Mengapa Ada Liga Super Indonesia dan Liga Prima Indonesia?

Pada tanggal 9 Juli 2011, Kongres Luar Biasa PSSI diselenggarakan di Kota Solo. Djohar Arifin Husin dipilih sebagai Ketua Umum PSSI 2011-2015. PSSI pun memasuki era baru.

Pada masa ini, PSSI mengambil kebijakan: Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI) dibubarkan. Kompetisi sepak bola Indonesia ditata ulang menjadi “benar-benar” profesional. Nama kompetisi baru tersebut yaitu Liga Profesional Level 1 (Liga Pro 1) dan Liga Profesional 2 (Liga Pro 2). Menurut rencana, Liga Pro 1 akan diikuti oleh 32 klub dan Liga Pro 2 akan diikuti oleh 48 klub.

Peserta yang berhak menjadi peserta Liga Pro adalah anggota-anggota PSSI. Bagaimana dengan klub-klub LPI? Peserta LPI diharuskan merger dengan anggota-anggota PSSI yang berada di LSI dan Divisi Utama.

Para peserta yang mendaftarkan diri ke PSSI kemudian diverifikasi. Hasilnya, 34 klub menjadi nominasi Liga Pro 1 dan 36 klub menjadi nominasi Liga Pro 2. Mereka adalah:

Liga Pro 1:

Persipura (Jayapura), Arema Indonesia (Malang), Persija (Jakarta Pusat), Semen Padang (Padang), Sriwijaya FC (Palembang), Persisam Putra (Samarinda), Persib (Bandung), Persiwa (Wamena), Persela (Lamongan), Persiba (Balikpapan), PSPS (Pekanbaru), Pelita Jaya (Karawang), Deltras (Sidoarjo), Persijap (Jepara), Bontang FC (Bontang), Persema (Malang), Persibo (Bojonegoro), PSM (Makassar), Mitra Kukar (Kartanegara), Persiraja (Banda Aceh), PSMS (Medan), Pro Duta (Medan), Persik (Kediri), PSIS (Semarang), PSCS (Cilacap), Persikota (Tangerang), Persis (Solo), Persiba (Bantul), Persebaya (Surabaya), Barito Putra (Banjarmasin), PSS (Sleman), PSIR (Rembang), PS Bengkulu (Bengkulu), dan Persipasi (Bekasi).

Liga Pro 2:

PSAP (Sigli), Persita (Tangerang), Persih (Tembilahan), Persitara (Jakarta Utara), Persikabo (Bogor), PSLS (Lhokseumawe), PSSB (Bireuen), Persires (Rengat), Persiram (Raja Ampat), Gresik United (Gresik), Perseman (Manokwari), PSIM (Yogyakarta), Persikab (Bandung), Persemalra (Langgur), PPSM (Magelang), Persidafon (Dafonsoro), PSBI (Blitar), Persigo (Gorontalo), Persiku (Kudus), Persipro (Probolinggo), Perseru (Serui), Mojokerto Putra (Mojokerto), PSBS (Biak), Persbul (Buol), Persepam (Pamekasan), PSBL (Langsa), Perssin (Sinjai), Madiun Putra (Madiun), Persewangi (Banyuwangi), Persip (Pekalongan), PSBK (Blitar), PSKSB (Sumbawa Barat), Persitema (Temanggung), Persid (Jember), Persepar (Palangkaraya), dan PSGL (Gayo Lues).

Liga Pro 1 akan dibagi ke dalam 2 (dua) wilayah/grup, sedangkan Liga Pro 2 akan dibagi ke dalam 4 (empat) wilayah/grup. Namun, timbul pro dan kontra. Salah satu alasannya, kompetisi level 1 harus ada minimal 18 klub. Hal itu berdasarkan Statuta PSSI. Selain itu, ada protes: Pro Duta (klub milik anggota Komite Eksekutif/Ketua Kompetisi PSSI Sihar Sitorus) dimasukkan ke dalam Liga Pro 1, sedangkan Persidafon yang berjuang dari Divisi Utama LI malah dimasukkan ke dalam Liga Pro 2. Alasan-alasan verifikasi pun diragukan oleh sebagian pihak.

Dalam perkembangannya pula, PSSI tidak konsisten. Kompetisi level tertinggi akan diikuti oleh 24 klub yang terdiri dari 14 klub yang bertahan di LSI periode lalu, 4 klub promosi dari Divisi Utama LI periode lalu, dan 6 klub yang dipilih PSSI (PSMS, Persibo, Persema, PSM, Persebaya, dan Bontang FC).

Klub-klub pun terbelah. Ada yang bertahan di LSI dan ada pula yang bertahan di LPI (Liga Prima Indonesia). Selain itu, ada tiga klub yang masih memiliki dua manajemen (kepengurusan), yaitu Persija LSI/Persija LPI (Jakarta 1928 FC), Persebaya Divisi Utama/Persebaya LPI (Persebaya 1927), dan Arema Indonesia LSI/LPI.

Liga Prima Indonesia tidak bergeming. Jadwal pertandingan pun diberikan yaitu Persib vs Semen Padang (15 Oktober 2011), Persiba Bantul vs Persipura (16 Oktober 2011), Deltras vs Persema (17 Oktober 2011), Persib vs Persipura (19 Oktober 2011), dan Persisam Putra vs Persiba Balikpapan (22 Oktober 2011).

Karena itu, pertandingan pembukaan Liga Prima Indonesia dibuka oleh Persib (Bandung) vs Semen Padang (Padang) pada tanggal 15 Oktober 2011. Hal itu untuk membuktikan komitmen PSSI kepada AFC. Pertandingan tersebut diselenggarakan di Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung. [Ketika dibangun dan diresmikan, Stadion Si Jalak Harupat berada di Desa Kopo, Kecamatan Soreang. Dalam perkembangannya, Desa Kopo masuk ke dalam Kecamatan Kutawaringin yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Soreang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No. 18 tahun 2007 tertanggal 12 Desember 2007].

Beberapa hari sebelum pertandingan tersebut, sebetulnya Persib masih mempertimbangkan apakah masuk LSI atau LPI. Namun, untuk “menyukseskan” pertandingan tersebut, Persib pun meladeni Semen Padang. Hari berikutnya, klub-klub yang kontra, tidak melakukan pertandingan. Kompetisi pun istirahat karena ada SEA Games XXVI/2011. Pertandingan LPI akan dilanjutkan pada tanggal 26 November 2011.

Perpecahan itu makin menjadi. LPI tetap mempertahankan klub-klub tersisa. Sementara itu, LSI memakai cara lama yaitu 14 klub yang bertahan di LSI periode lalu dan 4 klub promosi dari Divisi Utama LI periode lalu.

Liga Prima Indonesia:

15 Oktober 2011: Persib vs Semen Padang 1-1, 26 November 2011: Persipura vs Arema (batal), Persiba Bantul vs Bontang FC 1-0, Persib vs Mitra Kukar (batal), 27 November 2011: Persidafon vs PSM (batal), PSMS vs Persebaya 1-2, Sriwijaya FC vs Persema (?), Persiraja vs Persija 3-3, Semen Padang vs Persibo 0-0 (hujan dan dilanjutkan 28 November 2011 tetap 0-0), 29 November 2011: Persidafon vs Arema (batal), Persib vs Bontang FC (batal), Persiba Bantul vs Mitra Kukar (batal), 1 Desember 2011: Persipura vs PSM (batal), PSMS vs Persija 1-3, Sriwijaya FC vs Persibo (?), Semen Padang vs Persema, Persiraja vs Persebaya 2-1.

*) Beberapa pertandingan dibatalkan karena klub-klub tersebut pindah ke LSI.

*) Persib pindah ke LSI.

*) Persija versi Hadi Basalamah (Jakarta 1928 FC).

*) Karena PSMS pindah ke LSI, PSMS menurunkan “Bintang Medan”. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin tidak akan memberi sanksi kepada PSMS karena PSMS ikut LPI. (Jika alasan itu sama, maka bisa saja hal itu berlaku untuk Persija?)

*) Sriwijaya FC membatalkan pertandingan dengan alasan stadion sedang direnovasi (karena SEA Games XXVI/2011). Sriwijaya FC pun bingung. Akhirnya Sriwijaya FC membentuk dua tim yaitu untuk LSI (pemain terkuat) dan LPI (pemain “terlemah”). Kok tidak dibalik ya?

*) Ada juga Persebaya versi Saleh Mukadar (Persebaya 1927). Ini menarik. Kalau anggota PSSI ya Persebaya Divisi Utama (versi Wishnu Wardana). Kalau Persebaya 1927 berarti ada sejarah yang “terbelah” (Mirip Kompetisi NIVB yang tidak diakui PSSI.). Namun, menurut Saleh Mukadar, Persebaya adalah Persebaya versi lama (baca: Divisi Utama), tetapi pengelolaannya yang beralih. Berarti Persebaya 1927 berada di level 2, bukan level 1 (baca: Liga Prima Indonesia)?

Liga Super Indonesia:

1 Desember 2011: Persipura vs Persiba Balikpapan 3-3, Persiwa vs Persegres Joko Samudra 4-2, PSPS vs Persidafon 4-1, Persija vs Deltras 1-0, 3 Desember 2011: Pelita Jaya vs Sriwijaya FC 1-3, Persib vs Persiram 3-2, 4 Desember 2011: PSAP vs Persisam Putra 1-2, PSMS vs Mitra Kukar 1-1.

*) Persib ikut LSI karena salah satu pertimbangannya yaitu atmosfer penonton (bobotoh). Jadi, bukan sekadar legal-formal (PT dan finansial).

*) Persija versi Ferry Paulus yang didukung juga oleh Jakmania.

*) PSMS ISL.

*) Sriwijaya FC (tim terkuat) yang didukung suporternya.

*) Karena beberapa peserta tidak ikut serta (tetapi ikut LPI) maka klub-klub itu dianggap degradasi. Karenanya, klub-klub berdasarkan peringkat periode sebelumnya di-promosi-kan: PSAP, PSMS, Persegres Joko Samudra (sebelumnya Gresik United), dan Persiram.

Kabar terakhir yang diperoleh NovanMediaResearch tadi sore (Berita Olahraga RRI jam 15.00 WIB), pendukung Semen Padang melihat atmosfer penonton Semen Padang yang berlaga di LPI tampak sepi. Tidak bergairah. Sayang, untuk masuk ke LSI tampaknya sudah “penuh”. Soalnya, tempat-tempat itu sudah diisi oleh para klub “promosi”.

Terlepas dari itu, jika LPI merupakan kompetisi profesional, mengapa ada klub-klub yang berisi para pemain dadakan (?). Sebaliknya, jika ada LSI, bagaimana dengan Divisi Utama dan divisi-divisi lainnya? Mau ikut kemana?

Apa boleh buat, semua egois. Maukah berembug kembali? Untuk apa? Untuk kemajuan sepak bola Indonesia dan bukan para pengurusnya!!!

Iklan

6 Comments »

  1. 1
    bobotoh Says:

    adem bacanya juga gak kaya forum2 yang menyatakan dan mengaku sebagai supporter indonesia tapi ternyata terjebak dalam “perang” antara LPI dan LSI..dsini gak ada LPI mania ga ada pula LSI mania semua untuk kemajuan sepakbola tanah air…..

  2. 2
    arif Says:

    bener bgt kata anda…. semuanya harus dirundingkan kembali, karena kasihan yg divisi utama yg sdh cape2 lolos .

  3. 3
    Ranevo Says:

    Mau LPI kek, mau ISL kek, mau apapun itu.. Yg pnting klo ada siaran bola ya gw tarohan, menang senang, klh ya sedih..

  4. 4
    Ranevo Says:

    Cara nya mmpertahankan ISL & LPI gampang kok, adain aja pertandingan dream team ISL vs dream team LPI.. Yang menang yang bertahan, yang kalah ya tahu diri..

  5. 5
    Koplaks Says:

    Sbaiknya bersatu aja biar gk rbut trus

  6. 6
    askar bordir Says:

    kbanyakan makan ba’wan jd egois


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: