30 Januari 1950-2014: 64 Tahun Perses Sumedang

Perses (Persatuan Sepak bola Sumedang) merupakan perserikatannya Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Perses Sumedang berdiri pada 30 Januari 1950. Hal itu berarti bahwa tepat hari ini perserikatan yang dibentuk antara lain oleh Djajusman, Sardjinan, dan Nawawi itu sudah 64 tahun atau delapan windu.

Sampai tahun 1960, berdasarkan buku HUT ke-30 PSSI (1930-1960), Perses merupakan salah satu dari 19 perserikatan anggota PSSI di Jawa Barat. Pada masa itu Banten, DKI Jakarta, dan Kalimantan Barat masih berada di dalamnya. Sebutlah ketiga perserikatan dari Banten (Persis Serang, Persita Tangerang, dan Persira Rangkasbitung). Ada pula Persija Jakarta (DKI Jakarta) dan PSP Pontianak (Kalimantan Barat). [Dalam catatan NovanMediaResearch, keberadaan bonden seperti ini bertahan hingga awal 1980-an.]

Jika berbicara tentang kepahlawanan suatu daerah maka kita akan mengedepankan nama-nama pahlawannya. Karenanya, tidak heran kalau kini banyak pihak mengajukan nama-nama pahlawan lokalnya untuk dikukuhkan menjadi pahlawan nasional. Hal itu wajar dan bisa dimaklumi. Dengan mengedepankan nama pahlawannya, generasi penerusnya akan merasa bangga. Dampaknya, generasi penerusnya akan berjuang karena “veteran”-nya sudah ada yang mencontohkan. Itulah potensi suatu daerah.

Begitu pun dalam dunia sepak bola. Karenanya, NMR hendak memberikan “kata kunci” untuk persepakbolaan Kabupaten Sumedang: Wowo, Jaffar Sidik, dan Stadion Ahmad Yani.

Wowo adalah salah seorang punggawa timnas Indonesia di Asian Games III/1958. [Data, paling tidak, sampai terbitnya buku HUT ke-25 Persib (1933-1958)] Pemain yang sempat menggusur nama besar Ramang (PSM Makassar) itu kelak dipanggil untuk Persib Bandung.

Jaffar Sidik? Dia adalah salah seorang generasi emas Persib era 1980-an. Kini ia bertindak sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumedang.

Bagaimana dengan Stadion Ahmad Yani? Saya hanya ingin berbicara tentang stadionnya saja. Kabarnya, Stadion Ahmad Yani Sumedang ini kurang terurus. Wah, gimana dong?!

Sekadar info, pada masa itu (1960) kantor sekretariat Perses Sumedang beralamat di Jalan Gudang Kopi 317 B.

Dalam catatan NMR, prestasi terbaiknya ialah runner-up Divisi II LI 1996 Jawa Barat, juara Divisi II LI 1997 Jawa Barat (dan peringkat “8 Besar” nasional), dan runner-up Piala Komda Jabar 1991 di Bandung ketika di babak final harus mengakui keunggulan PSB Bogor 3-4 melalui adu tendangan penalti. Dari situ, Perses menempati peringkat ketiga dalam turnamen HUT UNI 1991 setelah menumbangkan PSB 3-1. [Sayang, Perses malah mengundurkan diri dari Divisi II LI 1998 Jawa Barat.]

Itulah sekilas Perses Sumedang. Kelak, dalam Kongres PSSI 1961 di Semarang, perserikatan di Jawa Barat bertambah dengan kehadiran Persikasi Bekasi dan Persindra Indramayu.

Iklan

2 Comments »

  1. 1
    Asep Sulaiman Says:

    Kumaha atuhnya Generasi sekarang untuk dunia persepak bolaan malah menurun yang meningkat hanya Tawuran antar pendukung sepak Bola jadi malah tibalik….
    mudah-mudahan kapayuna Dunia persepak bolaan Khususna PERSES Sumedang akan Lahir Lagi generasi yang benar-benar dapat menjujunjung tinggi Harkat derajat urang Sumedang anu Gaduh paribahasa anu matak ngagugahkeun samangat rakyat Sumedang nyaeta ” Sumedang Tandang Nyandang Kahayang ” mugia tiasa terlaksana Amien…. Urang Sumedang Asli Aseptea ti Darmaraja Tatanggi Kang Jaffar Sidik.Wassalam….

  2. 2

    abdi gaduh usul, kumh lamun PERSES SUMEDANG di gentos nami na jadi SUMEDANG LARANG FC, sugan we ath pamor na jadi meningkat


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: