Ketika PSM Makassar Juarai Perserikatan 1991/1992

Informasi Persib di Perserikatan 1993/1994 dan Liga Indonesia 1994/1995? Ah, sudah biasa. Sudah banyak media yang membahasnya. Sudah tidak “aneh” lagi. Apalagi informasi itu sudah dibahas di buku saya (2009). Kalau di NMR, nanti saja ya?! Tunggu sajalah nanti ketika saya menanggapi informasi tentang “Tahun 1933 layak dipertanyakan”, “Kata siapa pada 1942 Persib bubar”, dan sebagainya. Namanya juga blog yang “aneh”.Jadi, dalam kesempatan kali ini, NMR akan membahas secara singkat kisah PSM Ujungpandang (kini, Makassar lagi) ketika menjuarai kompetisi Perserikatan 1991/1992. Sebagaimana biasa, kisah yang dibahas saya sebagai pengelola blog NovanMediaResearch ini merupakan yang PERTAMA yang membahas ulang secara detail, SATU-SATUNYA (hingga saat ini), dan BERBEDA (dari yang pernah dibahas di media, termasuk di blog NMR sendiri). Sekarang, duduklah baik-baik, simaklah secara saksama, dan selamat menikmati sajian “Kami”. Ohya, untuk kali ini ada tambahannya: “Anda boleh sambil makan camilan” he he he.

PSM Juara Perserikatan Lagi Setelah 26 Tahun

kompas-psmSabtu, 29 Februari 1992. [Jelas, di tahun kabisat dong!] Stadion Utama, Senayan, Jakarta, tampak dipenuhi 50.000 penonton untuk menyaksikan laga final PSM Ujungpandang melawan PSMS Medan. Wasit Teddy Wijaya (Bekasi) pun sudah siap memimpin pertandingan.

Tanpa berpanjang lebar, saya ingin mengutip surat kabar Harian Umum “Kompas” edisi Minggu, 1 Maret 1992, yang menulis: “…Kemenangan PSM adalah foto copy sebuah keberhasilan patriotisme atas idealisme. Persib Bandung yang secara teknik lebih unggul, disingkirkan di semifinal. Kemudian Medan yang memilih bermain cantik dan menghilangkan ciri khas permainan kerasnya, disikat pula. Keduanya, Persib dan PSMS, dihantam PSM dengan skor yang sama 2-1…”.

Ya, sejak babak penyisihan (reguler), PSM memang berjalan penuh liku. Kalau saja Persegres Gresik bermain imbang dengan Persema Malang di pertandingan hari terakhir, boleh jadi PSM tidak akan juara. “Beruntung”, Persegres menang 1-0 atas Persema melalui gol Budiarso (menit 64) pada saat PSM bermain imbang 1-1 dengan Persiba Balikpapan. Karenanya, Persebaya, Persegres, dan PSM lolos ke putaran final “6 Besar” dengan nilai sama (13) dan selisih gol yang tipis, termasuk Persema yang meraih nilai 11 dengan selisih gol yang menjanjikan. Sejarah memang berkata lain.Kalau sudah rejekinya, ya sebuah keniscayaan.

Surat kabar yang berdiri pada 28 Juni 1966 itu melaporkan lagi: “…Stadion tua Senayan bergetar, ‘digoyang’ histeris sekitar 20.000 suporter PSM, dan itu cukup untuk membungkamkan sekitar 30.000 pendukung PSMS, begitu pertandingan yang merupakan ulangan final tahun 1957 di Padang itu baru berlangsung 13 menit. Ternyata, PSM yang merupakan underdog, lebih dulu menggetarkan gawang PSMS…”. [Kelak, Perserikatan 1957 ini sudah direvisi NMR.]

Dalam babak final itu, PSM lebih dulu unggul lewat gol Jefry Dien pada menit 13. Tendangan spekulasi berjarak 18 meter itu tidak mampu diselamatkan Sisgiardi, penjaga gawang PSMS. Setelah kegagalan Suharto (PSMS) mengeksekusi tendangan penalti pada menit 31 karena melebar, PSMS akhirnya bisa membalasnya melalui gol Azwardin Lubis pada menit 62. Skor 1-1 pun bertahan hingga pluit panjang berbunyi.

Menjelang perpanjangan waktu 2 x 15 menit, Syamsudin Umar memasang Mustari Ato. Mustari Ato pula yang menjadi pahlawan PSM ketika mencetak gol pada menit 91. PSM Ujungpandang pun berhasil menjuarai Perserikatan 1991/1992. Perlu menunggu lama untuk meraih juara.

Formasi pemain PSM: Ansar Abdullah (penjaga gawang), Bahar Muharam, Anwar Liko, Moh. Ajis Muin, Aji Lestaluhu, Yusrifar Jafar, Hasanuddin/Arman Dadi, Alimuddin Usman, Erwin Wijaya/Mustari Ato, Kaharuddin, dan Jefry Dien.

Formasi pemain PSMS: Sisgiardi (penjaga gawang), Supianto, Sumardi, Ramli Lubis, Andreas, Eddy Suryanto/Edwin Daud, Azwardin Lubis, Suharto, Abdul Rahman, Bambang Usmanto, dan Witya Pusen.

Iklan

7 Comments »

  1. 1
    Anonim Says:

    ingat nonton pertandingan ini di TVRI, goal jefridien Anwar eks BPD Jateng

  2. Kenapa di Indonesia karakter dari masyarakat kurang memiliki rasa etika yang estetika,
    karena susah banget mengucapkan terimakasih padahal sudah diberikan informasi secara Cuma-Cuma,
    Seperti pada setiap berita yang diposting di situs ini.

  3. 3
    Rafly Says:

    sangat pingin nonton ulangannya lagi……….dicari2 kok g prnh ada yg upload ya?

  4. 4
    lalolang Says:

    Salah satu hari paling bahagia dalam hidupku adala hari kemenangan PSM UJUNGPANDANG 29 Februari 1992 itu.

  5. 5
    Anonim Says:

    share link tayangan ulanganyya dong min

  6. 6
    Anonim Says:

    tdk enak kalau tdk ada videonya

  7. 7
    Anonim Says:

    Gol persegres melawan persema dicetak oleh zainul arifin kayaknya mas novan


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: