Pra Piala Dunia 1958: Indonesia vs China 2-0

 

Pada 15 Oktober 2013 mendatang, timnas Indonesia akan menghadapi China dalam pertandingan lanjutan Pra Piala Asia 2015. Inilah salah satu pertandingan tersebut.Sebagaimana biasa, kisah yang dibahas saya sebagai pengelola blog NovanMediaResearch ini merupakan yang PERTAMA yang membahas ulang secara detail, SATU-SATUNYA (hingga saat ini), dan BERBEDA (dari yang pernah dibahas di media, termasuk di blog NMR sendiri). Sekarang, duduklah baik-baik, simaklah secara saksama, dan selamat menikmati sajian “Kami”.

Di tengah minimnya pertandingan timnas Indonesia ketika memasuki tahun 1957, akhirnya PSSI baru bisa menyeleksi para pemainnya melalui pertandingan segitiga di Stadion Ikada, Jakarta. Hasilnya, Jawa Barat vs Jawa Tengah 8-3 (15 Maret 1957), Jawa Tengah vs Jawa Timur/Sulawesi 1-0 (16 Maret 1957), dan Jawa Timur/Sulawesi vs Jawa Barat 3-3 (17 Maret 1957). Setelah itu, Jawa/Sulawesi bertandang ke Padang untuk menjalani pertandingan melawan Sumatra di Stadion Banteng, Padang (24 Maret 1957). Hasilnya, Tim Sumatra menang 2-1. Dari hasil seleksi tersebut, PSSI berencana untuk menghimpun 32 nama pemain.

Dalam perkembangannya, di tengah waktu yang terbatas, PSSI mulai melatih 20 nama. Lalu, muncullah 19 nama (dengan beberapa nama yang berbeda), termasuk sisa-sisa dari yang 20 pemain itu. Sayangnya, Witarsa, Ramli, dan Rasjid tidak bisa ikut serta. Witarsa misalnya yang karena saran dokter harus beristirahat. Sementara Saari, salah satu dari empat pemain baru, dinyatakan layak untuk turut bermain di timnas Indonesia.

Stadion Ikada, Jakarta, 12 Mei 1957. Saat itu, Indonesia bersiap menghadapi China. Mencermati sejarah pertemuan kedua tim, ternyata inilah pertandingan debut bagi mereka. Sebagai catatan, pertandingan Dutch East Indies vs China di Far Eastern Games 1934 di Manila, Filipina (14 Mei 1934) tidak dicatat.

Kick off pun dimulai dan dipimpin Cesare Ionni, wasit dari Italia. Wasit yang tentu saja bukan Cesare Maldini atau Cesare Prandelli itu (Iya dong…!!!) dibantu oleh dua hakim garis asal Burma. Saelan (Indonesia) dan Chen Fu-lai (China) sebagai kapten timnas masing-masing menghadap wasit. Tos-tos-an dimenangi oleh China. Karenanya, China berhak memilih tempat. Sementara Indonesia mendapat giliran menendang bola pertama.

Singkat kata, timnas Indonesia asuhan pelatih Tony Pogacknik menang 2-0. Dua gol kemenangan timnas Merah Putih ini dicetak oleh Ramang pada menit 48 dan 83. Sementara Tai Lin-tjing, pelatih yang mantan pemain UMS Jakarta 1930-1932, itu pun harus gigit jari.

Formasi pemain Indonesia: Saelan (penjaga gawang), Chaerudin, Kiat Sek, Him Tjiang, Rukma, Liong Houw, Saari, Sian Liong, Ramang, Danu, dan Ramli.

Formasi pemain China: Chang Chun-hsiu (penjaga gawang), Chen Fu-lai, Wang Teh Fa, Kao Jun-seh, Tjou-hsing, Tjan Tjing-tien, Ha Tjeng kuang, Hsien Kuei-fu, Tjang Hung-ken, Wang Lu, dan Nien Wei-sei.

Iklan

3 Comments »

  1. 1
    Anonim Says:

    keren bung peke formasi pemain; Maulwi saelan, Ramang (PSM), Chaeruddin Siregar, Thio Him Tjiang, Tan Liong Houw, (persija), Rukma (persib), Ramli Yatim (PSMS), Kwee Kiat Sek, Phwa Sian Liong (persebaya), Danu dan Saari,…?

  2. Komentar ini saya berikan sebagai rasa terima kasih karena Anda sudah berbagi hal yang positif melalui blog ini.
    Semoga apa yang sudah Anda bagikan, menjadi manfaat bagi pengunjung di blog ini.
    Dan kiranya Tuhan melindungi Anda & keluarga. 🙂


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: