Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub? (3): Persebaya Surabaya

Teori saya mengatakan: “Setiap tim memiliki masa kejayaan dan gelar juara hanyalah soal waktu”. Berkaitan dengan Persebaya, teori ini cocok untuk menggambarkan kejayaan persepakbolaan Kota Surabaya pada tahun 1950-an. Sesudah itu, bisa dikatakan kurang. Apa boleh buat, beberapa peristiwa (positif-negatif) yang mengelilinginya turut menurunkan prestasi “singkat” Persebaya. Sebutlah tahun 1978, 1988, dan 2004.

SIVB yang merupakan anggota dan peserta Kompetisi PSSI pada era 1930-an, sebagaimana tim-tim lain, “tiarap” dulu pada masa pendudukan Jepang dan masa perang mempertahankan kemerdekaan. Di sisi lain, SVB sebagai anggota NIVU tetap berkompetisi di Kompetisi ISNIS/VUVSI. Tercatat, dalam Kompetisi ISNIS/NIVU pascakemerdekaan RI itu, SVB menjadi juara pada tahun 1949 dan 1950.

Formasi utama SVB di Kompetisi ISNIS/VUVSI 1949:

Pasqua (penjaga gawang)

Tiong Khiem-Herklots

Elmensdorp-Peng Hwa-Saderan

Yan Bing-Tiong Hoo-Seeman-Tee San Liong-Manuputty

Formasi utama SVB di Kompetisi ISNIS/VUVSI 1950:

Mo Heng (penjaga gawang)

Walandouw-Tiong Khiem

Elmensdorp-Peng Hwa-Saderan

Van der Weiden

Ing Hien-San Liong

Seeman-Stalder

Setelah negara Republik Indonesia Serikat (RIS) kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1950 dan salah satu dampaknya PSSI dihidupkan kembali dalam Kongres PSSI di Semarang pada 2-4 September 1950, PSSI pun menyelenggarakan kompetisi edisi perdananya pada tahun 1951 setelah terakhir kali pada tahun 1943. Pada masa ini, SIVB dan SVB bersatu menjadi Persibaya dan keduanya menyepakati tanggal 18 Juni 1927 sebagai waktu pendiriannya.

Persibaya pun berhasil menjadi juara Kejurnas PSSI 1951 (dan 1952). Inilah formasi Persibaya di Kejurnas PSSI 1951:Kek Kwie (penjaga gawang), Saderan, Ferdinandes, Matsurip, Sidik, Peng Hwa, Hasan, Tiong Ho, Stalder, San Liong, dan Taihitu.

Pada Kejurnas PSSI 1959, Persibaya mengganti namanya menjadi Persebaya dan bertahan hingga kini. Singkat cerita, pada Liga Super Indonesia 2009/2010, ketika degradasi, Persebaya mengalami kekecewaan. Tentu, kekecewaan bukan (hanya) didegradasi, tetapi kekecewaan kepada PSSI era Ketua Umum Nurdin Halid.

Persebaya yang kecewa inilah kemudian berpindah ke Liga Primer Indonesia dengan nama baru: Persebaya 1927. Di sisi lain, Persebaya Divisi Utama (DU) tetap berpartisipasi di Kompetisi PSSI yang diselenggarakan PT liga Indonesia (baca: Divisi Utama). Adakah keterkaitan atau keberlanjutan nama?

Jadi, sebagai masyarakat pencinta Persebaya, bagaimana seharusnya kita menyusun sejarah klub Persebaya?

6 Comments »

  1. Persebaya yang punya prestasi 5 kali juara perserikatan dan 2 kali juara Divisi Utama Liga Indonesia itu bukan PErsebaya 1927….

  2. persebaya yang di DU itu tim Persikubar, yang diboyong oleh Nurdin Halid untuk menggantikan Persebaya yang pindah ke LPI

    • 3
      novanmediaresearch Says:

      Dlm “bahasa” NMR, pemainnya, bukan klubnya. Krn bedol desa, Persikubar tdk bisa bergerak. Kunci “Satu Liga” ada di persatuan Persebaya DU dan Persebaya 1927🙂

  3. mas novan ada koleksi foto saat surabaya selection vs AC Milan 1994? Dari surat kabar juga bisa

    • 5
      novanmediaresearch Says:

      Mohon maaf, belum bisa bantu. Di tabloid BOLA dan Pikiran Rakyat tidak ada. Mungkin Mas Himam bisa coba ke Surya dan Jawa Pos? Saat itu kan fokusnya Persib.

  4. 6
    Moel Says:

    persebaya asli pokoknya yg di dukung sama bonek bukan begitu @himam miladi aka primata euroasia😉


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: