9 Februari Hari Pers Nasional: Piala Pers I/1993 untuk Persib

Di negara kita, tanggal 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional. Nah, dalam cerita sepak bola, pers memang berjasa bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Dalam catatan NMR misalnya, tampak Piala Pikiran Rakyat 1980 dan 1981, Piala Kedaulatan Rakyat 1987, dan Piala Jawa Pos 1989 dan 1990. Tentu dengan berbagai skalanya.

Berkaitan dengan Hari Pers Nasional itu pula, NMR ingin mengajak anda untuk bernostalgia di turnamen sepak bola Piala Pers I/1993. Itulah Piala Pers edisi pertama dan sekaligus terakhir kali. Harap maklum, kompetisi sepak bola Indonesia sudah semakin padat dengan kehadiran Liga Indonesia pada 1994. Apalagi Piala Pers 1993 ini dijadikan pengisi bagi tim-tim Perserikatan. Bandingkan dengan Galatama yang bertanding sepanjang waktu.

Pada masa ini, di tahun 1993, SIWO/PWI turut meramaikan Piala Pers I/1993. Sebelumnya, pada 1992, SIWO/PWI pun berkiprah dalam Piala Utama II/1992.

Jika diperhatikan, format Piala Pers 1993 ini sama dengan Piala Jusuf edisi perdana (1964) —bagi NMR dianggap masih misteri karena kelak muncul Piala Jusuf I/1965 dan II/1966— dan Piala Soeharto I/1972, II/1974, dan III/1976.

Apa pasal? Ya, pesertanya merupakan “4 Besar” kompetisi Perserikatan yang digelar pada periode sebelumnya. Untuk mempersingkat waktu, mari kita ikuti Piala Pers I/1993.

Akhirnya, Persib berhasil menjuarai Piala Pers I/1993. Bagi Persib, kemenangan tersebut merupakan hal yang biasa. Harap maklum, Persib masih berada dalam “Generasi Emas”-nya. Pada masa ini dikenal: kalau menang biasa, kalau kalah luar biasa. Bandingkan dengan era kini: kalau menang luar biasa, kalau kalah biasa (he he he). Jamannya, sudah berbeda, Bung!

Meskipun demikian, keberhasilan Persib meraih kemenangan adu penalti atas PSMS ini menjadi sesuatu yang “luar biasa”. Pada masa itu, penonton (salah satunya penulis cerita ini) berdebar-debar apakah Persib mampu memenangkan adu penalti atas PSMS? Ya, harap maklum, lagi-lagi maklum, Persib pernah dua kali dijungkalkan PSMS melalui adu tendangan penalti di Perserikatan 1983 dan 1985 meskipun pada masa itu Persib diunggulkan dalam pertandingan waktu normal. Kalau pun akhirnya kalah, toh Persib dinobatkan sebagai tim terbaik/favorit dalam kedua Perserikatan itu.

Satu hal yang cukup menarik ialah ketika Yudi Guntara langsung berlari usai mencetak gol penalti ke arah gawang PSMS. Ini memang emosional bagi si Oji, panggilan Yudi Guntara. Ya, Piala Pers I/1993 merupakan ajang pembuktian Yudi Guntara untuk Persib. Alasannya, ia memang sempat singgah di Persija untuk Perserikatan periode sebelumnya. Ya, si Oji memang harus menyelesaikan kuliahnya di STIE Perbanas Jakarta (kini, ia jadi “tukang bank” di Bank Jabar he he he).

Bagi Yudi Guntara, ini pun menarik. Tahun 1987 pun ia sempat menjadi pemain debutan Persib ketika Persib berjumpa dengan PSV Eindhoven (Belanda) pada tahun 1987. Saat itu Yudi Guntara baru lulus sekolah dan belum kuliah di STIE Perbanas. Asyiknya pemain muda jaman baheula. Banyak turnamen. Apalagi kalau beberapa pemain senior sedang dipanggil dalam pelatnas PSSI.

Hasil Lengkap Piala Pers I/1993:

Minggu, 24 Januari 1993:

[Stadion Siliwangi (Kota Bandung, Jawa Barat)]

Persib vs PSM 2-0 (Robby Darwis 44, Asep Sumantri 48)

Selasa, 26 Januari 1993:

[Stadion Teladan (Kota Medan, Sumatra Utara)]

PSMS vs Persebaya 1-0 (Suryadi 22)

Selasa, 2 Februari 1993:

[Stadion Gelora 10 November (Kota Surabaya, Jawa Timur)]

Persebaya vs Persib 0-3 (Sutiono Lamso 12, 16, Yudi Guntara 34)***

***) Pertandingan dihentikan pada menit ke-52 karena penonton ricuh.

[Stadion Mattoanging (Kota Makassar, Sulawesi Selatan)]

PSM vs PSMS 1-0 (Kaharuddin 40)

Rabu, 3 Februari 1993:

[Stadion Tridharma, Petrokimia (Kabupaten Gresik, Jawa Timur)

Persebaya vs Persib 0-5 (Sutiono Lamso 12, 16, Yudi Guntara 34, 62, 88)***

***) Pertandingan selama 38 menit karena merupakan pertandingan lanjutan Selasa, 2 Februari 1993.

Jumat, 5 Februari 1993:

[Stadion Gelora 10 November (Kota Surabaya, Jawa Timur)]

Persebaya vs PSM 0-0

Sabtu, 6 Februari 1993:

[Stadion Siliwangi (Kota Bandung, Jawa Barat)]

Persib vs PSMS 0-0

Babak Grandfinal:

Selasa, 9 Februari 1993:

[Stadion Siliwangi (Kota Bandung, Jawa Barat)]

Persib vs PSMS 4-1 (0-0) adu tendangan penalti (perpanjangan waktu 2 x 45 menit tidak dilakukan karena lapangan tergenang air hujan).

V

Asep Sumantri

1

Suharto

V

V

Roy Darwis

2

Edwin Daud

X

V

Dede Iskandar

3

Bambang Usmanto

X

V

Yudi Guntara

4

5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: