Mitra Kukar Menjadi Mitra Bandung Raya

Anda percaya dengan judul berita tersebut? Saya tegaskan, lebih baik anda jangan percaya! Itu berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Maaf, itu pun judul karangan saya saja.

Judul “Mitra Kukar Menjadi Mitra Bandung Raya” tadi sengaja saya tulis untuk menanggapi peluncuran skuad Pelita Bandung Raya, 21 Desember 2012 kemarin. Ya, lagi-lagi soal Bandung Raya. Mohon maaf pula, saya pun tidak bermaksud menanggapinya secara berlebihan. Biarlah itu menjadi fakta sejarah saja. Namun, hal ini dilatarbelakangi oleh sumbang saran saya saja.

Pelita Bandung Raya. Sebuah “marketing” yang bagus. Program “Galeri Sepakbola Indonesia” Trans7 edisi Sabtu, 15 Desember 2012 pun membahas Pelita Bandung Raya sebagai (Mastrans) Bandung Raya. Akhirnya, Jumat, 21 Desember 2012, skuad Pelita Bandung Raya pun diluncurkan.

Dalam beberapa tulisan yang lalu, saya telah membahas Bandung Raya, termasuk pandangan saya bahwa Pelita Bandung Raya itu bukan Bandung Raya melainkan Pelita Jaya. Alasannya, ada tiga: pertama, sebagian besar pemain lokal asal Bandung (Jawa Barat) dimasukkan ke Pelita Jaya (baca: Pelita Bandung Raya), kedua, para pemain Pelita Jaya dimasukkan ke Arema Cronous, dan ketiga, Bandung Raya masih menjadi peserta Divisi II PSSI (Djohar Arifin Husin).

Nah, bagaimana kalau PT Kreasi Performa Pasundan (atau PT Novan Media Research he he he) membeli 100% saham Mitra Kukar (Kutai Kartanegara) dan mengubahnya menjadi Mitra Bandung Raya. Apakah Mitra Bandung Raya itu Bandung Raya? Dari pertanyaan ini tentu jawabannya akan menjadi jelas.

Terlepas dari itu, Pelita Bandung Raya bisa dinyatakan sebagai Bandung Raya jika pemberitaan yang berkembang semakin jelas. Misalnya, Arema Cronus (baca: Pelita Jaya + Arema) kembali menjadi Arema LSI (atau bahkan hilang) sehingga Pelita Jaya kembali ke Pelita Jaya (Karawang). Atau Pelita Jaya benar-benar hilang oleh karena sudah dibeli oleh Bandung Raya yang juara Liga Indonesia 1995/1996 itu. Selain itu, Bandung Raya di Divisi II PSSI (Djohar Arifin Husin) pun hilang. Terserah pula kalau Bandung Raya menjadi dua: Pelita Bandung Raya LSI dan Bandung Raya di Divisi II LPI. Dualisme ni yeee. Ow, ada tiga coy: Pelita Bandung Raya, Bandung Raya, dan UNI.

Kalau perlu ada empat seperti yang saya tulis tadi: PT NovanMediaResearch membeli Mitra Bandung Raya hi hi hi.

Baca:

Bandung Raya

Masih soal Bandung Raya

Pelita Bandung Raya adalah Pelita Jaya

Baca juga:

Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub (1)

Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub (2): PSM Makassar

Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub (3): Persebaya Surabaya

Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub (4): Persegres Gresik

Bagaimana Seharusnya Kita Menyusun Sejarah Klub (5): Persil Lampung

Iklan

3 Comments »

  1. 1
    EdwardEFC Says:

    sejarah perjalanan klub-klub di indonesia memang unik, ada yg ganti nama,merger,bubar atau lain lain, mungkin kalau di inggris dan eropa kita mengenal dengan istilah phoenix club, yaitu club ‘penerus’ sebagai kelanjutan klub asli yg bubar dgn berbagai macam sebab (tetapi lebih sering karena finansial) , seperti aldershot dan aldershot town fc, wimbledon dengan afc wimbledon atau mk dons, mungkin hal ini mirip dgn yg terjadi di indonesia seperti persijatim sriwijaya fc atau persekaba yahukimo fc, tapi tentu lebih di indonesia kejadiannya lebih rumit 😉

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Minimal, ada tiga pihak yang “lucu”. Pihak I, NMR dengan pendekatan kronologinya. Pihak II, (sebagian) media dengan “gaya tulisannya”. Kalau pun di antara NMR dan Media ada “kesalahan”, situs web PT LI justru tetap menulis Pelita Jaya untuk Pelita Bandung Raya. Artinya, dalam hal ini, NMR “cocok” dengan PT LI.

      Lepas dari itu, kalau Pelita Bandung Raya itu adalah Bandung Raya (yang katanya “beralih” kepemilikan), justru lebih menarik. Dengan mengacu hal ini, saya bisa menyatakan bahwa Pertama, Pelita Jaya telah mati (seperti Persijatim ya?!) atau Kedua, Pelita Jaya mengikuti Divisi II PSSI versi Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Wah, lebih seru ya. Maksud saya, apa pun pernyataan (berita/opini) itu selalu mengandung konsekuensi 🙂

      Ini baru cerita Pelita Bandung Raya loh….

      • 3
        EdwardEFC Says:

        tentunya hal ini menjadi tambah kompleks karena kita ada 2 sistem liga yg berjalan sendiri-sendiri, sehingga klub ‘asli’ yg merupakan klub pertama terbentuk bisa cukup suilt diidentifikasi, dan ini juga yg membuat editor wikipedia atau kontributor database di game football manager kesulitan utk memasukkan data, tetapi hal ini mungkin bisa sedikit diterawang apabila dijelaskan dgn diagram pohon.

        sayang sekali tampaknya hanya sedikit orang yg peduli mengenai status klub yg kasusnya demikian,saya merupakan pembaca setia blog anda sejak dulu karena mungkin ini satu-satunya blog yg mau membahas hal-hal ini 🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: