Debut Dua Pemain Asing di Galatama 1979/1980

20 Juli 2019

Sumber foto: “Kompas” edisi 4 April 1979.

“Segera kirim pemain, Pardedetex sudah dua kali kalah.”

Demikian bunyi telegram –tilgram– Dr. T.D. Pardede kepada Johny Pardede, anaknya, di London, 21 Maret 1979 sebagaimana dilaporkan Kompas edisi 22 Maret 1979.

Itulah kepanikan Dr. T.D. Pardede ketika dalam dua kali pertandingan awalnya di Galatama periode pertama –1979/1980– mengalami dua kali kekalahan. Meski sempat menang telak 5-0 atas tuan rumah BBSA Tama (Jakarta) pada 22 Maret 1979, Pardedetex (Medan) memang sudah dua kali kalah, 2-3 dari Arseto (Jakarta) pada 17 Maret 1979 dan 1-2 dari Perkesa 78 (Bogor) pada 20 Maret 1979.

Alhasil, dua pemain asing datang ke Indonesia. Dua pemain asing asal Inggris: Paul Smythe dan Steve Tombs. Debut mereka pun tiba ketika menghadapi tuan rumah Sari Bumi Raya (Bandung) di Stadion Siliwangi Bandung. (Selain pemain asing, Stadion Siliwangi pun melakukan debutnya di Galatama bagi Sari Bumi Raya. Sebelumnya, Sari Bumi Raya mengunakan Stadion Persib –Stadion SIDOLIG–pada 23 Maret 1979 ketika berjumpa Niac Mitra [Surabaya]. Alasannya, pada masa itu, harga sewa Stadion Persib sepersepuluhnya daripada Stadion Siliwangi).

Kompas edisi 26 Maret 1979 melaporkan, lebih kurang 15.000 penonton dipesonakan oleh kebolehan Paul Smythe dan Steve Tombs dalam mengolah dan mengumpan bola.

Sayang, Pardedetex dengan debut duo pemain asingnya itu harus mengakui keunggulan Sari Bumi Raya 0-1 (25 Maret 1979). Gol tunggal kemenangan Sari Bumi Raya diciptakan Atik Supriadi pada menit 56 melalui tendangan bebas dari jarak 20 meter.

Iklan

Pertandingan Perkenalan dan Perpisahan Sari Bumi Raya

1 Juni 2019

PS Sari Bumi Raya merupakan klub Galatama yang berasal dari Bandung. Klub yang berbadan hukum PT Sari Bumi Raya itu tercatat sebagai peserta Galatama 1979/1980 yang merupakan kompetisi (semi) profesional periode pertama.

Namun, memasuki Galatama periode kedua –1980/1982–, klub Galatama pimpinan boss Djunarsono Bardosono –putra Ketua Umum PSSI 1974-1977 Bardosono– itu memindahkan homebase-nya ke Yogyakarta. Untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat Yogyakarta itulah Sari Bumi Raya mengadakan pertandingan perkenalan di Yogyakarta.

“Pertandingan ini merupakan perkenalan Sari Bumi Raya pada Masyarakat Yogya. Merupakan ‘kulo-nuwun’-nya,” ujarnya sebagaimana dikutip Kompas edisi 1 Agustus 1980.

Dalam pertandingan perkenalan itu, Sari Bumi Raya bermain sama kuat 3-3 dengan Indonesia Muda (Jakarta) di Stadion Kridosono, Yogyakarta (1 Agustus 1980).

Selain memperkenalkan diri kepada masyarakat Yogyakarta dalam pertandingan perkenalan, Sari Bumi Raya pun melakukan pertandingan perpisahan dengan masyarakat Bandung. Lawannya, Angkasa, klub calon anggota Galatama.

Menurut Subronto dari Angkasa, pertandingan itu atas undangan Sari Bumi Raya sebagai perpisahan pada warga Bandung (Kompas edisi 7 Agustus 1980).

Dalam pertandingan perpisahan itu, Sari Bumi Raya berhasil mengalahkan Angkasa 2-0 (9 Agustus 1980).