Sejarah PSSI Garuda (6): Invitasi Internasional Remaja 1983

Dalam rangka Invitasi Internasional Remaja U-19 tahun 1983 memperebutkan Piala Perdana Menteri Thailand Prem Tinsulanonda di Bangkok, Thailand, rombongan PSSI Junior berangkat meninggalkan Jakarta, Rabu, 26 Januari 1983. Dalam perjalanannya, rombongan singgah semalam di Kuala Lumpur, Malaysia, karena mengikuti penerbangan Malaysian Air System yang disediakan pihak penyelenggara.

Ada 18 pemain yang diberangkatkan. Mereka adalah Agus Waluyo, Hermansyah (penjaga gawang), Satya Permana, Patar Tambunan, Irian Ruswandi, Abdul Khamid, Marzuki (belakang), Tan Sui Tjong, Junaidi, Aji Ridwan Mas, Kamaludin Samsu, Eduard Tjong (tengah), Anjar Rahmulyono, Danny Bolung, Sain Irmis, Azhary Rangkuti, Budiawan Hendratmo, dan Mohamad Sofie (depan). Tampak dua pemain Galatama yaitu Eduard Tjong (Arseto) dan Agus Waluyo yang sudah terdaftar resmi sebagai penjaga gawang Indonesia Muda. Mereka diasuh oleh Sigit Harjojudanto (chief de mission), Ismet Tahir (wakil), Sumarmak (manajer), dan Eddy Sofyan (pelatih). Sudarsono, wasit asal Indonesia, juga ikut serta.

Dalam Invitasi Internasional Remaja yang diselenggarakan Thailand untuk pertama kalinya ini, PSSI Junior tidak diberikan target apa-apa mengingat lawan-lawannya cukup berat seperti Uni Soviet dan China. Pada masa ini, dikabarkan, Korea Selatan (Grup B) dan China (Grup A) menjadi wakil Asia untuk Piala Dunia Junior 1983 di Meksiko. Namun demikian, Indonesia diharapkan tidak kalah dari dua tim Asia Tenggara yaitu Malaysia dan tuan rumah Thailand A. Apalagi dalam Piala Asia Junior 1982, Indonesia pernah kalah telak 0-7 dari Thailand.

Meski kalah 1-3 dari Uni Soviet (Sabtu, 29 Januari 1983) dan 1-2 dari China (Senin, 31 Januari 1983), tekad Indonesia bisa dinyatakan berhasil ketika menang 3-0 atas Malaysia (Rabu, 2 Februari 1983) dan 2-1 atas Thailand A (Jumat, 4 Februari 1983). Bahkan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Thailand A bisa dikatakan mengejutkan.

Dalam Invitasi Internasional Remaja yang berlangsung 28 Januari s.d. 13 Februari 1983 itu, Korea Selatan berhasil menjadi juara setelah dalam babak final mengalahkan Thailand A 1-0 melalui Lee Kee Keun pada menit ke-85 (Minggu, 13 Februari 1983). Ini merupakan pertandingan final ulangan karena pada Sabtu, 12 Februari 1983, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu dalam pertandingan yang dipimpin wasit asal Indonesia, Sudarsono. Sementara Polandia meraih peringkat ke-3 setelah mengalahkan Uni Soviet 5-4 melalui tiga kali tendangan penalti. Sebelumnya, dalam 90 menit, kedua tim bermain imbang 2-2.

Invitasi Internasional Remaja U-19 tahun 1983 diikuti 11 tim dari 10 negara. Tuan rumah Thailand mengikutsertakan dua timnya: Thailand A dan Thailand B. Sementara 9 negara lainnya yaitu Indonesia, Uni Soviet, China, Malaysia (Grup A), Polandia, Hungaria, Oman, Singapura, dan Korea Selatan.

[Catatan: Korea Selatan, China (Asia), Uni Soviet, Polandia (Eropa) merupakan peserta Piala Dunia Junior 1983 di Meksiko. Namun, nama-nama pemain dalam Invitasi Internasional Remaja U-19 tahun 1983 di Bangkok, Thailand, ini saya tidak memeriksa (check and recheck.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: