NovanMediaResearch
Maaf, "Kami" Berani Beda karena Data "Kami" memang Beda…!

Mar
20

jember-united-liputan6Sejatinya, info ini merupakan kabar pada Rabu, 13 Maret 2013 silam. Ya, sepekan yang lalu, dalam rangkaian kompetisi sepak bola Indonesia, Jember United (Jember) berhasil menjuarai Divisi III Liga Indonesia 2012/2013 setelah dalam babak final mengalahkan PS Gianyar (Gianyar) 2-0 di Stadion Lebakbulus, Jakarta Selatan (Rabu, 13 Maret 2013).

Berbicara tentang PS Gianyar, kita tentu mengingat klub-klub lainnya di Indonesia. Dulu kita mengenal Persegi (Gianyar). Dalam hal yang sama, PS Badung pun demikian. Dulu kita mengenal Persekaba (Badung). Namun, setelah Persekaba pindah homebase ke Kabupaten Yahukimo dan menjadi Persekaba Yahukimo FC [kini, Yahukimo FC dan berlaga di Divisi Utama LI (2012)-2013)], klub-klub di Indonesia pun “berganti” nama. Jadilah klub-klub tersebut bernama PS Gianyar dan PS Badung.

Ada juga, Persma (Manado) yang menjadi PS Manado. Ya, inilah “pekerjaan rumah” PSSI untuk membenahi klub-klubnya. Bukan apa-apa, klub-klub tersebut ternyata klub-klub dari Perserikatan lama yang menghilang karena lisensi atau sanksi misalnya. Mengapa mereka sulit mempertahankan Persegi, Persekaba, Persma, dan sebagainya? Ternyata di balik itu memang ada kendala (?). Terlepas dari itu, tanpa catatan sejarah yang dimiliki oleh sekretariat, ternyata ada banyak (?) klub-klub Perserikatan yang berubah nama, baik singkatan maupun akronim.

[Terima kasih untuk rekan Yudi Tri atas “pengingatan” Divisi III LI-nya]

 

Periode Program 2011-2012 Fakta Juara
Liga Super Indonesia 2011-2012 Sriwijaya FC (Palembang)
Divisi Utama 2011-2012 Barito Putera (Banjarmasin)
Divisi I 2011-2012 Perseka (Kaimana)
Divisi II (2011)-2012-2013 Persinab (Nabire)
Divisi III (2011)-2012-2013 Jember United (Jember)
Periode Program 2011-2012 Fakta Juara
Liga Prima Indonesia 2011-2012 Semen Padang (Padang)
Divisi Utama 2011-2012 Persepar (Palangkaraya)
Divisi I 2011-2012 Persekap (Pasuruan)
Divisi II (2011)-2012 Nusa Ina (Ambon)
Divisi III (2011)-2012 Persiga (Trenggalek)

 

Mar
05

Stadion Utama Sepak bola (SUS) yang dibangun di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, akan segera diresmikan. Kelak, SUS ini akan menjadi kandang Persib Bandung. Namun, sebelum itu, NMR ingin mengajak anda untuk mengenang Lapangan Tegallega yang menjadi homegroundpertama Persib.

Katanya, dalamcatatan sejarah nih, Lapangan Tegallega ini berada di pinggiran Kota Bandung. Akibatnya, pada masa itu, masyarakat Kota Bandung lebih memilih menonton pertandingan klub-klub anggota NIVB. Mereka ini bermain sepak bola di tengah-tengah kota. Sebutlah Lapangan Sparta (kini, Stadion Siliwangi), Lapangan UNI di Jalan Karapitan (sebelum dan sesudah di Karapitan ini sering berpindah-pindah), dan Lapangan SIDOLIG (kini, sejak 1972, bernama Stadion Persib). Ketiga lapangan-stadion itu bukanlah milik Persib, tetapi milik klub-klub anggota VBBO, pesaing Persib. Oh ya, di era NKRI, Stadion Siliwangi itu sendiri dalam perencanaannya dimaksudkan untuk menjadi tuan rumah Asian Games III/1958 di Bandung.

Lalu, bagaimana dengan Lapangan Tegallega? Begini ceritanya dan simaklah baik-baik. Kalau perlu sambil makan camilan. Hari Sabtu, 9 September 1933 merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Kota Bandung. Ya, pada hari itulah berlangsung upacara pembukaan Sportpark Tegallega Bandung. Pembukaan ini, selain dihadiri oleh priyayi-priyayi, juga dikunjungi oleh Burgemeester Bandung dan beberapa ambtenar Eropa. Harap maklum, masih di jaman pemerintahan Hindia Belanda, Bung. Sayang, saya sebagai pengelola blog NMR ini tidak atau belum menemukan siapa nama Burgemeester Bandung alias Walikota Bandung saat itu. Kalau diperkirakan dari tahun pemerintahannya, ya tuan B. Coops.

Kira-kira pukul 16.45 WIB, eh WTB (Wilayah Tegallega Bandung), voorzitter (Ketua) Komite Sportpark Tegallega Bandung, tuan Enoch, berpidato singkat tentang riwayat pendirian Sportpark ini yang mengingat akan kepentingan dan kemajuan penduduk Bandung. Pidato ini disambut oleh Burgemeester Bandung dan utusan Voetbalbond Indonesia Jacatra yang mengucapkan selamat.

Seiring dan seirama dengan pembukaan Sportpark Tegallega Bandung itu dimeriahkan dengan turnamen sepak bola antarkota (interstedelijke voetbal wedstrijden) yang diikuti oleh VIJ, Mosvia, dan tuan rumah PSIB.

Hasil pertandingan:

Sabtu, 9 September 1933: Mosvia vs VIJ 3-0

Minggu, 10 September 1933: PSIB vs VIJ 2-1

Berdasarkan kedua pertandingan tersebut, Mosvia berhasil menjadi juara, disusul PSIB (runner-up), dan VIJ (juru kunci). “…Selamat kami oetjapkan kepada Mosvia dan PSIB dan kepada VIJ kami seroekan: Koetkanlah ‘kesebelasan’ moe oentoek dikemoedian hari dan pertahankanlah nama VIJ sebagai pahlawan PSSI 1933/34…”.

Akhirnya, pada hari Minggu, 10 September 1933 itu, tuan Atmadinata telah menyerahkan 11 medali emas dan 1 vaandel-medaille untuk Mosvia, 1 Sipatahoenan-beker untuk PSIB, dan 1 Toko Intan-Bidoeri-beker untuk VIJ.

Ada yang menarik ya? Ada 11 medali emas. Kalau sang jawara itu berkekuatan lebih dari 11 pemain, mungkin medali emas itu dipotong-potong he he he. OK-lah, selamat menikmati suasana baru: Dari Lapangan Tegallega ke Stadion Gedebage. Entah bernama apa kelak. Soalnya, nama stadion di Kecamatan Gedebage itu sedang di-polling via SMS dari tiga nominasi: Bandung Lautan Api, Stadion Gedebage Kota Bandung, dan Gelora Rosada.

Feb
10

antaranews-communityshield-2013-semenpadanglpi-communityshield-2013-semenpadangCommunity Shield 2013

Minggu, 10 Februari 2013

[Stadion Haji Agus Salim (Kota Padang, Sumatra Barat)]

Semen Padang (Padang) vs Persibo (Bojonegoro) 4-1

*) Semen Padang => Juara Liga Prima Indonesia 2012.

*) Persibo => Juara Piala Indonesia 2012.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.