Pertama dan Sekaligus Terakhir Kali Pertandingan Galatama di Stadion Madya, Senayan: Jayakarta vs Tidar Sakti 1-0

16 September 2019

Indonesia berhasil mengalahkan Filipina 4-0 dalam pertandingan babak kualifikasi Grup G Piala Asia U-16 tahun 2020 di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (Senin, 16 September 2019).

Ya, pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Namun, tahukah anda bahwa Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pernah digunakan untuk pertandingan Galatama? Dalam Galatama 1980/1982 itu, tuan rumah Jayakarta mengalahkan Tidar Sakti 1-0 (Sabtu, 30 Januari 1982) melalui gol Iswadi Idris pada menit 48. Pertandingan itu disaksikan sekitar 2000 penonton. Itulah pertandingan pertama dan sekaligus terakhir kali sepanjang sejarah Galatama.

Kompas edisi Minggu, 31 Januari 1982, melaporkan, jala gawang sempat sobek ketika terkena tendangan David Sulaksmono (Jayakarta).

Kawasan yang kini berdiri Stadion Madya itu merupakan bekas tempat balapan anjing. Selain itu, sempat pula “diperebutkan” oleh PASI (atletik), PHSI (hoki), dan PSSI (sepak bola).

Seiring dengan waktu persiapan Asian Games 2018, Stadion Madya pun turut dibenahi, dipercantik.

Kini, dalam Liga 1 Indonesia 2019, Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pernah digunakan untuk pertandingan Bhayangkara FC melawan PS Tira Persikabo (4 Juli 2019), Bhayangkara FC melawan Madura United (5 Agustus 2019), dan Persija melawan Kalteng Putra (20 Agustus 2019).

Iklan

Ketika Indonesia Menciptakan Logo ASEAN Football Federation

14 September 2019

AFF. ASEAN Football Federation. Tahukah anda siapa pencipta logo AFF?

Logo AFF merupakan karya Dheddy Koesnanadar Bahtiar (23 tahun). Hal itu terbukti ketika Sekretaris Umum PSSI Nugraha Besoes menyerahkan hadiah uang Rp 350.000,- kepada Dheddy Koesnandar Bahtiar sebagai juara tunggal sayembara logo AFF di Sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa, 31 Juli 1984, siang (Kompas edisi Rabu, 1 Agustus 1984). Dalam sayembara tersebut, mahasiswa tingkat 4 jurusan Desain Komunikasi STSRI-ASRI (Yogya) itu menyisihkan 30 peserta lainnya.

Logo AFF itu tampak sederhana. Sebuah bola diapit dua lengan dengan enam kaki dan di atasnya tercantum kata-kata ASEAN FOOTBALL FEDERATION  melingkari bola.

Menurut Dheddy, ke-6 kaki itu adalah keenam negara anggota ASEAN. Sementara tangan yang seakan merengkuh bola, dikatakannya, sebagai di dalam bola pun persatuan dari keenam negara yang tergabung dalam ASEAN dapat tercipta.

(Catatan NovanMediaResearch: Dengan masuknya Brunei Darussalam pada 1984, ASEAN memiliki enam negara anggota. Kini, ASEAN beranggotakan sepuluh negara. Seiring dengan itu, logo AFF itu pun tampak mengikutinya –mungkin dengan sedikit catatan atau perbedaan).

Kejuaraan Antarklub ASEAN I/1984

8 Agustus 2019

Dalam sejarahnya, Indonesia pernah menyelenggarakan Kejuaraan Sepak bola Antarklub ASEAN (ASEAN Football Club Championship) I/1984. Kejuaraan Antarklub ASEAN periode pertama tersebut berlangsung pada 20-29 Desember 1984 di dua tempat yaitu Stadion Utama, Senayan, Jakarta, dan Stadion Siliwangi, Bandung, dengan menampilkan lima klub.

Sayang, Yanita Utama sebagai wakil Indonesia gagal menjadi juara Antarklub ASEAN I/1984 setelah dalam babak final dikalahkan Bangkok Bank (Thailand) 0-1 di Stadion Utama, Senayan, Jakarta (29 Desember 1984).

Adapun pesertanya yaitu Bangkok Bank (Thailand), Malaka —Malacca Amateur Football Association— (Malaysia), Tiong Bahru (Singapura), dan Angkatan Bersenjata diRaja Brunei (Brunei Darussalam), serta tuan rumah Yanita Utama (Indonesia).

Melihat pesertanya dari lima negara ASEAN (Association of South East Asian Nations) merupakan hal yang wajar karena ASEAN itu sendiri –saat itu (1984)– beranggotakan enam negara. Satu negara lagi, Filipina, tidak ikut serta.

Pada masa ini, Yanita Utama arahan pelatih Wiel Coerver diperkuat oleh para pemain bintang nasional, termasuk Rully Neere yang baru pindah dari Tunas Inti. Selain itu, ada pula Soh Chin Aun (Malaka) dan David Lee (Tiong Bahru).

 

Hasil Lengkap Kejuaraan Antarklub ASEAN I/1984: Baca lebih lanjut