Yayasan Sepak Bola Indonesia

Senin, 9 Desember 2013, malam kemarin, saya menyaksikan acara “Jams Session”-nya MetroTV. Topiknya menarik, yaitu Jaminan Sosial untuk Olahragawan. Intinya untuk kesejahteraan masyarakat (olahragawan). Ada Ellyas Pical, mantan petinju profesional Indonesia, di sana.

Dari situ, saya mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi dengan persepakbolaan Indonesia. Maklumlah, ini kan blog sepak bola Indonesia.

Ya, saat itu, 17 Maret 1990, PSSI pada era kepemimpinan Ketua Umum PSSI Kardono mendirikan Yayasan Sepak bola Indonesia. Pada awalnya, 34 pemain dan/atau mantan pemain yang diberikan santunan.

Untuk pemain yang masih aktif, Robby Darwis (Persib) merupakan salah satu dari 18 pemain aktif yang diberi. Sementara Ade Dana (Persib) merupakan salah satu dari 16 mantan pemain yang diberi.

Sebelumnya, Ade Dana berhasil membawa Persib menjuarai Perserikatan 1989/1990 yang juga diperkuat Robby Darwis. Robby Darwis itu sendiri, sebelumnya sempat bermain untuk Kelantan FA selama tiga bulan (Julis.d. Oktober 1989) meskipun sejatinya hanya sekali bermain dalam partai pembuka yang membawanya dikenai sanksi. Selain itu, Robby Darwis pun kelak berhasil membawa timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games XVI/1991 untuk mengikuti jejak dirinya di SEA Games XIV/1987.

“…Namun, perjalanan Robby Darwis di Kelantan hanya sekali. Dalam pertandingan perdananya di Liga Malaysia yang berlangsung di Singapura (11/07/1989), Robby Darwis dianggap terlibat pemukulan. Jawatan Kuasa Disiplin FAM (Football Association of Malaysia) –semacam Komisi Disiplin PSSI– akhirnya menghukum Robby Darwis tidak boleh bermain di Liga Malaysia selama satu musim. Dalam perkembangannya, kasus tersebut berkepanjangan. Bahkan ada nuansa “politis” agar Robby Darwis tidak dapat memperkuat timnas Indonesia di SEA Games XV/1989 di Kualalumpur, Malaysia. Di tengah ketidakpastian itu, Robby Darwis belum dapat menentukan sikapnya apakah akan tetap di Kelantan atau kembali ke Persib. Akhirnya, karena tidak ada kepastian, Robby Darwis secara resmi keluar dari Kelantan. Robby Darwis pun bergabung kembali ke Persib untuk berlaga di Divisi Utama Perserikatan 1989-1990…”. [Novan Herfiyana, 2009: 5]

Semoga Yayasan Sepak bola Indonesia ini masih langgeng…! Lebih dari itu, Sistem Jaminan Sosial Nasional menjadi sesuatu yang berharga bagi bangsa Indonesia. Jadi, bukan sekadar “Yayasan”. So, pemainnya sehat, penontonnya pun sehat. Begitu, bukan?

 

Iklan

2 Comments »

  1. 1
    himam Says:

    apakah yayasan sepakbola indonesia ini cikal bakal APPI?

    • 2
      novanmediaresearch Says:

      Tidak tahu. Mungkin tidak ada kaitannya. Boleh jadi “APPI” belum terpikirkan pada masa itu. Sepertinya ada jarak (cerita) yang panjang antara YSI dan APPI. YSI kan tahun 1990-an.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: