Sejarah PSSI Garuda (1): Invitasi Nasional Remaja 1981

16 Januari 2017

Apakah anda mengenal tim nasional (timnas) PSSI Garuda? Kita sebut, timnas PSSI Garuda atau timnas Indonesia Garuda, sama saja.

Kita mengenal PSSI Garuda untuk PSSI Garuda I dan PSSI Garuda II. Penyebutan PSSI Garuda I itu sendiri muncul ketika PSSI Garuda berikutnya (baca: PSSI Garuda II) dimunculkan.

Nah, berkaitan dengan hal itu, saya sebagai pengelola blog NovanMediaResearch hendak menceritakan sejarah PSSI Garuda. Selamat menikmati…!

Berawal dari Invitasi Nasional Remaja 1981

Pada tahun 1981, PSSI menyelenggarakan Invitasi Nasional Remaja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sigit Soeharto, putra Soeharto (Presiden RI 1966-1998), yang merupakan Ketua Proyek PSSI Junior ditunjuk sebagai Ketua Penyelenggara. Sementara Djunarsono Bardosono, putra Bardosono (Ketua Umum PSSI 1974-1977), yang merupakan Ketua Sari Bumi Raya (klub Galatama asal Bandung yang pindah ke Yogyakarta pada 1980) bertindak sebagai Wakil Ketua Penyelenggara. Dalam Galatama, Sigit adalah Boss Arseto (PT Ario Seto), klub Galatama asal Jakarta (kelak, pada 1983, Arseto pindah ke Solo seiring dengan selesainya peremajaan Stadion Sriwedari).

[“Remaja” atau “Junior”, sama saja. Pada masa lalu, atau sebelumnya, kita mengenal “Remtar” (Remaja Taruna). Itu untuk Piala Suratin dan Piala Haornas yang kita kenal sekarang. Berdasarkan perkembangan zaman, Piala Suratin untuk U-17/U-18/U-19, sedangkan Piala Haornas untuk U-15/U-16. Ada pula SSB (Sekolah Sepak Bola) yang dahulu disebut Anak Gawang.]

Menurut Ismet Tahir, wakil penanggung jawab proyek PSSI Junior, Invitasi Nasional Remaja 1981 memiliki maksud yaitu untuk persiapan menuju Piala ASEAN 1982. Pada masa itu, Galasiswa yang semula diharapkannya menjadi tulang punggung kesebelasan remaja tak memenuhi keinginannya. “Mereka belum matang,” kata Ismet sebagaimana dikutip dari Tempo, 14 November 1981.

Ismet pesimistis waktu yang tersedia untuk mempersiapkan tim tak akan mampu mengatrol keterampilan pemain Galasiswa. Turnamen Piala ASEAN diselenggarakan di Bangkok, Juli 1982. [Setelah saya menelusuri, Piala ASEAN 1982 tersebut ternyata Piala Asia Junior 1982 yang babak penyisihan untuk Indonesia berlangsung di Singapura. Sementara itu, dalam catatan saya, Galasiswa dimulai pada 1979 seiring dengan berjalannya Galatama.]

Akhirnya, Assyabaab (Surabaya) berhasil menjadi juara Invitasi Nasional Remaja 1981 yang dalam babak final mengalahkan Bintang Selatan (Medan) 6-5 melalui adu tendangan penalti setelah pertandingan selama 2 x 45 menit dan 2 x 15 menit bermain imbang 1-1. Adu tendangan penalti itu mempertemukan dua penjaga gawang: Yono Karpono (Assyabaab) dan Donny Erikson Latuperissa (Bintang Selatan).

Dalam pertandingan ini, sebagaimana dilaporkan Kompas, 31 Oktober 1981, Bintang Selatan tampak mendominasi. Namun, sebuah serangan balik Assyabaab mengakibatkan handball di kotak penalti. Mohamad Hasan pun mencetak gol pada menit ke-10 melalui tendangan penalti. Skor 1-0 untuk Assyabaab. Dalam perkembangannya, Prayadi Fitrah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 (menit 22). Meskipun pertandingan berjalan keras, hanya Faisal Asnan (Assyabaab) dan Jaya Hartono (Bintang Selatan) yang diberikan kartu kuning.

Setelah pertandingan, PSSI mengumumkan 18 pemain untuk digabungkan ke dalam Galasiswa Ragunan. Ke-18 pemain terpilih tersebut yaitu Donny Erikson (penjaga gawang), Marzuki, Ronny Saifuddin [Bintang Selatan], Marlon Wongkar, Hendra Pramono [Bina Taruna (Jakarta Timur)], Satia Permana, Dadang K.S., Anjar R. [Junawati], Abdul Kamid, Faisal Asnan, Salim Barmen, Mohamad, Mohamad Sufi [Assyabaab], Agus Effendi (penjaga gawang), Junaidi, Aji Ridwan Mas Alex, Saim, dan Mashud Effendi [Bina Taruna (Samarinda)]. Mereka dipilih oleh empat pelatih di bawah Yuswardi sebagai penanggung jawab.

Invitasi Nasional Remaja 1981 merupakan invitasi untuk pemain U-18/U-19 dengan Sigit sebagai penanggung jawabnya. Secara keseluruhan, PSSI menyelenggarakan empat invitasi. Tiga invitasi lainnya yaitu Invitasi Nasional U-23 (penanggung jawab: Subronto) di Provinsi Jawa Tengah pada 21 Oktober sampai 1 November 1981, Invitasi Nasional U-16 (Bawono), dan Invitasi Nasional Galakarya (Anwari) di Surabaya (4-9 November 1981). Keempatnya di bawah Maulwi Saelan sebagai pelaksana petugas PSSI.

 

Info Lain: Angkasa berhasil menjuarai Piala Mang Baim (Mang Baim Cup) VII/1981 setelah dalam pertandingan terakhir mengalahkan UNI 3-0 di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa, 25 Agustus 1981 (Pikiran Rakyat, Rabu, 26 Agustus 1981). Sebelumnya, dalam putaran final “3 Besar” itu, Angkasa menang 7-0 atas Putra Priangan. Begitu pun UNI yang menang 5-1 atas Putra Priangan.

Piala Mang Baim merupakan turnamen sepak bola junior untuk klub-klub intern Persib di luar Kompetisi Persib. [Bandingkan dengan Piala Witono —A.J. Witono—yang diperuntukkan bagi tim-tim kecamatan di Kota Bandung.] Mang Baim itu sendiri merupakan sapaan akrab R. Ibrahim Iskandar, Ketua Persib 1951-1957 dan Ketua Komda PSSI Jabar 1957 hingga akhir hayatnya (1975) yang wafat pada 15 April 1975 (Pikiran Rakyat, 16 April 1975).

Piala Mang Baim 1981 berlangsung pada 3 Juni sampai 25 Agustus 1981. Semua peserta dibagi ke dalam enam grup dan juara setiap grup lolos ke babak “6 Besar” dengan sistem gugur. Mereka adalah Aneka Plaza (juara Grup A), UNI (B), Putra Priangan (C), Propelat (D), Angkasa (E), dan SIDOLIG (F). Hasil pertandingan: Aneka Plaza vs UNI 1-4, Putra Priangan vs Propelat 8-7 (adu penalti), dan Angkasa vs SIDOLIG 6-1.

 

 

Hasil Pertandingan Invitasi Nasional Remaja 1981:

 

Babak Penyisihan

 

Grup I

Rabu, 21 Oktober 1981:

[Lapangan Kalasan, Sleman]

Bina Taruna vs Junawati 2-0 (Marlon Duangkar 12, Sendra Pramana 15)

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Bintang Selatan vs Beringin Muda 3-0 (Suparman 24, Rowadi Petra 31, Legimin 67penalti)

Jumat, 23 Oktober 1981:

[Stadion Kridosono, Yogyakarta]

Beringin Muda vs Bina Taruna 2-1 (Hendra Prasmana 55; Denny Balong 69, Eddy 89)

Sabtu, 24 Oktober 1981:

[Stadion Kridosono, Yogyakarta]

Junawati vs Bintang Selatan 0-3 (?)

Senin, 26 Oktober 1981:

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Bina Taruna vs Bintang Selatan 1-0 (Hendra Prasmana 26)

Selasa, 27 Oktober 1981:

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Junawati vs Beringin Muda 3-4 (Sukria 35, Dadang 60, Anjar 70; Eddy 6, 76, Jeffry 20, Johny Balung 38)

 

Bintang Selatan (Medan) 3 2 0 1 6-1 4

Bina Taruna (Jakarta Timur) 3 2 0 1 4-2 4

Beringin Muda (Manado) 3 2 0 1 6-7 4

Junawati (Bogor) 3 0 0 3 3-9 0

 

Grup II

Selasa, 20 Oktober 1981:

[Stadion Mandala Krida, Yogyakarta]

Hisbul Wathon vs Assyabaab 0-2 (Mohamad ?, Hasan ?)

Rabu, 21 Oktober 1981:

[Stadion Kridosono, Yogyakarta]

Bina Taruna vs Angkasa 1-0 (Baharudin 15)

Jumat, 23 Oktober 1981:

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Assyabaab vs Bina Taruna 2-2 (Mohamad Sufi 16, 57; Sain 29, Agus Suriansyah 32)

Sabtu, 24 Oktober 1981:

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Hisbul Wathon vs Angkasa 0-1 (?)

Senin, 26 Oktober 1981:

[Stadion Kridosono, Yogyakarta]

Assyabaab vs Angkasa 2-1 (Mohamad Hasan 36, Mohamad Alhasdi 38; Ujang Mulyana 54)

Selasa, 27 Oktober 1981:

[Stadion Kridosono, Yogyakarta]

Bina Taruna vs Hisbul Wathon 2-1 (Suratmin 22, Burhan 28; Ibrahim 16)

 

Assyabaab (Surabaya) 3 2 1 0 6-3 5

Bina Taruna (Samarinda) 3 2 1 0 5-3 5

Angkasa (Bandung) 3 1 0 2 2-3 2

Hisbul Wathan (Yogyakarta) 3 0 0 3 1-5 0

 

Babak Semifinal

Kamis, 29 Oktober 1981:

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Bintang Selatan vs Bina Taruna (Samarinda) 2-1 (0-0) (0-0) adu tendangan penalti

[Stadion Kridosono, Yogyakarta]

Assyabaab vs Bina Taruna (Jakarta Timur) 2-0 (Mohamad Alhabsi 14, Mohamad Hasan 15)

 

Perebutan Peringkat ke-3 dan ke-4

Jumat, 30 Oktober 1981:

[Lapangan Klajoran, Sleman]

Bina Taruna (Samarinda) vs Bina Taruna (Jakarta Timur) 2-0 (Saim 28, 38)

 

Babak Final

Jumat, 30 Oktober 1981:

[Stadion Mandala Krida, Yogyakarta]

Bintang Selatan vs Assyabaab 5-6 (1-1) (1-1) adu tendangan penalti (Prayadi Fitrah 22; Mohamad Hasan 10)

 

Juara: Assyabaab (Piala Menteri Muda Abdul Gafur dan Tabanas Rp 1,5 juta)

Runner-up: Bintang Selatan (Piala PSSI dan Rp 1 juta)

Peringkat ke-3: Bina Taruna Samarinda (Piala Komda PSSI DI Yogyakarta dan Rp 500 ribu).

Pemain Terbaik: Mohamad Sufi (Assyabaab) yang dipilih oleh wartawan SIWO PWI Yogyakarta.

 

***) Ejaan nama-nama pemain disampaikan apa adanya berdasarkan sumber (Kompas, Pikiran Rakyat, dan Tempo). Kelak, berdasarkan perkembangan zaman, nama-nama tersebut “disempurnakan” dari kemungkinan kesalahan penulisan.