Sejarah PSSI Garuda (13): Aneka Ragam Berita PSSI Garuda

Dalam tulisan terdahulu diceritakan bahwa PSSI Junior yang kemudian dinamakan PSSI Garuda akan diikutsertakan dalam empat turnamen internasional. Keempat turnamen internasional tersebut yaitu Piala Marah Halim 1983, Piala Presiden 1983, Piala Merlion 1983, dan Piala Ratu 1983. Hal itu dilakukan karena masa pelatnas PSSI Junior dari hasil Invitasi Nasional Remaja/Junior I/1981 akan berjalan hingga akhir tahun (baca: Desember) 1983.

Piala Marah Halim (Marah Halim Cup) 1983 di Medan, Indonesia, sudah diikuti PSSI Junior. Ya, namanya masih PSSI Junior. Piala Presiden (President’s Cup) 1983 di Seoul, Korea Selatan, pun sudah diikuti. Kali ini, namanya sudah PSSI Garuda.

Bagaimana dengan Piala Merlion (Merlion Cup) 1983 di Singapura? Batal. Pada awalnya, PSSI sudah merencanakannya pada PSSI Junior/PSSI Garuda. Dalam perkembangannya, PSSI Selection yang berkekuatan para pemain Galatama (UMS 80, Tunas Inti, dan kemudian Indonesia Muda). Namun, PSSI pun menunjuk juara Kompetisi Perserikatan 1983 yang (kelak) dijuarai PSMS.

Dalam perkembangannya pula, menyadari lawannya di Piala Merlion 1983 cukup berat, Ketua Umum PSMS Haji Syarief Siregar, S.H., mengundang empat pemain Persib (Adjat Sudradjat, Dede Iskandar, Robby Darwis, dan Wawan Karnawan) serta seorang pemain Persija (Budi Tanoto) sehingga bernama PSMS Plus. Kelak, Sobur, penjaga gawang Persib, dan Noach Meriem, pun diikutsertakan oleh trio pelatih PSMS Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu, dan Parlin Siagian.

Bagaimana dengan Piala Ratu (Queen’s Cup) 1983 di Bangkok, Thailand? Meskipun Piala Ratu 1983 tetap berlangsung, ternyata turnamen internasional di Bangkok yang dimaksud yaitu Piala Raja (King’s Cup) 1983 (faktanya 1983/1984) karena ada kata-kata “Desember”. Piala Ratu 1983 itu sendiri berlangsung pada Oktober 1983, sedangkan Piala Raja 1983/1984 berlangsung pada Desember 1983 hingga Januari 1984.

Nah, karena sekarang giliran Piala Merlion 1983, tetapi batal sehingga tidak dibahas lebih lanjut, karenanya tulisan “Sejarah PSSI Garuda” kali ini akan membahas aneka ragam berita yang berkaitan dengan PSSI Garuda menjelang Piala Raja 1983/1984.

Asian Games 1986

Tim yang disiapkan ke Asian Games X/1986 adalah PSSI Garuda. PSSI Garuda itu sendiri merupakan bekas PSSI Junior yang selama dua tahun ini ditangani Pelatih Eddy Sofyan. Hal itu disampaikan sekretaris pelaksana proyek PSSI Garuda, Sumarmak, di Jakarta, Rabu, 19 Oktober 1983.

Ada 18 pemain yang disiapkan yaitu Agus Waluyo, Hermansyah, Benyamin VB (penjaga gawang), Marzuki, Abdul Khamid, Irian Ruswandi, Satya Permana, Patar Tambunan, Tan Sui Tjong, Azhary Rangkuti, Kamaluddin, Sain Irmis, Mohamad Sofie, Anjar Rahmulyono, Danny Bolung, Budiawan, Warta Kusuma, dan Aji Ridwan Mas. [Catatan: Kelak, nama-nama itu tentu berubah (baca: keluar-masuk) sesuai dengan perkembangan zaman. Bahkan nama “PSSI”-nya pun berubah. Sebutlah menjadi timnas PSSI A atau Indonesia A.]

Sigit Soeharto Mundur dari Proyek PSSI Garuda/PSSI Junior

Sigit Harjojudanto (baca juga: Sigit Soeharto), Selasa, 8 November 1983, mengajukan pengunduran diri dari proyek PSSI Garuda/PSSI Junior. Hal itu disampaikan kepada Ketua Umum PSSI nonaktif Syarnoebi Said. [Kelak, dalam Kongres PSSI 1983 pada 11 November 1983, Kardono terpilih sebagai Ketua Umum PSSI 1983-1987.] Pengunduran diri itu, kabarnya berkaitan dengan bergabungnya Marzuki dan Azhary Rangkuti ke PSMS dalam Kompetisi Perserikatan 1983 tanpa izin. Kelak, sepekan kemudian, para pemain dan pelatih mengimbau agar Sigit kembali karena merasa sudah ada kedekatan selama menangani dua tahun.

PSSI Garuda Incar Enam Pemain Persib

Joao Barbatana, pelatih asal Brasil yang menangani PSSI Garuda, mengincar enam pemain Persib. Keenam pemain Persib tersebut yaitu Adjat Sudradjat (21 tahun), Wawan Karnawan (21), Jafar Sidik (22), Iwan Sunarya (22), Dede Iskandar (21), dan Robby Darwis (19). Selain itu, ada juga Musimin (PSMS) yang berusia 21 tahun serta dua pemain PSM yaitu Ruslan (21) dan Surul (23). Mereka adalah peserta Kompetisi Perserikatan 1983 yang berakhir tanggal 10 Noveember 1983.

“Sebenarnya saya terkesan sekali dengan permainan Sunardi B dari PSMS. Dia betul-betul pemain bagus. Sayang sekali tidak bisa untuk Garuda karena usianya sudah 32 tahun,” ujar Barbatana sebagaimana dikutip dari Kompas edisi Sabtu, 12 November 1983. Ia tertarik pula dengan permainan Sukowiyono dan Kosasih dari Persib, tetapi masing-masing sudah berusia 25 dan 26 tahun. PSSI hanya menampung pemain 23 tahun ke bawah. Dengan tambahan sembilan pemain baru, PSSI Garuda direncanakan membuat Garuda A dan Garuda B.

Arseto Juara, PSSI Garuda Runner-up

Meski sempat menekan Arseto, PSSI Garuda harus puas menjadi runner-up pertandingan segitiga di Stadion Sriwedari, Solo. PSSI Garuda kalah 0-2 dari Arseto (Minggu, 20 November 1983).

Pertandingan segitiga ini diikuti PSSI Garuda (tim yang disiapkan untuk SEA Games 1985 dan Asian Games 1986), Arseto (klub Galatama yang sudah pindah ke Solo), dan Persis Solo.

Sari Bumi Raya Imbangi PSSI Garuda 1-1

Sari Bumi Raya (Yogyakarta) bermain imbang 1-1 melawan PSSI Garuda asuhan Joao Barbatana dalam pertandingan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, 22 November 1983. Pada masa ini, Sari Bumi Raya sedang mempersiapkan diri mengikuti Kompetisi Galatama 1983/1984 yang dimulai tanggal 30 November 1983.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: