Otang Aling dan Kejuaraan Antarpelajar Asia 1981

29 Juni 2020

Senin, 29 Juni 1981, tepat 39 tahun yang lalu, timnas Indonesia pelajar harus puas menempati peringkat runner-up Kejuaraan Antarpelajar Asia 1981. Namun demikian, itulah prestasi terbaik timnas Indonesia pelajar hingga masa itu.

Dalam babak final Kejuaraan Antarpelajar Asia periode X yang berlangsung di Stadion Utama, Senayan, Jakarta, tuan rumah Indonesia harus mengakui keunggulan juara bertahan Thailand 0-4.

Otang Aling

Khusus dalam Kejuaraan Antarpelajar Asia 1981 itulah muncul nama Otang Aling ke permukaan. Kompas edisi Senin, 29 Juni 1981, misalnya, menulis judul “Gol Otang Aling Menghantar Indonesia ke Final”.

Ya, setelah sempat ditahan imbang 2-2 oleh Malaysia di babak semifinal (28 Juni 1981), Otang Aling berhasil mencetak gol pada menit 67 melalui tandukan. Bagaimana prosesnya? Berawal dari manuver Yusuf Bachtiar di sisi kiri, bola diumpan ke tengah kepada Nusyirwan yang mencoba membelokkan –tetapi pelan–, Otang Aling yang berada di kanan berhasil mencetak gol, 13 menit sebelum pertandingan 2 x 40 menit berakhir.

Sebelumnya, Otang Aling mencetak gol pembuka pada menit ke-2, tetapi dibalikkan Malaysia 1-2 melalui Hashim Marman (menit 34) dan Yazid Masuri (menit 55). Setelah Nusyirwan menyamakan skor pada menit 63 menjadi 2-2 itulah, Otang Aling berhasil mencetak gol kemenangan bagi Indonesia.

Bagi Otang Aling, gol kemenangan itu menjadi gol ketiganya selama Kejuaraan Antarpelajar Asia 1981. Jumlah gol yang sama dicetak pula oleh Nusyirwan. Secara keseluruhan, timnas Indonesia pelajar menghimpun tujuh gol yang mana satu gol lainnya dicetak Yusuf Bachtiar.

Otang Aling merupakan pemain kelahiran Ternate, 3 Juli 1964. Ia merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara.

Pada awalnya, Otang Aling memperkuat daerahnya untuk POPSI di Jakarta (1979). Sejak 1979 itu, Otang Aling masuk SMA Ragunan. Ketika berada di kelas II, Otang Aling sudah memperkuat timnas dalam Kejuaraan Antarpelajar Asia 1980 di Bangkok, Thailand. Ia menjadi salah satu dari 17 pemain –23 pemain yang dipanggil– asuhan Omo Suratmo (pelatih) dan Maryoto (asisten pelatih).

Lalu, dalam Kejuaraan Antarpelajar Asia 1981, namanya tetap masuk dalam 17 pemain –dari 21 pemain yang dipanggil– asuhan pelatih dan asisten pelatih yang sama.

Sayang, Indonesia harus puas menjadi runner-up Kejuaraan Antarpelajar Asia 1981.