Stadion Siliwangi dan Piala Siliwangi

Pada suatu masa di bulan April 1951. Asiade (baca juga: Asian Games) I telah diselenggarakan di New Delhi, India, 4-11 Maret 1951. Asiade II/1954 telah ditetapkan di Manila, Filipina. Asiade III/1958 belum ditetapkan Negara mana yang akan menjadi tuan rumah. Saat itu, Indonesia dan Jepang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah. (Kelak, Tokyo, Jepang menjadi tuan rumah Asian Games III/1958 dan Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV/1962).

Namun, siapa sangka sebelum Tokyo, Jepang dan Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, justru Bandung sedang bersiap-siap untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Asian Games III/1958.

Pada masa ini, di Bandung akan dibangun stadion. Ketua Komite Pembangunan pun sudah ditetapkan yaitu R. Didi Kartasasmita. Pembangunan stadion itu memiliki semboyan: “Asiade ketiga harus diadakan di Bandung”.

Siapa saja yang berada dalam komite-komite tersebut? Sub-Panitia I terdiri dari Dr. Pardjono, Dr. Ishak, dan Dr. Suriasumantri. Sub-Panitia I ini bertugas untuk mengadakan hubungan dengan pemerintah kota Bandung.

Sub-Panitia II terdiri dari D. Palar, F.L. Nooy, dan Lioe Njie Njan. Sub-Panitia II ini bertugas untuk mengurus keuangan. Sub-Panitia III dipimpin oleh R. Didi Kartasasmita. Sub-Panitia III ini bertugas untuk mengadakan hubungan dengan pemerintah pusat.

Sub-Panitia IV terdiri dari Munadi dan H. Jut de Bourghelles. Sub-Panitia IV ini bertugas untuk mengadakan hubungan dengan juristen (baca: ahli hukum). Sub-Panitia V dipimpin oleh R. Kurdi. Sub-Panitia V ini bertugas dalam bidang penerangan (pers, radio).

Tujuan panitia persiapan stadion yaitu (1) berusaha mendirikan suatu stadion nasional (yang lengkap akomodasinya) untuk seluruh Indonesia, dan (2) berusaha agar Asiade yang akan dating (ke-3) dapat dilangsungkan di Bandung.

Sayang, pemberitaan yang sempat ramai itu akhirnya melempem. Dana yang dikumpulkan baru Rp 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah). Dalam perkembangannya, Tentara telah menyiapkan dana Rp 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah).

Lalu, bekas lapangan Sparta yang dimiliki oleh Angkatan Perang (Teri Torium III, kini Kodam III/Siliwangi) itu pun dibangun stadion. “Akan terdiri dari sebuah lapangan sepak bola yang dikelilingi oleh sentelbaan dan landasan tempat hindornis (lari dengan rintangan untuk para anggota tentara). Kemudian tempat penonton akan dibuat dalam 5 tingkat yang dapat menerima 60.000 orang. Dari jumlah biaya Rp 6 juta. Rp 3,5 juta disediakan untuk lapangan sepak bola ini…”. Stadion Siliwangi itu akhirnya diresmikan oleh Panglima TT III Kawilarang.

Kelak, pada 1 Oktober 1974, PT Propelat mulai memugar atau meremajakan Stadion Siliwangi dengan biaya Rp 1 miliar. Pemugaran itu dilakukan secara bertahap sampai tahun 1980. Dalam rangka peresmian stadion yang baru dipugar itu, pada Mei 1976 diselenggarakan Piala Siliwangi untuk memeriahkan hari ulang tahun Kodam Siliwangi, yang diperingati setiap tanggal 20 Mei. Turnamen ini sejajar dengan Piala Marah Halim (Medan), Piala Tugu Muda (Semarang), Piala Surya (Surabaya), dan Piala Jusuf (Makassar).

Piala Siliwangi pun pernah mengundang tim dari luar negeri, yaitu UMNO (Malaysia). Hal ini terjadi pada Piala Siliwangi I/1976. Pada Piala Siliwangi I/1976 ini pula turnamen sempat dibuka dengan pertandingan persahabatan internasional Persib melawan Middlesex Wanderers (Inggris). Partai persahabatan ini sekaligus dijadikan sebagai pertandingan pembukaan atau peresmian untuk Stadion Siliwangi yang baru dipugar. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Siliwangi, 20 Mei 1976 itu, Persib kalah 0-3 melalui gol John W. Cozens (30 dan 78) serta Richard D. Kidd (32).

Dari sembilan kali penyelenggaraan Piala Siliwangi sejak pertama kali digelar pada 1976, Persib tercatat sebagai tim yang paling banyak merebut gelar juara, yaitu empat kali (1981, 1989, 1994, dan 2000), disusul Persija Jakarta Pusat dua kali (1976 dan 1978), serta PSIS Semarang (1983), Tempo Utama Bandung (1984), dan Timnas Indonesia Junior (1986).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: