Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub? (2): PSM Makassar

Tanggal 30 April 1949 merupakan hari yang bersejarah bagi PSM Makassar. Pada waktu itulah PSM mulai bersentuhan dengan persepakbolaan tanah Jawa (baca: sepak bola Indonesia). Sayang, entah karena pada saat itu sarana perhubungan atau komunikasi antara Pulau Jawa dan Luar Pulau Jawamasih kurang ataukah karena dinamika masyarakatnnya masih berbaur, sepak bola yang dimaksud adalah sepak bola yang diselenggarakan oleh NIVU. Harap maklum, dalam masa-masa ini, perserikatan-perserikatan sepak bola “warga negara Indonesia asli” (seperti VIJ, Persib, dan SIVB) sedang “tiarap” untuk memantau masa depannya (1945-1950).

Pada pertandingan perdana bagi PSM di Kompetisi ISNIS/VUVSI, PSM berhadapan dengan SVB yang kelak menjadi juara ISNIS/VUVSI 1949. Inilah formasi edisi perdana PSM ketika melawan SVB:

De Wilde

Dorst-Sunar

Pasanea-Hukom-Itjing

Fattah-Ramang-Simauw

Pattinasarane-Dekkers

Dalam dua periode Kompetisi ISNIS/VUVSI itu, PSM menempati peringkat keempat, baik 1949 maupun 1950.

Setelah negara Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1950 dan salah satu dampaknya PSSI dihidupkan kembali dalam Kongres PSSI di Semarang pada 2-4 September 1950, PSSI pun menyelenggarakan kompetisi edisi perdananya pada tahun 1951 setelah terakhir kali pada tahun 1943. PSM pun mulai berkiprah di Kejurnas PSSI 1951.

“Setiap tim memiliki masa kejayaan dan gelar juara hanyalah soal waktu,” demikian saya berteori. Nah, masa-masa jaya PSM berada pada periode pertengahan tahun 1950-an hingga tahun 1960-an (plus edisi tahun 2000-an). Karenanya, pada masa-masa itu, PSM berhasil menjuarai Kejurnas PSSI (baca: Kompetisi Perserikatan) pada tahun 1957, 1959, 1964/1965, dan 1965/1966, termasuk beberapa peringkat atas lainnya. Disebutkan “beberapa peringkat atas lainnya” itulah yang menjadi pelengkap sebuah tim disebut memiliki kejayaan. (Bukankah di era tahun 2000-an gelar juara bagi PSM hanya sekali?!). Gambaran seperti ini terjadi pada PSM edisi tahun 2000-an (dan kini Sriwijaya FC dan Persipura).

Pasca-Orde Baru (11 Maret 1966), tepatnya mulai Kejurnas PSSI 1969, nama Makassar yang melekat pada PSM diganti dengan nama Ujungpandang. Keadaan seperti itu berlanjut hingga sebelum era reformasi (21 Mei 1998). Nah, mulai tahun 2000-an nama Makassar kembali melekat pada klub PSM. Hal itu tentu didasari oleh Peraturan Pemerintah (PP) No. 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujungpandang Menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kejayaan PSM di tahun 2000-an mulai pudar sejak tahun 2005. Prestasinya dari tahun ke tahun semakin menurun.

Dalam dua tahun terakhir terjadi perubahan dalam sepak bola nasional yaitu dengan hadirnya Liga Primer Indonesia. Meskipun hal tersebut tidak jauh berbeda dari kontroversial pada jamannya (era Galatama dan era Liga Indonesia), tetapi latar belakang Liga Primer Indonesia ini dianggap sebagai “pembelotan” terhadap PSSI era Ketua Umum Nurdin Halid.

Dampaknya, menjelang Liga Primer Indonesia, di kota-kota besar di Indonesia dibentuk klub-klub profesional baru yang dianggap mewakili komunitas (daerah)-nya. Di Makassar, dimunculkan klub Makassar City FC. Ketika PSM keluar dari Liga Super Indonesia, klub Makassar City FC inilah yang dijadikan sarananya. (Catatan NMR: Mungkin seandainya PSM tetap di LSI, Makassar City FC tetap berkibar). Dalam perkembangannya, klub yang berlaga di Liga primer Indonesia edisi perdana itu bernama PS Makassar. Ya, apa boleh buat, PSM memang sudah didegradasi ke Divisi I LI.

Namun, nama PSM tampaknya tetap melekat pada persepakbolaan Kota Makassar (Sulawesi Selatan). Akhirnya, nama PSM tercatat sebagai peserta Liga Primer Indonesia. Di sisi lain, PSM (dengan semangat 1915) yang dibentuk oleh Kadir Halid justru tidak diakui oleh PSSI versi Ketua Umum La Nyalla Mattalitti. Alasannya, menurutnya, PSM yang asli ada di Liga Primer Indonesia.

Jadi, bagaimana kita, khususnya masyarakat pencinta PSM, hendak menyusun sejarah klubnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: