Bali United Pusam dan Klub-klub Bali dari Masa ke Masa

caprina-facebook

Sumber foto: Facebook Zona Memory Sepakbola Indonesia Klasik

Pada tanggal 17 Desember 2014 lalu, Putra Samarinda (Pusam) secara resmi mengganti namanya menjadi Bali United Pusam. Hal itu disebabkan oleh perpindahan klub tersebut dari Kota Samarinda ke Pulau Bali, lebih tepatnya Kabupaten Gianyar.

Hingga kini, paling tidak sejak diundangkannya UU No. 1 tahun 1992 tentang Pembentukan Kotamadya Denpasar, Provinsi Bali memiliki sembilan kabupaten/kota yang terdiri dari delapan kabupaten dan satu kota. Secara alphabet, nama-nama kabupaten/kota tersebut yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, dan Kota Denpasar.

Oleh karena hampir setiap daerah kabupaten/kota memiliki nama perserikatannya maka nama-nama perserikatan itu terdiri dari Persekaba (Badung), PS Bangli (Bangli), Persibu (Buleleng), Persegi (Gianyar), Persada (Jembrana), Persika (Karangasem), FSK (Klungkung), Perst (Tabanan), dan Perseden (Denpasar). Namun, sebagai catatan, Persekaba sudah merger dengan Yahukimo FC (Kabupaten Yahukimo) sehingga sempat bernama Persekaba Yahukimo FC. Kelak, ada pula Persikimo (Yahukimo) yang berbeda dari Yahukimo FC. Selain itu, sebagai catatan pula, Persegi yang sempat berganti nama menjadi Persegi Bali FC akhirnya “mati” karena disanksi oleh FIFA. Karenanya, dalam perkembangannya, muncul nama PS Badung dan PS Gianyar. Itu merupakan tim-tim Perserikatan di Provinsi Bali.

Bagaimana dengan klub-klub “sepak bola utama”? Setelah Galatama I/1979-1980 muncul klub Jailolo (Ternate). Lalu menjadi Caprina Jailolo (Ternate). Akhirnya jadi Caprina (Denpasar). Caprina itu sendiri merupakan akronim dari Capricorn Herlina. Ya, Herlina Kasim merupakan pemiliknya.

Caprina menjadi salah satu dari sebelas klub yang tidak mendaftar (seleksi) Divisi I Galatama 1980. Dari sepuluh itu, hanya delapan klub yang lolos. Dari delapan itu pun hanya tujuh yang menjadi peserta karena Sekarbumi (Bandung) mengundurkan diri ketika Divisi I Galatama 1980 sudah menetapkan jadwal.

Dalam perkembangannya, Caprina menjadi peserta Divisi I Galatama 1983 dan promosi ke Galatama IV/1983-1984. Setelah itu, Caprina pun dicoret sebelum Galatama V/1984 digelar karena sampai batas waktu yang ditentukan belum menetapkan tempat (homebase)-nya yang baru.

Selain itu, di Bali, muncul klub bernama Bali Yudha FC. Tampaknya kehadiran Bali Yudha FC di Galatama V/1984 itu guna mengisi kekosongan klub dari Bali. Sayang, itu pun menjadi pertama dan terakhir kali bagi Bali Yudha FC.

Setelah lima periode Galatama tanpa kehadiran klub dari Bali, lahirlah Gelora Dewata pada 1989 dan memulai perjuangannya di Divisi I Galatama 1990. Gelora Dewata pun mulai menempati (Divisi Utama) Galatama XI/1990-1992. Di era itu, Gelora Dewata berprestasi baik. Prestasi tertingginya berupa juara Piala Liga VI/1993, juara Piala PHRI I/1994, dan runner-up Galatama XIII/1993-1994. Kelak, setelah melakoni beberapa pertandingan di Denpasar pada 2001, Gelora Dewata pindah ke Kabupaten Sidoarjo untuk menempati Stadion Gelora Delta dan bernama Gelora Putra Delta (GPD). Dalam perkembangannya, GPD pun menjadi Deltras (Delta Putra Sidoarjo).

Lalu, ada pula Persires Bali De Vata. Aslinya, Persires merupakan klub bentukan Persires (Rengat), sebuah tim Perserikatan dari Kabupaten Indragiri Hulu. Persires ini berpindah lagi ke Kabupaten Banjarnegara dan kemudian Kota Cirebon meski menggunakan Stadion Mashud Wisnusaputera yang membawanya menjadi Persires Kuningan.

Selain Pro Kundalini, Bali juga memiliki Undiksha FC yang menjadi juara Divisi III Zone Bali dan nasional pada 2013.

Bali United Pusam

Ada yang merasa bingung: “Bali United ataukah Pusam?” Kalau NMR: “PS ataukah FC?” He he. Namun, lebih dari itu, NMR justru mempertanyakan antara Putra Samarinda dan Persisam Putra.

Sebagaimana diketahui bahwa di era Liga Indonesia, Kota Samarinda memiliki dua klub, yaitu Persisam dan Putra Samarinda (d/h Putra Mahakam). Dalam perkembangannya, Persisam merger dengan Putra Samarinda sehingga bernama Persisam Putra. Namun, pada LSI 2014, Persisam Putra menempatkan nama barunya, yaitu Putra Samarinda.

Pertanyaan lanjutannya, apakah Putra Samarinda (“seharusnya” kan Persisam Putra) yang berpindah ke Bali itu merupakan Putra Samarinda saja ataukah bersama Persisam-nya? Bagaimana nasib Persisam? Apakah Persisam “mati” (karena merupakan bagian dari Persisam Putra/Putra Samarinda) sebagaimana halnya Persijatim di dalam Sriwijaya FC? Jika Persisam sudah dipisahkan lagi dari Persisam Putra (artinya Putra Samarinda berdiri sendiri) maka Persisam “hidup” kembali dan berkesempatan mengikuti Liga Nusantara 2015 Zona Kalimantan Timur.

Soal klub yang mati atau dilupakan atau apa pun namanya memang sudah terjadi di negeri ini. Salah satunya, 007 FC (Bandung) asuhan Pelatih Uut Kuswendi yang merger dengan Madiun Putra FC (Madiun) sehingga bernama 007 Madiun Putra FC (Madiun) yang masih diasuh Uut Kuswendi. Kini, kita tahu bahwa 007-nya “hilang”. Kita tidak tahu apakah sudah pisah (seperti halnya “Sakti” pada PPSM Magelang) atau justru dilupakan? Entahlah….

Oh ya, ada hal menarik lainnya. Mengapa Pusam mesti pindah oleh karena kemunculan Pusamania Borneo FC. Rasa-rasanya aneh kalau Samarinda yang asli justru terusir. Sungguh ironis. [Tulisan ini sekadar gambaran kronologi. Tak lebih dari itu berdasarkan sudut pandang yang lain.]

Baca juga:

“Sedih”-nya Putra Samarinda, “Senang”-nya Petrokimia Putra

Iklan

12 Comments »

  1. 1
    Edward Says:

    antara petrokimia putra, persegres dan gresik united juga nasibnya sama, terkadang media menulis gresik united adalah persegres, itu artinya petrokimia udah bubar tetapi persegres kebmali ada, malahan kini ada persegres putra (bingung)

  2. 2
    fans MPfc Says:

    Kalau begitu apakah madiun putra dan 007 FC sudah pisah/ masih merger.
    Soalnya saya menemukan sesuatu ttg 007 FC http://www.pikiran-rakyat.com/node/289610

    Tolong kalau bisa empunya blog jelaskan karena saya masih bingung dengan pemahaman saya dg klub kesayangan saya madiun putra

    • 3
      NovanMediaResearch Says:

      Saya belum mengetahui kepastiannya. Untuk sementara informasinya seperti ini. 007 FC (Bandung) dilatih oleh Uut Kuswendi. 007 FC ini promosi. Lalu merger dengan Madiun Putra FC (Madiun) yang juga dilatih oleh Uut Kuswendi. Kalau tidak salah, setahun kemudian, nama 007 FC jadi hilang. Begitu.

      Dalam link “Pikiran Rakyat” itu, saya kira 007 FC sebagai klub amatir. Kita memang mesti paham klub amatir dan klub profesional. Anggaplah divisi-divisi di LI itu untuk klub profesional meskipun di divisi III sekalipun. Contoh: Pro Duta (profesional) sudah pindah ke Sumatera Utara (Medan/Deli Serdang), tetapi Pro Duta (amatir) tetap berada di Bandung.

      • 4
        fans MPfc Says:

        Kalau ada kesempatan (mau) tolong bahas juga tentang dualisme klub persija,persija,arema,dll.

        karena saya masih bingung apakah dari pihak” klub tsb mana yang benar/salah, legal/tidak punya ijin, asli/palsu dsb…

        Atas perhatiannya terimakasih…

  3. 5
    Pesut Says:

    Berdasarkan informasi yang saya dapat, ketika pemilik menghibahkan Putra Samarinda kepada pemerintah kota yang kemudian pemerintah kota me-mergernya dengan Persisam, terdapat perjanjian (saya lupa apakah itu hitam di atas putih atau sekedar lisan) yaitu jika pemerintah tidak sanggup lagi untuk mengelola/pemilik ingin memiliki kembali klub tersebut maka pemerintah akan memberikannya kembali kepada si pemilik. Dan itu terjadi pada ISL 2010, secara utuh “Persisam Putra Samarinda” diberikan kepada pemiliki dari “Putra Samarinda”.

    Sempat terjadi “keributan” yaitu “masyarakat” menuntut kepada pemerintah saat itu untuk mempertahankan “Persisam” karena itu milik masyarakat bukan milik pribadi. Namun pemerintah berdalih sudah tidak sanggup membiayai sebuah klub sepak bola, juga ikhlas untuk menghibahkan Persisam kepada pemilik dari Putra Samarinda.

    Kemudian nama Persisam Putra Samarinda dirubah menjadi Putra Samarinda dengan mematikan “Persisam” namun tetap menggunakan lisensi dari Persisam tersebut. Sehingga yang pindah ke Bali tersebut adalah Putra Samarinda yang tanpa menggunakan nama Persisam tetapi membawa lisensi yang dimiliki hasil merger Persisam dengan Putra Samarinda sebelumnya.

    • 6
      NovanMediaResearch Says:

      Terima kasih atas informasinya. Memang, seharusnya ada keterbukaan informasi sehingga masyarakat pencinta sepak bola Indonesia merasa jelas tentang nama-nama klubnya. Kalau tidak, maka akan ada hal-hal yang terkesan aneh 🙂 Misalnya, Pusamania Borneo FC kan berasal dari Perseba (Super) Bangkalan. Lalu Perseba menjadi peserta Liga Nusantara Jawa Timur 2015 ini. Nah apakah Perseba (Super) dan Perseba itu sama atau beda? Di sinilah harus ada kejelasan. [Catatan: Blog NMR sekadar menceritakan kronologi.]

    • 7
      orang bugis Says:

      Jika seperti itu maka persisam yang dibawa ke bali itu adalah persisam hasil merger dengan putra samarinda

  4. 8
    Shiina Mashiro Says:

    bang, perserikatan ‘baru’ macam PS Gianyar ini apakah semacam tim ‘phoenix’ yg menggantikan klub terdahulunya Persegi? atau yang bagaimana?

    • 9
      NovanMediaResearch Says:

      Saya tidak tahu. Bisa, ya. Bisa juga, tidak. Ini soal konsep. Setiap orang punya perspektif sehingga jadilah begini 🙂

    • 10
      Jay Says:

      PS Gianyar itu klub bentukan baru. Kalau Persegi sudah tidak di Gianyar lagi. Persegi sempat menjadi Persegi Bali FC, Persegi Mojokerto Putra, terakhir menjadi Mojokerto Putra FC. #bantujawab

      • 11
        NovanMediaResearch Says:

        Persegi itu mirip Persma. Kalau tidak salah, disanksi FIFA karena tidak membayar atau menyelesaikan kontrak dengan 1-2 pemain (asing)-nya. Dalam perkembangannya, muncullah PS Gianyar dan PS Manado. [Namun, kemudian, dimunculkan lagi Persma 1960. Saya belum mengkajinya 🙂 Silakan Googling saja untuk mengetahui perkembangan beritanya.] Kalau PS Badung, saya kira karena lisensi Persekaba sudah dialihkan ke Kabupaten Yahukimo.

  5. bingung lah sama indonesia.. pusing ngebahasnya juga.. bisa ganti daaaaaaaerah gitu..


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: