Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Timnas Indonesia dan Espanyol (1979)

23 Juni 2017

Jakarta, Jumat, 15 Juni 1979. Sore itu, rombongan Espanyol, klub Divisi I Spanyol (kini La Liga), baru tiba di Jakarta. Dalam waktu yang sama, Wiel Coerver, pelatih yang pernah menangani timnas Indonesia di Pra Olimpiade 1976, juga baru tiba di tempat yang sama meskipun tidak diketahui apakah kedua peristiwa itu saling “tatap muka” atau tidak. Ia memang didatangkan lagi ke Indonesia. Meski sudah santer diberitakan sebulan sebelumnya, kedatangan Wiel Coerver kali ini tampak dirahasiakan.

“Ini foto untuk apa? Jangan,” ujar Wiel Coerver sambil merentangkan kedua tangannya, lalu membalikkan badan sebagaimana dilaporkan Kompas edisi Sabtu, 16 Juni 1979. Ia pun mendekati Hans Pandelaki dan berkata: “Tolong, jelaskan, saya datang ke sini hanya untuk berlibur.” Hans Pandelaki (Sekjen PSSI) dan F.H. Hutasoit (Ketua Bidang Pembinaan PSSI) merupakan dua pengurus PSSI yang menjemputnya.

Klub Espanyol tiba di Jakarta setelah melakukan serangkaian pertandingan di Kanton, Manila, dan Hong Kong. Dalam perlawatannya ke Indonesia, Espanyol lebih banyak membawa pemain muda. Walaupun demikian, ada pula sembilan pemain senior, termasuk Fransisco Urruticoechea, penjaga gawang timnas Spanyol di Piala Dunia 1978.

Selama di Indonesia, Espanyol akan dihadapkan dengan dua kesebelasan nasional yaitu PSSI Utama dan PSSI Pratama. Pada masa ini, kedua timnas Indonesia itu sempat terpuruk: PSSI Utama di Piala Jepang-Kirin 1979 di Jepang (27 Mei sampai dengan 4 Juni 1979) dan PSSI Pratama di Grup III Pra Piala Asia 1980 di Thailand yang bermain pada 5-14 Mei 1979. Sebelumnya (1976), timnas Indonesia yang bernama PSSI Harimau sempat dikalahkan Espanyol 0-3 dalam “Tour PSSI ke Eropa”.

PSSI Utama

PSSI Utama asuhan Pelatih Marek Janota memang hancur lebur di Japan Cup 1979. Namun, PSSI Utama yang akan berhadapan dengan Espanyol merupakan PSSI Utama “era baru”, dalam hal ini gabungan PSSI Utama dan PSSI Pratama. Sebutlah Iswadi Idris dari PSSI Pratama ke PSSI Utama. Timnas yang dibentuk pada 7 Juni 1979 di Cimahi (dan uji coba di Bandung melawan Persib) itu diasuh oleh Ipong Silalahi, asisten pelatih Marek Janota di Japan Cup 1979. Dalam pertandingannya melawan Espanyol, PSSI Utama berusaha memperbaiki citranya.

Sementara itu, Sabtu, 16 Juni 1979, pagi, para pemain Espanyol hanya melakukan latihan ringan di hotelnya. Sore harinya, mereka menghabiskan waktu dengan bertamasya melihat-lihat Jakarta karena kawasan Stadion Utama, Senayan, masih dipergunakan untuk Kejurnas Atletik yang berlangsung hingga 16 Juni 1979.

Pertandingan PSSI Utama melawan Espanyol pun terjadi. Sebanyak 15 ribu penonton turut menjadi saksi di Stadion Utama, Senayan, Jakarta, Minggu, 17 Juni 1979. PSSI Utama pun menang 1-0 atas Espanyol melalui tendangan bebas Hadi Ismanto pada menit ke-62 dari jarak 25 meter. Sayang, pertandingan tersebut berlangsung brutal dan mengecewakan penonton.

Pertandingan kedua kesebelasan itu sendiri tampak belum memuaskan penonton. Penonton makin dibuat marah ketika seusai wasit Suharso Syahban meniup peluit panjang sejumlah pemain Espanyol menyerbu tempat pemain PSSI di pinggir lapangan.

Sebagaimana dilaporkan Kompas edisi Senin, 18 Juni 1979, mereka tampak seperti memprotes kejadian-kejadian dalam pertandingan dengan gaya mengancam sehingga memancing kemarahan para pemain maupun ofisial PSSI dan baku hantam secara serabutan pun segera terbuka. Hal itu diikuti pula oleh para pemain Espanyol lainnya.

Kejadian memalukan itu berlangsung selama kira-kira sepuluh menit sebelum petugas keamanan menghentikannya. Manajer Tim PSSI Utama E.A. Mangindaan menderita cedera paling parah. Kacamatanya copot dan mata kirinya luka sehingga harus segera dibalut untuk menahan cucuran darahnya. Denyut nadinya pun langsung diperiksa oleh dr Suhantoro dan dr Syakur Gani sementara Mangindaan masih duduk dalam keadaan setengah sadar.

Korban lainnya yang cukup berat diderita oleh Pelatih Ipong Silalahi dan penjaga gawang cadangan Sudarno yang sama-sama terkena tendangan di bagian kepalanya, sedangkan pemain cadangan lainnya, Jafet Sibi, tersungkur dengan kesakitan. Bukan itu saja, karena kecewa, penonton pun ikut “menyambutnya”.

Sementara itu, Majalah TEMPO edisi 23 Juni 1979 melaporkan: “…Para pemain terlibat dalam adu jotos massal setelah peluit panjang dibunyikan. Mangindaan dan asisten pelatih Ipong Silalahi sempat kebagian bogem mentah dari pemain Espanyol. Parah juga. Adu jotos itu sesungguhnya yang lebih hebat dari kesebelasan tamu…”.

Meskipun permainan PSSI Utama yang dipersiapkan untuk SEA Games X/1979 itu belum memberikan pengharapan kepada penonton, sikap mengendalikan emosinya patut diapresiasi dalam menghadapi permainan lawan yang terlalu reaktif dan brutal. Sebaliknya, permainan brutal yang ditampilkan Espanyol justru karena selalu kandas di tengah jalan.

PSSI Utama: Endang Tirtana (penjaga gawang), Ishak Liza, Encas Tonip, Simson Rumahpasal, Berty Tutuarima/Harry Muryanto, Sofyan Hadi/Zulham Effendi, Iswadi Idris/Rae Bawa, Yusuf Male, Hadi Ismanto, Taufik Saleh/Robby Binur, dan Dede Sulaeman.

Espanyol: Urruticoechea (penjaga gawang), Padilla, Amando/Longui, Molinos/Azpilicueta, Verdugo/Arabi, Amarillo, Huertas/Cuesta, Ayfuch, Fortes, Flores, dan Maranon/Diez.

PSSI Pratama

Setelah menghadapi PSSI Utama, Espanyol akan berhadapan dengan PSSI Pratama. Namun, sebelumnya, Kompas edisi Senin, 18 Juni 1979, menulis: “…Tapi mengingat segi keamanan nampaknya akan lebih baik PSSI membatalkan pertandingan itu dan menyuruh mereka pulang. Sebab selain tidak simpatik dari mereka juga tidak bisa menarik pelajaran apa pun kecuali kepintarannya berkelahi…”. [Dalam pertandingannya di Indonesia, permainan Espanyol sebagai klub profesional Spanyol tampaknya tidak lebih baik dari kedua timnas Indonesia. Apalagi ketika melawan PSSI Utama, permainan Espanyol tampak brutal.]

Faktanya, pertandingan PSSI Pratama melawan Espanyol pun tetap berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Juni 1979. Hasilnya, dalam pertandingan yang dipimpin wasit Hamlet dan disaksikan 10 ribu penonton itu, kedua kesebelasan bermain imbang 0-0. PSSI Pratama yang diasuh Pelatih M. Basri adalah cadangan timnas PSSI Utama (baca: PSSI kelas 1) yang dipersiapkan untuk Piala Presiden (President’s Cup) 1979 di Korea Selatan.

Sebagaimana dilaporkan Kompas edisi Rabu, 20 Juni 1979, Espanyol tidak lagi amat reaktif terhadap setiap adu badan. Bahkan nampak begitu “sopan” dengan mengajak bersalaman setiap kali sehabis menjatuhkan atau dijatuhkan lawan dalam pergumulan memperebutkan bola.

Seusai pertandingan mereka berkumpul sejenak di tengah lapangan untuk bersama-sama memberikan salam kepada penonton dan publik Senayan yang dikenal sportif menyambutnya pula dengan hangat.

PSSI Pratama: Taufik Lubis (penjaga gawang), Abdul Malik, Riono Asnan, Marsely Tambayong/Andi Lala, Johanes Auri/Suparjo, Sunardi/Chaerul Chan, Junaidi Abdilah, Suaeb Rizal, Effendi Marico, Joko Malis, dan Rudy Kelces.

Espanyol: Urruticoechea (penjaga gawang), Molinos, Huertas, Padilla/Azpilicueta, Arabi/Longui, Amarillo, Cuesta, Mas, Fortes/Flores, Muruzabal, dan Diez.