Sejarah PSSI Garuda (14): Piala Raja 1983/1984

Piala Raja (King’s Cup) 1983/1984 di Bangkok, Thailand, merupakan turnamen internasional yang mengesankan PSSI Garuda. Tim asuhan Joao Barbatana, pelatih asal Brasil, itu mampu berprestasi baik meskipun harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan tuan rumah Thailand A 0-3 (5 Januari 1984).

“Sangat mengejutkan. Koran-koran Muangthai memberi komentar bahwa Kesebelasan Garuda bisa berbahaya pada tahun-tahun mendatang karena para pemainnya masih muda,” kata Pravech Rattanapian, sekretaris Piala Raja (TEMPO edisi 14 Januari 1984). Menurut koran Bangkok Post, Garuda yang muda ini telah menunjukkan kemampuannya “untuk membawa sinar kembali” kepada kejayaan Asia yang pernah dicapai Indonesia. Demikian TEMPO edisi yang sama melaporkan.

Pada masanya, prestasi itu tentu saja mengundang harapan dari keperihatinan sepak bola nasional. Maklum, terakhir, timnas Indonesia sudah gagal dalam babak kualifikasi Olimpiade 1984 itu. “Kesuksesan” menahan tim tangguh Arab Saudi 1-1 seolah hampa ketika Malaysia justru bisa mengalahkan tim dari Timur Tengah itu.

Sebetulnya, dalam Piala Raja 1983/1984, PSSI Garuda hanya mencari pengalaman. Apalagi PSSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Kardono tidak memberikan target apa-apa untuk PSSI Garuda.

Tanpa mengecilkan perjuangan pemain lain, Hermansyah bermain cemerlang dalam pertandingan final. Sayang, Sain Irmis dan Mohamad Sofie tidak bermain di pertandingan pamungkas itu. Sain Irmis terkena akumulasi dua kartu kuning, sedangkan Mohamad Sofie mengalami cedera. Di tengah permainan cemerlang para pemain Indonesia, Thailand “hanya” mencetak gol pada menit ke-25. Dua gol lain terjadi pada menit 84 dan 85. Itulah hasil akhirnya: 3-0.

Dalam Piala Raja kali ini, PSSI Garuda memang bermain gemilang. Korea Selatan, meski disebut-sebut menurunkan juara amatir, dikalahkanya 2-1. Begitu pun Australia, di semifinal, 2-1. Secara keseluruhan, selama 1982-1983, Piyapong Pue-on yang sempat akan dipinang Jaka Utama (Bogor) itu selalu mendominasi PSSI Garuda seolah-olah selalu bermain bersama sejak junior.

Jauh, sebelum Piala Raja 1983/1984 dimulai, setelah melakukan pertandingan uji coba melawan Indonesia Muda dan UMS 80, PSSI mengumumkan 18 pemainnya yaitu Hermansyah, Agus Waluyo (penjaga gawang), Patar Tambunan, Warta Kusuma, Azhary Rangkuti, Budiawan, Marzuki, Kamaludin, Abdul Khamid, Sain Irmis, Danny Bolung, Anjar Rahmulyono, Mohamad Sofie, Aji Ridwan Mas, Satya Permana, Tan Sui Tjong, Sugianto, dan Khairil Anwar Sany. Mereka diasuh oleh E.E. Mangindaan (manajer), Jo Rumeser (wakil manajer), Joao Barbatana (pelatih), dan Eddy Sofyan (asisten pelatih). Ada juga Drs. Endang Irawan dan dr. Haryo Tilarso.

[Catatan: Saya biasa menulis Piala Raja 1983/1984 untuk 1983 sebagaimana Piala Raja 1975/1976 untuk 1975. Bedakan pula Piala Raja 1975/1976 dan Piala Raja 1976. Alasannya, saya biasa menulis waktu awal dan akhir kejuaaraan.]

Hasil Pertandingan Indonesia (PSSI Garuda) di Piala Raja (King’s Cup) 1983/1984:

Babak Penyisihan (Grup A)

Kamis, 22 Desember 1983:

PSSI Garuda vs Filipina 7-0 (?)

Sabtu, 24 Desember 1983:

PSSI Garuda vs Korea Selatan 2-1 (?)

Selasa, 27 Desember 1983:

PSSI Garuda vs Thailand A 0-2 (?)

Kamis, 29 Desember 1983:

PSSI Garuda vs Singapura 5-0 (?)

Babak Semifinal

Selasa, 3 Januari 1984:

PSSI Garuda vs Australia 2-1 (perpanjangan waktu) (1-1)

Babak Final

Kamis, 5 Januari 1984:

PSSI Garuda vs Thailand A 0-3 (?)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: