Piala SCTV 2012: Gelar Juara Terbang ke Luar Negeri

Turnamen sepak bola Piala SCTV 2012 yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, selama dua hari (9-10 September 2012) baru saja berakhir. Beberapa saat yang lalu, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Utara 0-2 (Senin, 10 September 2012). Sehari sebelumnya (Minggu, 9 September 2012), Indonesia U-22 pun harus mengakui keunggulan Malaysia U-22 0-1.

Korea Utara. Ketika mendengar nama negara ini akan datang ke Indonesia, saya merasa tidak percaya. Bukan apa-apa. Korea Utara memang jarang ke Indonesia, kecuali “dipaksa” untuk bertanding dalam agenda FIFA. Biasanya, Korea Selatan-lah yang justru sering bertemu dengan negara kita. Akhirnya, Korea Utara benar-benar datang ke Indonesia untuk menyemarakkan Piala SCTV 2012.

Berbicara tentang Korea Utara, sesungguhnya, saya memiliki impian untuk menjejakkan kaki saya di negeri ini, selain Islandia dan Belanda. Ya, di Korea Utara, saya ingin menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri bagaimana keseharian penduduknya. Bukan hanya sepak bola. Soalnya, negara Korea Utara ini tertutup dari dunia luar. [Kalau Islandia, kabarnya, seandainya menjalankan ibadah puasa Ramadhan di negeri ini, pada satu waktu bisa selama 18 jam dan pada waktu yang lain bisa selama 6 jam. Itu tergantung tahunnya kapan. Nah, saya ingin menjalankan puasa Ramadhan di tempat ini ketika waktu berpuasanya 6 jam saja he he he. Kalau Belanda? Ya, apalagi kalau bukan soal arsip-arsip surat kabar Indonesia. Kabarnya, di perpustakaan Belanda, arsip-arsipnya lebih lengkapdan rapi daripada di Indonesia.]

Masih berbicara tentang Korea Utara, dalam hal ini sepak bolanya. Bagi negara kita, sepak bola Korea Utara sebetulnya pernah menjajagi sepak bola kita sejak tahun 1963. Saat itu, bulan Maret 1963, Korea-Pyongyang Football Team sempat beruji tanding melawan timnas Indonesia senior (2-1) dan timnas Indonesia junior (1-0) untuk keunggulan tim tamu.

Setelah melakukan penjajagan, Indonesia pun untuk pertama kalinya bertemu dengan Korea Utara. Kebetulan, kedua tim bertemu dalam babak perempatfinal Ganefo I/1963 ketika Indonesia ditumbangkan Korea Utara 1-5. Mengakhiri Orde Baru, Korea Utara sempat berkunjung lagi ke Indonesia pada 23 Desember 1964. Pada masa itu, timnas Indonesia sedang mengalami tarik ulur pemain PSM yang dalam waktu hampir bersamaan sedang mempersiapkan diri melawan Persema dan Persebaya dalam Putaran I Wilayah Timur Kejurnas PSSI 1964/1965. Terakhir, Indonesia dan Korea Utara bertemu dalam Pra Piala Dunia 1994.

Namun, dari catatan sejarah itu, pertemuan Indonesia melawan Korea Utara di Pra Olimpiade 1976 tampaknya masih menyisakan memori dalam pemberitaan sepak bola Indonesia. Dalam pertandingan di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (Kamis, 26 Februari 1976) itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Utara 4-5 melalui adu tendangan penalti setelah selama 2 x 45 menit dan perpanjangan waktu 2 x 15 menit kedua tim bermain imbang 0-0. Inilah drama adu penalti antara kedua tim:

Korea Utara

 

 

Indonesia

Ang Se Uu

V

V

Iswadi Idris
Pak Jong Hun

X

V

Djunaedi Abdillah
Ma Yung Uu

V

V

Waskito
Yong Sok Guk

V

X

Oyong Liza
Kim Yang Min

X

X

Andjas Asmara
Kim Sing Gon

V

V

Risdianto
Hong Sung Nam

V

X

Suaib Rizal

5

4

Lihat juga: Piala SCTV 2011.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: