Pra Piala Dunia 1986: Bangladesh vs Indonesia 2-1

Pada 15 Oktober 2013 mendatang, timnas Indonesia akan menghadapi China dalam pertandingan lanjutan Pra Piala Asia 2015. Sebelum membahas pertandingan-pertandingan Indonesia vs China masa lalu, mari kita simak pertandingan akhir nan penting bagi timnas Indonesia ketika berlaga di Pra Piala Dunia 1986.Sebagaimana biasa, kisah yang dibahas saya sebagai pengelola blog NovanMediaResearch ini merupakan yang PERTAMA yang membahas ulang secara detail, SATU-SATUNYA (hingga saat ini), dan BERBEDA (dari yang pernah dibahas di media, termasuk di blog NMR sendiri). Sekarang, duduklah baik-baik, simaklah secara saksama, dan selamat menikmati sajian “Kami”.

Peluang Besar Terhambat karena Indonesia Bermain Buruk

bffAnda masih ingat dengan peristiwa sebelum, sesaat, dan sesudah pertandingan melawan tuan rumah Thailand di “putaran II” Pra Piala Dunia 1986? [Ssst…, ketika belajar jurnalistik kalimat pertanyaan seperti ini dikritik oleh “pembimbing”. Katanya, kalimat pertanyaaan seperti ini harus didahului kata tanya seperti “Apakah anda masih…” (dan kata-kata tanya lainnya). Beliau kecewa karena hal-hal seperti itu sudah dilupakan. Padahal ini nasihat masa lalu loh. Ibarat Koes Plus yang menyanyikan syair lagu: “…Anak muda jaman sekaraaang…”. Jaman kapan? Tahun 1970-an gitu loh.] OK-lah (sok English ya?!), kali ini saya tidak akan membahas dunia jurnalistik. [Iya dong, ini kan blog sepak bola Indonesia.] Jadi, untuk mempersingkat waktu, saya akan membahas pertandingan Bangladesh vs Indonesia di Pra Piala Dunia 1986.

Maksud saya menulis “sebelum, sesaat, dan sesudah” tadi, yaitu bahwa sebelum atau menjelang pertandingan Thailand melawan Indonesia, timnas asuhan pelatih Sinyo Aliandu sudah “bergembira” ketika harapannya pada India untuk menahan tuan rumah Thailand atau bahkan mengalahkannya terwujud. Ya, hal itu terjadi ketika India bermain kaca mata dengan negeri Gajah Putih itu. Selain itu, Indonesia pun akhirnya berhasil memperbesar peluangnya ketika menang 1-0 atas tuan rumah Thailand. Sebuah perjuangan yang dilakukan oleh kita sendiri tanpa menunggu “nasib pertandingan” orang lain. Inilah klasemen “acak-acakan” pada masa itu:

No.

Tim

M

M

S

K

Gol

Nilai

1.

Indonesia

4

4

0

0

6-1

8

2.

India

2

0

1

1

1-2

1

3.

Thailand

3

0

1

2

0-2

1

4.

Bangladesh

1

0

0

1

0-2

0

Bagaimana dengan pertandingan berikutnya? Hasilnya, Thailand mengalahkan Bangladesh 3-0. Meskipun demikian, Thailand tetap masuk kotak. Sementara India dan Bangladesh masih memiliki peluang. Jadi, klasemen sementara pun berubah lagi menjadi:

No.

Tim

M

M

S

K

Gol

Nilai

1.

Indonesia

4

4

0

0

6-1

8

2.

Thailand

4

1

1

2

3-2

3

3.

India

2

0

1

1

1-2

1

4.

Bangladesh

2

0

0

2

0-5

0

Kok Tampil Buruk Ya….

Selasa, 2 April 1985. Malam itu, timnas Indonesia sudah berada di Stadion Nasional Dacca, Bangladesh untuk melanjutkan pertandingan Pra Piala Dunia 1986. Lawannya, tentu saja, tuan rumah Bangladesh. Jika menang maka Indonesia akan memastikan diri lolos ke babak selanjutnya. Jika seri maka Bangladesh akan masuk kotak sehingga pertarungan akan terjadi pada diri Indonesia dan India. Tinggal adu selisih gol saja. Jika kalah maka Bangladesh pun akan ikut bersaing dengan Indonesia dan India.

Waktu kick off dimulai dan dipimpin oleh Zia Zhang Hwa, wasit asal China. Entah apa yang terjadi pada timnas Indonesia. Sepanjang pertandingan tampak tampil buruk. Indonesia bermain lamban dan tidak mampu menekan lawan. Terobosan-terobosan pun tidak sampai di kotak penalti.

Ternyata bukan itu saja. Umpan-umpan Indonesia tidak cermat. Unpan-umpannya sering jatuh ke kaki lawan atau malah tanggung. Dampaknya, Bangladesh yang bermain gesit dan rajin pun secara mudah dapat mematahkannya.

Beruntung, timnas Merah Putih berhasil mencetak gol terlebih dahulu melalui penalti Bambang Nurdiansyah pada menit 10. Sebelum tembakan 12 pas itu, Dede Sulaeman memang dilanggar oleh Azmat Ali.

Singkat cerita, pertandingan yang disaksikan oleh 25.000 penonton itu memang didominasi Bangladesh. Indonesia tampil buruk. Selain ingin membalas atas kekalahan 0-2 dari Indonesia, boleh jadi, Bangladesh juga ingin tetap bersaing di Pra Piala Dunia 1986 ini. Akhirnya, Bangladesh pun dapat mengalahkan Indonesia ketika sundulan Kaisar Hamid (menit 75) dan tendangan bebas Azmat Ali (83) mengoyak jala Hermansyah. Timnas Indonesia pun mengalami kekalahan pertamanya di Pra Piala Dunia 1986.

Inilah klasemen sementara saat itu:

No.

Tim

M

M

S

K

Gol

Nilai

1.

Indonesia

5

4

0

1

7-3

8

2.

Thailand

4

1

1

2

3-2

3

3.

Bangladesh

3

1

0

2

2-6

2

4.

India

2

0

1

1

1-2

1

Formasi pemain Indonesia: Hermansyah (penjaga gawang), Ristomoyo, Aun Harhara, Warta Kusuma, Marzuki Nyakmad, Herry Kiswanto, Dede Sulaeman, Zulkarnaen Lubis/Ferrel Raymond Hattu, Bambang Nurdiansyah/Sain Irmis, Elly Idris, dan Wahyu Tanoto.

Formasi pemain Bangladesh: Moh. Mohsin (penjaga gawang), Kaisar Hamid, Sultan Joni, Azmat Ali, Abdul Datan, Nazir Ahmad, Ashis Bahdar, Abd. Salam/Kazi Josimuddin/Kursid Alom, Kondakar Wasim Iqbal, Elias Hosin, dan Ashraf Uddin.

2 Comments »

  1. 1
    mas tulus Says:

    saya ingat dede sulaiman diving sehingga kitadapat penalti (kayaknya waktu home di jakarta) …

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Ya, itu tergantung pada persepsi. Dede Sulaeman memang melakukan solo run, tetapi dijegal di kotak penalti. Para pemain Bangladesh protes, tetapi wasit asal Filipina tetap pada keputusannya. Kejadian tersebut ketika bertanding di Senayan (Indonesia vs Bangladesh 2-0).


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: