Mari Berpikir Sederhana: Percayalah, Liga Kita Hanya Akan Ada Satu

Pada era reformasi (sejak tanggal 21 Mei 1998), negara kita hendak melangkah mewujudkan Indonesia baru. Dalam perjalanannya, Indonesia baru tidak mudah untuk diwujudkan. Mau melihat ke depan, sulit. Mau melihat lagi ke belakang dianggapnya kemunduran. Ya, kita berada di persimpangan jalan. Demikian pula untuk sepak bola Indonesia.

Saya prihatin. Konflik dualisme dalam sepak bola Indonesia ditanggapi secara “panas” oleh para pendukung (suporter)-nya. Saling menjelekkan. Pihak yang pro kompetisi PSSI versi Ketua Umum Djohar Arifin Husin menjelekkan kompetisi PSSI versi Ketua Umum La Nyalla Mattalitti. Begitu pun sebaliknya. Tidak jarang, sikap saling menjelekkan itu didukung pula oleh data-data yang “bagus”. Ada perang opini di sana.

Padahal, saya kira, opini-opini itu hanyalah fakta sosial. Semu. Hanya menyenangkan sesaat. Fakta hukum di depan justru yang lebih menggigit. Tinggal tunggu saja apa yang akan terjadi.

Bagi saya, kalau itu terjadi, kompetisi di Indonesia hanya akan satu. Artinya, bersatu lagi. Perhatikanlah komentar para petinggi sepak bola Indonesia. Kubu DAH menyatakan (lebih kurang): “Kami akan merangkul klub-klub LSI”. Kubu LNM pun menyatakan (lebih kurang): “Kami akan merangkul klub-klub LPI”.

Artinya, kelak, tidak akan ada dualisme lagi. Namun, sayangnya, para pendukungnya justru senang “berperang”. Ada kesan ingin menang-kalah. Wah wah wah. Sungguh kontraproduktif untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Ingatlah, ada klub-klub lain yang berada di bawahnya yang mendua. Itu tidak baik. Jangan hanya melihat kompetisi level tertinggi saja.

Inilah sebuah tajuk yang NMR munculkan kali ini. Jarang-jarang. Demikian. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: