Kisah “Pemain Asing” di Kejurnas PSSI 1975

[Peringatan! (Serius amat he he he). Karena bingung membuat judul, maka pemain asing di sini dimaksudkan sebagai pemain Indonesia yang bermain di luar negeri.]

Anda ingin mengetahui nama-nama pemain Indonesia yang bertindak sebagai pemain asing di luar negeri pada tahun 1970-an? Silakan simak nama-nama berikut ini: Surya Lesmana, Gunawan, dan Jeffrey, serta Risdianto. Saya kira, anda sudah mengetahuinya selama ini, baik melalui media cetak maupun kesaksian dalam wawancara yang anda lakukan. Terlepas dari itu, saya pun memiliki “catatan”-nya melalui majalah TEMPO edisi 30 November 1974.

Surya Lesmana, Gunawan, dan Jeffrey mulai bergabung dengan Mackinnon Mackenzie (Hongkong) pada Agustus 1974. Sementara Risdianto mengikuti jejak mereka pada bulan berikutnya.

Kehadiran keempat pemain tersebut di Hongkong memang bukan tanpa jaringan. Mereka tentu saja dibawa oleh Kwok Tak Sin, penjaga gawang Tunas Jaya dan Persija era 1960-an. Tak Sin merupakan penghubungnya dengan Franky Chow, manajer tim Mackinnon Mackenzie.

Selain keempat nama pemain tersebut, ada satu pemain lagi, yaitu Iswadi Idris. Nama yang berjuluk Si Boncel itu bermain untuk Western Suburbs Club (Australia).

Namun demikian, dalam kesempatan kali ini, saya sebagai pengelola blog NovanMediaResearch tidak akan membahas cerita permainan mereka di luar negeri. Karenanya, berdasarkan catatan koleksi saya, saya akan membahas cerita beberapa di antara mereka yang sempat “terjegal” dalam Kejurnas PSSI 1975?

Kejurnas PSSI 1975

Babak “18 Besar” Kejurnas PSSI 1975 akan segera dimulai pada 18 Oktober 1975. Sebanyak 18 tim sudah mempersiapkan diri.

Namun, sebelumnya, Ketua Umum PSSI Bardosono telah mengumumkan bahwa Iswadi Idris dan Risdianto (Persija) serta Abdul Kadir dan Hartono (Persebaya) dilarang tampil dalam kompetisi tingkat nasional tersebut. Keempat pemain tersebut merupakan pemain profesional di Australia dan Hongkong.

Apa alasannya? Pasal 11 Peraturan Pertandingan yang dibuat dalam KLB PSSI di Medan menyatakan: “Seorang pemain yang baru menyelesaikan kontraknya dengan klub di luar negeri diizinkan ikut bertanding dalam kejuaraan nasional apabila pemain yang bersangkutan sudah berada di Indonesia minimal 9 bulan ketika kejurnas mulai dilangsungkan”.

Hasilnya, suara ke-18 tim adalah sebagai berikut:

8 tim (Persiraja, PSMS, PSL, PS Bangka, Persib, PPSM, Persema, dan Persipal) Menolak
4 tim (PSB, PSBI, Perseden, dan Persigowa) Menyerahkan kepada PSSI
2 tim (Persija dan Persebaya) Setuju
4 tim (PSM, Gasko, PSBS, dan Persipura) Tak hadir

Akhirnya, Persija dan Persebaya pun menerima keputusan tersebut. [Tentu saja terjadi pro dan kontra.]

Memasuki babak “8 Besar” Kejurnas PSSI 1975, Ketua Umum PSSI Bardosono dengan SK-nya yang dibacakan dalam Sidang Paripurna PSSI, Minggu (26/10/1975) di Sekretariat PSSI memutuskan bahwa Iswadi Idris, Risdianto, Abdul Kadir, dan Hartono sejak 26 Oktober 1975 sudah boleh main.

Suasana Kepengurusan PSSI yang Panas

Dalam perkembangannya, suasana kepengurusan PSSI memanas. Sutjipto Danukusumo (Ketua I PSSI), Kamaruddin Panggabean (Ketua II PSSI), dan Hans Pandelaki (Sekretaris Umum) mengundurkan diri. Mereka pun agak mengelak tentang persoalan itu: “Bukan itu saja”.

Ya, bukan itu saja, memang. Kita pun tahu bahwa sejarah PSSI di era Bardosono memang memanas. Ada alasan-alasan bak bola salju.

Kelak, melalui Rapat Pengurus PSSI yang bersifat terbatas, PSSI mengangkat A.R. Alamsyah (Ketua I PSSI), Muhono, S.H. (Ketua II PSSI), dan Jumarsono (Sekretaris Umum), serta T.D. Pardede (Ketua Badan Tim Nasional).

Itulah kisah singkat “pemain asing” asal Indonesia yang bukan sekadar nama-nama pemain, tetapi juga peristiwa di baliknya.

1 Comment »

  1. 1

    Tulisan yang bagus dan menarik. Awalnya saya mencari nama Hans Pandelaki. Dalam tulisan koran Belanda tahun 1975, Pandelaki dipandang sebagai sosok ‘penghubung’ antara PSSI dengan Wiel Coerver. Menarik pada tulisan di blog ini bahwa dari dulu sampai sekarang kepengurusan PSSI kok rusuh terus ya? Apakah memang demikian?


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: