau perlu sampai kamar mandi,” ujar Bob. [Koran TopSkor edisi Rabu, 10 Agustus 2011, Vol. 07 No. 179 halaman 10]

Dalam catatan saya, Ramang (PSM) dan Bob Hippy (Persebaya) memang pernah bertemu di babak final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI 1964/1965. Saat itu, PSM yang dilatih Suardi Arlan berhasil menjadi pemenang (juara).

Iklan

6 Comments »

  1. Bang Novan, seperti saya janji dulu, saya ingin menyerahkan buku RAMANG MACAN BOLA untuk Anda.Mohon alamat lengkapnya.

  2. 2

    Ayo, Indonesia berjuanglah

  3. 4
    hima-rain Says:

    ewako RAMANG !!!

  4. 5
    aguz banderaz Says:

    gmana cara punya bukunya,.ada di gramedia kah,..?

  5. Boleh order buku ramang


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: