Sejarah PSSI Garuda (7): Piala Marah Halim 1983

PSSI Junior sudah menjelang dewasa. Karenanya, PSSI Junior diharapkan menjadi PSSI Senior pada 1-2 tahun mendatang.

Masa pelatnas PSSI Junior itu sendiri berlangsung hingga akhir tahun (baca: Desember) 1983. Target prestasi pun harus segera dicanangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan teknis, PSSI mulai mencari pelatih asing. Josef Venglos gagal diperoleh karena kendala. Begitu pun John Adshead, manager-coach yang mengantarkan Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 1982, yang dikabarkan mengundurkan diri, tidak ada kabar kelanjutannya. Akhirnya, Eddy Sofyan tetap menangani PSSI Junior.

Setelah mengikuti Invitasi Internasional Remaja U-19 tahun 1983 di Bangkok, Thailand, PSSI mulai merencanakan untuk memasukkan PSSI Junior ke beberapa turnamen internasional. Ada empat turnamen internasional (1983) yang direncanakan yaitu Piala Marah Halim (Marah Halim Cup) di Medan (Indonesia), Piala Presiden (President’s Cup) di Korea Selatan, Piala Merlion (Merlion Cup) di Singapura, dan Piala Ratu (Queen’s Cup) di Thailand. [Catatan: Kelak, “Piala Ratu” yang dimaksud ialah “Piala Raja” (King’s Cup) karena ada kata-kata “Desember”. Piala Raja itu sendiri berperiode 1983/1984 karena berlangsung pada Desember 1983 s.d. Januari 1984.]

Pada 1-8 April 1983, PSSI Junior diikutsertakan dalam Piala Marah Halim XII/1983. Masuknya PSSI Junior ke Piala Marah Halim 1983 pun terkesan mendadak. Bersyukur, panitia penyelenggara menerimanya ketika pendaftaran peserta Piala Marah Halim 1983 sebetulnya sudah ditutup.

Menjelang Piala Marah Halim 1983, PSSI Junior yang diarsiteki Eddy Sofyan memiliki 18 pemain meskipun hanya 17 pemain yang bisa ditampilkan. Namun demikian, seorang pemain lagi tetap diberangkatkan untuk menjaga kekompakan tim. Ke-17 pemain PSSI Junior itu ialah Agus Waluyo, Hermansyah (penjaga gawang), Satya Permana, Patar Tambunan, Iryan Ruswandi, Marzuki, Abdul Khamid, Tan Swi Tjong (belakang), Aji Ridwan Mas, Kamaluddin, Azhary Rangkuti, Doddy (tengah), Mohamad sofie, Sain Irmis, Budiawan, Danny Bolung, dan Anjar Rahmulyono. Seorang pemain lagi, Erick Delmar, tetap dimasukkan daftar.

Piala Marah Halim 1983 diikuti tujuh tim yang terdiri dari empat tim luar negeri (Irak, Jepang, Korea Selatan dan juara bertahan Jerman Barat) serta tiga tim dalam negeri (PSSI Junior, Pardedetex, dan tuan rumah PSMS). Namun, sayang, PSSI Junior tertahan di babak penyisihan Piala Marah Halim 1983 dengan hasil sekali seri dan dua kali kalah.

Sebelumnya, menjelang Piala Marah Halim 1983, PSSI Junior menjalani beberapa pertandingan uji coba di Bandung dan Cirebon. Terakhir, menjelang Piala Marah Halim 1983, PSSI Junior akan berhadapan dengan Mercu Buana (Medan), tetapi batal. Mercu Buana itu sendiri tidak diikutsertakan dalam Piala Marah Halim 1983 karena panitia penyelenggara sedang mengetatkan anggaran.

Hasil pertandingan uji coba di Bandung dan di Cirebon:

Di Bandung:

Sabtu, 19 Maret 1983: PSSI Junior vs PSAD (klub intern anggota Persib) 2-1.

Minggu, 20 Maret 1983: PSSI Junior vs Persib 0-2 (Adjat Sudradjat, Wawan Karnawan).

Di Cirebon:

Jumat, 25 Maret 1983: PSSI Junior vs PSIT ?-? (?)

Sabtu, 26 Maret 1983: PSSI Junior vs Indonesia Muda 0-1 (Johanes Auri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: