Acara Syukuran Berdirinya Bandung Raya

Pada pertengahan tahun 1987, publik Bandung diramaikan oleh pemberitaan PO (Persatuan Olahraga) UNI —tentu cabang sepak bolanya— yang akan mengikuti Galatama 1987/1988. PS (Persatuan Sepak bola) UNI pun terdaftar sebagai salah satu dari enam klub Galatama baru.

Sebagai klub baru Galatama, keenam klub akan diikutkan dalam pertandingan Pra-Galatama. Tampak, enam klub baru Galatama ditambah tiga klub peringkat terbawah Galatama 1986/1987, dibagi ke dalam tiga grup. UNI dan Lampung Putra sebagai klub baru pun digabungkan dengan Warna Agung yang bertanding pada 11-13 September 1987. Begitupun dengan klub-klub baru Galatama lainnya yang bertanding mulai 9-11 dan 13-15 September 1987.

Pertandingan pemanasan tersebut dianggap sebagai uji coba. Namun demikian, sesuai Rapat Anggota Galatama tertanggal 23 Agustus 1987, jika klub-klub itu tidak berprestasi baik maka klub-klub yang bersangkutan batal untuk mengikuti Galatama 1987/1988.

Dalam perkembangannya, UNI berubah nama menjadi Bandung Raya. Hal itu, menurut Syamsudin Curita agar masyarakat Bandung tidak bingung antara UNI amatir dan UNI profesional. Soal nama ini, sebagian dari kita sudah mengetahui antara Sari Bumi Raya ’79 (Galatama) dan Sari Bumi Raya ’76 (klub intern anggota Persib).

Sebelum berjuang di Galatama 1987/1988, pada 1 Oktober 1987, diselenggarakanlah acara syukuran berdirinya Bandung Raya di Sekretariat Bandung Raya di Jalan Pucung No. 17 Kota Bandung. Dalam acara syukuran pendirian Bandung Raya itu, Pelatih Risnandar menargetkan Bandung Raya berada di papan tengah.

Inilah nama-nama pemain Bandung Raya ketika pertama kali terbentuk:

Armand, Ukut, Tatang (penjaga gawang), Amak, Dedy, Dedi Akhmad, Iknas, Deni Toto, Agus Salam, Ayi Risnawan (Bandung), Abidin, Sanija (Majalengka), Komarudin, Ade Lesmana, Yaya (Kuningan), Endang (Sukabumi), dan M. Heri Setiawan (Cirebon).

Dalam debutnya di Galatama (1987/1988), Bandung Raya sukses mengalahkan Lampung Putra 2-0 melalui gol Abidin (menit 27) dan Toto M. Sobar (menit 66) di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu, 4 Oktober 1987.

Kelak, Bandung Raya “tiarap” pada LI 1997/1998 karena krisis moneter-ekonomi dan muncul kembali di divisi terbawah (divisi III) hingga prestasi terbaiknya di divisi II LPIS. Sejak periode lalu, Bandung Raya sudah mengakuisisi Pelita Jaya sehingga bernama Pelita Bandung Raya (dan kabarnya periode depan akan bernama Bandung Raya), selain Bandung Raya di divisi II yang entah kemana. Mulai musim depan, kabarnya Bandung Raya akan menempati Bandung Sejati Football Centre di kawasan Pasirimpun Bandung.

Selain itu, Pelita Jaya pun tampaknya enggan untuk “mati”. Coba saja perhatikan: saat ini masih ada Pelita, logo klubnya masih bernuansa Pelita Jaya sejak dulu, dan kaos tim (Pelita) Bandung Raya bukan biru belang-belang.

Baca juga:

Bandung Raya

Masih tentang Bandung Raya

Mitra Kukar Menjadi Mitra Bandung Raya

Iklan

1 Comment »

  1. 1
    Edward Says:

    kasusnya mirip Persekaba dan Persikimo…
    tapi kalau nanti benar PBR menjadi Bandung Raya berarti Pelita statusnya sudah ‘defunct’ seperti Wimbledon FC yg menjadi MK Dons atau Persijatim yg menjadi Sriwijaya FC


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: