Ketika Omo Suratmo Memprediksi Persipal

Anda sudah mengetahui kabar kekalahan Persib Bandung dari Persibangga Purbalingga? Untuk mengingatkan kembali, dalam pertandingan di Stadion Goentoer Darjono, Kabupaten Purbalingga, itu Persibangga yang merupakan klub Divisi I PSSI 2012 berhasil mengalahkan Persib yang merupakan klub Liga Super Indonesia 2012 1-0.

Bagi masyarakat pencinta Persibangga, kemenangan tersebut patut dipuji (plus “dirayakan” dengan yel-yel-nya). Sebaliknya, bagi masyarakat pencinta Persib, kekalahan itu menjadi jalan untuk mengeritik kinerja Persib. Lalu, bagaimana tanggapan saya selaku pengelola blog NMR?

Bagi saya, kekalahan tersebut “wajar”. Apa pun keadaan Persib dalam pertandingan itu. Sebelum bertanding pun saya sudah merasakannya. Mengapa saya mengatakan “wajar”? Dalam catatan NMR, Persib tampaknya sering mengalami kesulitan ketika menghadapi tim-tim yang berasal dari kota “kecil” dan jarang atau bahkan tidak pernah disinggahi. Setidaknya dalam pertandingan debut.

Coba perhatikan ketika tahun 1970-an, Persib ditumbangkan PS Bangka. Perhatikan pula ketika Persib kesulitan untuk mengalahkan Persik Kendal dalam Piala Indonesia. Nah, kalau melawan Persibangga, kita sudah tahu sendiri kisahnya. Tentu di sini ada “misteri”. Bahasa rasionalnya, ada berbagai faktor.

[Meskipun para pemain Persib tidak komplet, bagaimana pun Persib adalah salah satu tim besar. Jadi, “aneh” juga kalau kalah. Terlepas dari itu, saya sering berpandangan bahwa satu tendangan ke gawang dan menghasilkan gol itu lebih baik daripada sepuluh tendangan ke gawang tetapi mengenai tiang gawang. Hasilnya, tetap 1-0, bukan? Karenanya, saya jarang menyalahkan wasit he he! Ya, hasil pertandingan adalah fakta sampai kapan pun meskipun dalam pertandingan tersebut terjadi hal-hal yang tidak biasanya. Kita lihat saja, salah satu sejarah Spanyol tercipta ketika mengalahkan Portugal di Piala Eropa 2012 melalui adu tendangan penalti. Padahal detik sebelum dan detik sesudah benar-benar memisahkan nasib. Hanya tos-tos-an. Ingat pula prestasi timnas Indonesia yang dipisahkan nasib selama satu detik ketika Indonesia dikalahkan Thailand melalui adu tendangan penalti di Piala Tiger 2002. Kalau menang, wah prestasi SEA Games 1991 pun bisa terhapus!]

OK, itu hanya gambaran saja. Nah, salah satu kekalahan Persib yaitu ketika dikalahkan Persipal Palu 0-1 dalam turnamen segitiga di Makassar pada tahun 1975. Hasil pertandingannya: PSM vs Persipal 1-1 (Jumat, 21 Februari 1975), Persipal vs Persib 1-0 (Sabtu, 22 Februari 1975), dan Persib vs PSM 2-2 (Minggu, 23 Februari 1975). Akhirnya, Persipal pun menjadi juara turnamen segitiga di Makassar.

Tidak diduga, Persipal mengatasi Persib dan PSM. Omo Suratmo, pelatih Persib, pun mengatakan bahwa ketiga tim seimbang dan kekalahan Persib dari Persipal hanya kurang beruntung saja. Selebihnya, Omo Suratmo memprediksi bahwa Persipal akan berjaya di masa depan.

Faktanya, Persipal yang dalam kompetisi-kompetisi sebelumnya tidak pernah lolos ke tingkat nasional, mulai Kejurnas PSSI 1975 berhasil menempatkan diri sebagai peserta tingkat nasional. Bukan hanya itu, faktanya Persipal maju hingga Babak “8 Besar”. Dalam kompetisi-kompetisi berikutnya, Persipal masih berkesempatan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional. Ya, ini semacam generasi emas.

Kisah Omo Suratmo sendiri berhenti di Persib sampai tahun 1975. Ia mengundurkan diri. Seterusnya, ia mengasah kemampuannya di Persipura Jayapura dan berhasil membawa Piala Soeharto III/1976. Selebihnya, ia lebih fokus pada pembinaan timnas junior bersama Bukhard Pape.

Omo Suratmo wafat pada tahun 1987. Kelak, di tahun 1988, ada Piala Omo Suratmo yang diikuti klub-klub intern Persib. Namun, para veteran alias jago-jago tua.

Iklan

2 Comments »

  1. 1
    peripal Says:

    persipal pasti akan bangkit

  2. 2
    Anonim Says:

    O tak
    M ental
    O tot

    GBU


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: