Dari Anniversary Cup ke Piala Kemerdekaan

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 PSSI (19 April 1930-2018), organisasi sepak bola Indonesia itu berencana menyelenggarakan Anniversary Cup 2018. Anniversary Cup di sini tampaknya tidak ada kaitannya dengan Anniversary Cup-nya HUT Kota Jakarta yang diperingati setiap bulan Juni (22 Juni 1527) –hanya kebetulan namanya sama. Terlepas dari itu, dalam kesempatan kali ini, tidak ada salahnya kalau kita menyimak sejarah Anniversary Cup.

Anniversary Cup-nya HUT Jakarta yang awalnya bernama Djakarta Anniversary Football Tournament (DAFT) diselenggarakan sejak 1970. Anniversary Cup tersebut diselenggarakan secara “berturut-turut” setiap tahun hingga 1981, kecuali 1977. Karena untuk memperingati HUT Kota Jakarta, Anniversary Cup diadakan setiap bulan Juni, kecuali Anniversary Cup terakhir kali (1981) yang diadakan Agustus sebagai bulan diperingatinya HUT Republik Indonesia.

Pada 1979, Anniversary Cup tidak diselenggarakan karena Indonesia sibuk dengan agenda SEA Games 1979 di Jakarta, Indonesia. Lalu, pada 1980, Indonesia tidak menyelenggarakan Anniversary Cup karena PSSI menyatakan tidak memiliki timnas yang kuat.

Anniversary Cup 1981 tercatat sebagai Anniversary Cup terakhir karena PSSI memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Piala Kemerdekaan. Menurut rencana, Piala Kemerdekaan edisi perdana itu akan diselenggarakan pada 1983. Namun, Piala Kemerdekaan baru terlaksana pada 1985.

Piala Kemerdekaan itu sendiri terakhir diselenggarakan pada 2008 untuk kemudian PSSI menyelenggarakan Anniversary Cup 2018 sebagai turnamen HUT PSSI –juga berkaitan dengan test event mandiri Asian Games 2018. (Catatan: Test event mandiri ini mirip General Rehearsal Asian Games IV/1962 yang melibatkan beberapa cabang olahraga menjelang Asian Games IV/1962).

Anniversary Cup 1977

PSSI sebetulnya tetap akan menyelenggarakan Anniversary Cup pada 1977. Pada masa itu, PSSI membentuk timnas Indonesia A dan timnas Indonesia B. Timnas Indonesia B –yang kemudian dikenal sebagai timnas “PSSI Muda” asuhan Pelatih Chaeruddin Siregar untuk melawan Italia U-21– sudah dipersiapkan untuk mengikuti Anniversary Cup. Namun, Anniversary Cup batal digelar. (Catatan: Persib vs Italia U-21 3-1, PSSI Muda vs Italia U-21 0-0, Persebaya vs Italia U-21 0-1, dan Persija Elang (juga diperkuat Persija Rajawali) vs Italia U-21 1-0).

Masih pada 1977 itu, PSSI menyelenggarakan turnamen segitiga HUT ke-47 PSSI. Namun, setelah tarik-menarik, ada beberapa peserta batal ikut serta yang mengakibatkan turnamen itu pun batal. Saat itu, Jayakarta menarik diri karena sebagian pemain utamanya sejak tahun lalu tidak pernah berkumpul dan bermain bersama lagi (baca: mereka berlatih TC [training centre] timnas). Lalu, Warna Agung digantikan Bangka Putra karena Warna Agung sedang menyelesaikan kompetisi Persapja (Persatuan Sepak bola Antarperusahaan Jakarta). Pertandingan pembukaan Bangka Putra melawan Pardedetex (20 April 1977) pun batal karena dilarang oleh pihak yang berwajib. Alasannya, saat itu sebagai minggu tenang untuk pemilu (pemilihan umum) 1977. (Catatan: Klub-klub yang disebutkan merupakan bagian dari delapan klub yang telah disahkan PSSI [era Ketua Umum Bardosono) sebagai delapan klub profesional pertama di Indonesia pada 15 Agustus 1976).

Dalam perkembangannya, Piala Bang Ali 1977 digelar. Ali Sadikin ialah Gubernur DKI Jaya (1966-1976). Kelak, pada 1977 itu pula Ali Sadikin dipilih sebagai Ketua Umum PSSI 1977-1981.

Sumber: Koran Kompas, koran Pikiran Rakyat, dan majalah TEMPO.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: