Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • NovanMediaResearch 16:17 on 15 November 2014 Permalink | Balas  

    Indonesia vs Syria (2007): Ketika Timnas Indonesia U-23 Naik Pangkat 

    Dua ribu tujuh. Kejuaraan Sepak bola Antarnegara yang memperebutkan Piala Asia 2007 baru saja berakhir. Namun, euforia timnas Indonesia asuhan Pelatih Ivan Kolev masih belum pudar. Ke depan, timnas Merah-Putih yang masih ditangani pelatih asal Bulgaria itu mulai mempersiapkan diri melawan Syria dalam first leg Babak Kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Asia. Masa-masa penampilan terbaik ketika mengikuti Piala Asia 2007 hendak diperlihatkan di Babak Kualifikasi Piala Dunia 2010.

    Sayang, dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 9 November 2007, itu timnas Indonesia senior harus mengakui keunggulan Syria 1-4. Satu-satunya gol Indonesia dicetak Budi Sudarsono.

    Karena kalah telak, tentu Indonesia harus membalasnya dengan telak pula. Namun, rasa pesimis justru tengah menggelayuti masyarakat pencinta sepak bola Indonesia.

    Hasilnya? BTN membubarkan timnas Indonesia senior. Giliran berikutnya diemban oleh timnas Indonesia U-23.

    Bagi timnas Indonesia senior, keputusan itu tentu merugikan. Habis manis sepah dibuang. Sementara bagi timnas Indonesia U-23, keputusan itu bisa menambah jam terbangnya. Tujuannya, tentu saja untuk mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2007.

    Waktu pertandingan second leg di Damaskus, Syria, pun tiba. Timnas Indonesia U-23 asuhan Pelatih Ivan Kolev yang baru saja berguru dari Argentina sedang bersiap-siap melawan tuan rumah. Masyarakat pencinta sepak bola Indonesia berharap bahwa timnas Indonesia U-23 ini minimal mampu menahan Syria.

    Namun, timnas Indonesia yang hendak dipersiapkan ke SEA Games 2007 ini justru kalah 0-7 dari Syria. Secara agregat gol, Indonesia kalah 1-11.

    Timnas Indonesia Senior:Markus Harison, Ferry Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo (penjaga gawang), Maman Abdurrahman, Ricardo Salampessy, Supardi Nasir, M. Ridwan, Charis Yulianto, Mahyadi Panggabean, Ortizan Solossa, M. Robby, Purwaka Yudi (belakang), Ponaryo Astaman, Syamsul Chaerudin, Firman Utina, Eka Ramdani, Atep, Ellie Aiboy (tengah), Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Cornelius Gedy, Ian Kabes, dan Rudi Widodo (depan).
    Timnas Indonesia U-23:Dian Agus Prasetyo, M. Yasir, Fausal Mubarak (penjaga gawang), Khomad Suharto, Fandy Mochtar, M. Robby, Ahmad Jufriyanto, Ricardo Salampessy, Purwaka Yudi, M. Nasuha (belakang), Siswanto, Hendra Ridwan, Eka Ramdani, Atep, Arif Suyono, Ahmad Bustomi, Ardan Aras, Ahmad Bachtiar, Imanuel Wanggai (tengah), Cornelius Gedy, Airlangga Sucipto, Jajang Mulyana, dan Ian Kabes.
     
  • NovanMediaResearch 15:51 on 8 November 2014 Permalink | Balas  

    Catatan Adu Penalti bagi Persib 

    galamediaPersib Bandung berhasil menjuarai Liga Super Indonesia 2014. Hal itu diperoleh usai mengalahkan Persipura Jayapura 7-5 melalui adu tendangan penalti.

    Berbicara tentang adu tendangan penalti bagi Persib, pandangan bobotoh, bahkan masyarakat pencinta sepak bola Indonesia, sering kali tertuju pada Perserikatan 1983 dan 1985. Ya, hal itu wajar adanya.

    Terlepas dari itu, berikut ini merupakan pertandingan Persib yang melakoni adu tendangan penalti.

    Waktu Event Pertandingan Keterangan
    10-11-1983 Perserikatan 1983 Persib vs PSMS 2-3 Grandfinal
    19-05-1984 Piala Siliwangi 1984 Persib vs Tempo Utama 4-7 Semifinal
    20-05-1984 Piala Siliwangi 1984 Persib vs PSSI Junior 3-1 Peringkat 3-4
    23-02-1985 Perserikatan 1985 Persib vs PSMS 3-4 Grandfinal
    25-07-1986 Piala Sultan Hassanal Bolkiah 1986 Persib vs Singapura 4-2 Semifinal
    25-09-1987 Piala Kedaulatan Rakyat 1987 Persib vs Arseto 4-3 Semifinal
    03-11-1988 Piala Persija 1988 Persib vs Persebaya 1-3 Grandfinal
    08-07-1989 Piala Marah Halim 1989 Persib vs Belanda 0-3 Semifinal
    09-09-1989 Piala Gubernur Jateng 1989 Persib vs BPD Jateng 5-6 Semifinal
    09-06-1991 Invitasi HUT UNI 1991 Persib vs Persita 3-5 Final
    10-08-1991 Piala Persija 1991 Persib vs Persebaya 4-1 Grandfinal
    12-12-1992 Piala Johny Pardede International Hotel 1992 Persib vs Semen Padang 4-1 Final
    09-02-1993 Piala Pers 1993 Persib vs PSMS 4-1 Grandfinal
    15-02-1994 Piala PHRI 1994 Persib vs Gelora Dewata 2-4 Grandfinal
    15-04-1994 Perserikatan 1993/1994 Persib vs Persija 5-4 Semifinal
    15-06-1994 Piala Siliwangi 1994 Persib vs Persija 6-4 Dimainkan karena kedua tim memiliki nilai dan selisih gol yang sama.
    18-07-2005 Piala Indonesia 2005 Persib vs Persitara 5-4
    19-06-2007 Piala Indonesia 2007 Persib vs Persijap 3-4
    07-11-2014 LSI 2014 Persib vs Persipura 7-5 Final
     
  • NovanMediaResearch 22:36 on 7 November 2014 Permalink | Balas  

    Persib Juarai Liga Super Indonesia 2014 Euy! 

    Persib Bandung berhasil menjuarai Liga Super Indonesia 2014 setelah dalam babak final yang dramatis mengalahkan juara bertahan Persipura Jayapura 7-5 (2-2) (2-2) melalui adu tendangan penalti di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Kota Palembang, Jumat, 7 November 2014.

    Bagi Persib, drama adu penalti ini bukanlah yang pertama. Persib sudah melakoninya sebanyak 19 kali. “Setiap tim memiliki masa kejayaan dan gelar juara hanyalah soal waktu.”

    Tak ada kata-kata lagi dari Redaksi :)

     
  • NovanMediaResearch 13:34 on 7 November 2014 Permalink | Balas  

    Ketika Persis Ambil Alih Posisi PSIM di Kejurnas PSSI 1964 Zone D (Jawa Tengah) 

    Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI 1964 merupakan kompetisi Perserikatan edisi ke-7 terhitung sejak 1951. Dalam kesempatan kali ini, NovanMediaResearch hendak menceritakan secara singkat perjalanan kompetisinya di tingkat lokal. Ya, inilah Kejurnas PSSI 1964 tingkat Zone C Jawa Tengah (1963).

    Pada Kejurnas PSSI 1964, persepakbolaan Zone D (Jawa Tengah) diikuti oleh lima tim, salah satunya ialah PSIM Yogyakarta sebagai juara Jawa Tengah periode sebelumnya (1961). Sementara empat tim lainnya, yaitu Persis Solo (juara Pool I), Persip Pekalongan (runner-up Pool I), ISB Banyumas (juara Pool II), dan PSISa Salatiga (runner-up Pool II).

    Dalam kompetisi tingkat Zone D itu, Persis dan PSIM menempati peringkat dua besar sehingga keduanya lolos ke babak “grandfinal”.

    Jalannya Pertandingan

    Persis dan PSIM sudah menempatkan diri di babak “grandfinal”. Tentu, alangkah bijaknya ketika Komda PSSI Jawa Tengah Kompol Soewarno Soerjopoetro menempatkan mereka di Semarang, tepatnya Stadion Tentara Semarang.

    Pertandingan tersebut dipimpin oleh wasit Doeiman yang dibantu Koesmin dan Imron sebagai hakim garis. Ketiganya berasal dari Semarang. Seiring dengan itu, tampak pula pasukan Biru-Putih (PSIM) dan Putih-Merah (Persis).

    PSIM:

    Lie Yoe Kwan

    Soedjono – Soekowo

    Boestaman – Oepan – Poedjonggo

    Soetrisno – Saleh – Katiman

    Koeswanadji – Sioes

    Sarono – Darwin

    Toekidjo – Sarwono – Bakdo

    Radjiman – Soetadi – Oei Ngo San

    Sie King Hian – Sali

    Sartono

    Persis:

    Pada awalnya Persis bermain bertahan. Namun, karena butuh menang, Persis pun berupaya menang. Meskipun demikian, PSIM tampil dominan. PSIM unggul lebih dahulu melalui gol Koeswanadji pada menit ke-10. Skor 1-0 untuk PSIM bertahan hingga babak I berakhir.

    Di babak II, giliran Persis yang menguasai permainan. Dugaan orang, Persis memakai formasi 1-4-2-4. Ternyata Persis melancarkan serangan dengan 7 pemainnya sehingga pertahanan PSIM menjadi kalang kabut.

    Persis pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Bakdo (menit 64). Gol ini makin memberikan semangat Persis untuk mengepung pertahanan PSIM sampai setengah lapangan. Persis membalikkan keunggulan 2-1 melalui gol Sarono yang disebut-sebut sebagai “topscorer Persis of this year”.

    Bagaimana pun kuatnya pertahanan PSIM, Sarwono melalui tendangannya sejauh 17 meter berhasil menetapkan kemenangan Persis atas PSIM 3-1.

    Kelak, kedua tim akan beradu dalam tingkat Interzone C-D bersama PSB Bogor (juara Zone C Jawa Barat) dan Perssi Sukabumi (runner-up Zone C Jawa Barat).

     
  • NovanMediaResearch 12:44 on 2 November 2014 Permalink | Balas  

    Berita Terbentuknya PSSK Selayar 

    Apakah anda sudah mengetahui kapan klub kesayangan anda berdiri? Syukurlah kalau anda sudah mengetahuinya. Apalagi kalau anda sudah memiliki “arsip”-nya. Kalau pun tidak akurat, minimal yang mendekati akurat-lah.

    Dalam kabar terbaru kali ini, NovanMediaResearch akan menyampaikan kabar terbentuknya PSSK Selayar. Jika mencermati kandungan informasinya maka PSSK boleh jadi berdiri pada 1962.

    Sebagaimana laporan Kantor Berita Antara yang dikutip dari majalah Aneka edisi 14 Juli 1962, “Oleh para olahragawan di Benteng Selajar, baru2 ini telah dibentuk organisasi persepak-bolaan jg. diberi nama Persatuan Sepakbola Selajar Kepulauan disingkat PSSK dan bertudjuan antara lain djuga untuk mendjadi anggota PSSI, serta mengembangkan organisasi2 sepakbola jang berada didaerah tingkat II Selajar.”

    PSSK merupakan perserikatan (bond)-nya Kabupaten Selayar. Kabupaten Selayar itu sendiri merupakan kabupaten yang dibentuk berdasarkan UU No. 29 tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi.

    Dalam perkembangannya, Kabupaten Selayar ingin berganti nama menjadi Kabupaten Maritim Selayar. Namun, berkaca pada UU No. 17 tahun 1985 (Pengesahan Konvensi PBB tentang Hukum Laut), tidak mengenal “negara maritim”, tetapi “negara kepulauan”. Karenanya, Kabupaten Selayar pun berganti nama menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar yang ditetapkan berdasarkan PP No. 59 tahun 2008 tentang Perubahan Nama Kabupaten Selayar menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai ibu kotanya, yaitu Benteng.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.